• logo nu online
Home Warta Syiar Bahtsul Masail Keislaman Khutbah Teras Kiai Pernik Kiai Menjawab Pendidikan Opini Literasi Mitra Pemerintahan Ekonomi Tokoh Seni Budaya Lainnya
Sabtu, 4 Februari 2023

Tokoh

Mengenal KH Ihya Ulumuddin, Perintis Pertama Ma’had Aly di Lampung

Mengenal KH Ihya Ulumuddin, Perintis Pertama Ma’had Aly di Lampung
KH Ihya Ulumuddin, Pengasuh Pesantren Madarijul Ulum Bandarlampung. (Foto: dok. pribadi)
KH Ihya Ulumuddin, Pengasuh Pesantren Madarijul Ulum Bandarlampung. (Foto: dok. pribadi)

Bandarlampung, NU Online Lampung
Pesantren merupakan lembaga pendidikan tertua di bumi nusantara. Pesantren memiliki sumbangsih besar dalam mencetak generasi Islami yang moderat dan handal dalam menghadapi perubahan zaman. Seiring perjalanan, saat ini pesantren tidak hanya mengajarkan para santrinya ilmu-ilmu agama, namun berbagai disiplin ilmu pengetahuan juga diajarkan.


Seiring tuntutan zaman, saat ini pesantren juga sudah bertransformasi menjadi lembaga formal selain tetap mempertahankan pendidikan non formal berbasis pengajian kitab kuning. Pendidikan formal di pesantren saat ini terdiri dari Pendidikan Diniyah Formal (PDF) dan Satuan Pendidikan Mu’adaalah (SPM) yang untuk jenjang Ula (setara SD/MI), Wustha (setara SMP/MTs), dan Ulya (setara SMA/MA). Kemudian untuk jenjang pendidikan tinggi formal disebut Ma'had Aly yang para santri dapat menempuh dan meraih gelar sarjana, magister, hingga doktor.


Berbicara tentang PDF dan Ma’had Aly di Provinsi Lampung, KH Ihya Ulumuddin menjadi perintis pertama pendidikan pesantren formal ini. Model pendidikan ini sudah terintegrasi pada sistem pendidikan di pesantrennya yang diberi nama Pesantren Madarijul Ulum. Pesantren ini berlokasi di jalan Wan Abdul Rahman, Gang Simpang Makmur, Kelurahan Batu Putu,Telukbetung Barat, Bandar Lampung.


Kiai Ihya, panggilan karibnya, merupakan pendiri sekaligus pengasuh pesantren yang didirikannya sejak 2005. Ia mengenyam pendidikan agama dari Pesantren Madarijul Ulum di Provinsi Banten dan kembali ke Lampung pada 1990. Ia mengawali kiprah berkhidmah di dunia pendidikan agama dengan merintis pengajian bernama Thalaal Badru yang dilaksanakan di masjid dan mushala se-kelurahan Keteguhan.


Untuk meningkatkan semangat jamaah, ia kemudian mendirikan Majelis Taklim bernama Tunas Harapan yang di dalamnya diisi dengan berbagai kegiatan seperti olahraga, seperti, bola voli badminton, maupun mawalan, pencak silat, bahkan debus. Seiring berjalannya waktu dan dinamika yang terjadi, akhirnya ia mampu mendirikan Pesantren Madarijul Ulum yang saat ini menjadi salah satu yang terbesar di Kota Bandarlampung.


“Saya memberi nama Pesantren Madarijul Ulum bentuk tafa'ulan (mencari berkah) dari pesantren di mana saya pernah menimba ilmu agama di Pelamunan, Serang, Banten,” katanya kepada NU Online Lampung, Kamis (5/1/2023).


Seiring perjalanan, saat ini pesantren asuhannya telah memiliki sistem pendidikan PDF dan Ma’had Aly dengan Takhassus Fiqh Ushul Fiqh Konsentrasi Fiqih Iqtishad.  Ma’had Aly Madarijul Ulum merupakan 1 dari 74 Ma’had Aly yang ada di Indonesia dan satu-satunya di Provinsi Lampung dan di Sumatera Bagian Selatan.


Kiai Ihya mendirikan Ma’had Aly pada 2016 dan pada tahun 2019 sudah resmi memiliki izin operasional. Visi Ma’had Aly Madarijul Ulum adalah menjadikan lulusan yang Mutafaqqih fiddin dan kompeten dalam bidang ekonomi Islam.


Kiprah organisasi

Selain fokus pada bidang pendidikan pesantren, Mudir Ma’had Aly Madarijul Ulum ini juga seorang aktivis organisasi kemasyarakatan di berbagai organisasi khususnya di Nahdlatul Ulama. Kiai Ihya merupakan Katib Syuriyah Pengurus Wilayah Nahdlatul Ulama (PWNU) Lampung masa khidmah 2013-2018.


Setelah itu, di PWNU Lampung, ia diamanahi menjadi Wakil Rais Syuriyah PWNU Lampung periode 2018 sampai dengan sekarang. Selain di NU, ia juga aktif menjadi pengurus Majelis Ulama Indonesia Provinsi Lampung sejak 2005. Saat ini ia menjabat sebagai Wakil Ketua Umum MUI Provinsi Lampung periode 2021-2026. (Muhammad Faizin)


Editor:

Tokoh Terbaru