• logo nu online
Home Warta Syiar Bahtsul Masail Keislaman Khutbah Teras Kiai Pernik Kiai Menjawab Pendidikan Opini Literasi Mitra Pemerintahan Ekonomi Tokoh Seni Budaya Lainnya
Minggu, 27 November 2022

Seni Budaya

Rakornas Lesbumi, Rekomendasikan Kembali Menjadi Badan Otonom

Rakornas Lesbumi, Rekomendasikan Kembali Menjadi Badan Otonom
Rakornas Lesbumi di Yogyakarta
Rakornas Lesbumi di Yogyakarta

 

Yogyakarta, NU Online Lampung

 

Lembaga Seni Budaya Muslimin Indonesia (Lesbumi) Pengurus Besar Nahdlatul Ulama mengirim hasil Rapat Koordinasi Nasional (Rakornas) kepada Panitia Nasional Muktamar NU Ke-34. Pernyataan yang ditandatangani oleh Ketua Lesbumi PBNU KH M Jadul Maula dan Sekretaris KH Abdullah Wong tertanggal 29 Oktober 2021 itu, merupakan rekomendasi Rakornas yang digelar di Pondok Pesantren Kaliopak, Yogyakarta selama dua hari, Kamis-Jumat (28-29/10). 

 

Empat point rekomendasi itu diantaranya adalah  harapan agar Lesbumi NU kembali menjadi Badan otonom (Banom) sebagaimana ketika didirikan dahulu. Alasannya, aspirasi kuat yang berasal dari anak ranting, ranting dan cabang  hingga wilayah yang membutuhkan garis koordinasi, instruksi dan komunikasi yang lebih efektif dan efisien. Sebagai lembaga otonom, Lesbumi merasa dapat mengatur rumah tangga sendiri.

 

Selain semangat kuat dari semua lapisan pengurus Lesbumi, secara teknis Lesbumi juga sudah memenuhi syarat untuk menjadi badan otonom (Banom), yaitu ketersediaan dan penyebaran Lesbumi NU di berbagai daerah di dalam dan luar negeri. Didukung pula anggota Lesbumi NU di setiap tingkatan 70 persen lebih telah mengikuti program Madrasah Kader NU.

 

Atas dasar Lesbumi NU di berbagai tingkatan telah membuktikan diri secara mandiri dan swadaya dalam melakukan percepatan upgrading perangkat organisasi dan administrasi, maka Rakornas meminta agar pembahasan dalam Muktamar Ke-34 mendatang untuk mengabulkan Lesbumi kembai menjadi Banom NU.

       

Poin lainnya hasil Rakornas adalah, terkait NU sebagai dakwah kebudayaan penerus wali songo,  NU berada di garda terdepan dalam menghimpun dan mengonsolidasi ragam gerakan adat istiadat, tradisi dan budaya yang berbasis ketauhidan di nusantara. Satu-satunya  aset dari identitas bangsa ini yang secara efektif dapat digunakan untuk melawan arus dan penetrasi global adalah   kebudayaan. Dalam hal ini kebudayaan yang berasal dari sinaran tauhid. Dengan demikian, NU secara jama’ah dan jam’iyyah adalah jalan kebudayaan yang berbasis ketauhidan.

 

Kemudian tentang perkembangan pesat Lesbumi.  Hal ini dilihat dari saat ini terdapat 8 Pengurus Wilayah Lesbumi NU, 116 Pengurus Cabang,
 256 Pengurus MWC, 303 pengurus Anak ranting, 4 PCI Lesbumi NU di Rusia, Belanda, Riyadh, dan di Western Australia (Perth).


Tak hanya itu, sejumlah pondok pesantren, berbagai lembaga pendidikan dan komunitas seni memperlihatkan sikap simpati dan tertarik untuk 
berkolaborasi bahkan bergabung dengan Lesbumi NU. Hal ini mengindikasikan bahwa gerakan dan kebijaksanaan Lesbumi NU diyakini lebih efektif dan efisien dalam mengartikulasikan pesan-pesan keagamaan kepada semua pihak.

 

Dalam Rakornas tersebut, turut hadir perwakilan dari PW Lesbumi Lampung yaitu Rita Linda, Khoirul Anwar, Dadan Hermawan, Suranto, Anis, dan Sayid Hamzah. ​​​​​​​ 
 

Muktamar NU sendiri akan digelar pada 23--25 Desember 2021 mendatang di Provinsi Lampung. 

(Dian Ramadhan)


Seni Budaya Terbaru