• logo nu online
Home Warta Syiar Bahtsul Masail Keislaman Khutbah Teras Kiai Pernik Kiai Menjawab Pendidikan Opini Literasi Mitra Pemerintahan Ekonomi Tokoh Seni Budaya Lainnya
Minggu, 27 November 2022

Pemerintahan

Istighosah dan Doa Tandai Peletakan Batu Pertama Gedung NU Lampung

Istighosah dan Doa Tandai Peletakan Batu Pertama Gedung NU Lampung
Istighosah dan doa tandai peletakan batu pertama Gedung NU Lampung di di Jl. Lintas Sumatra Baypas Raya 1, Kelurahan Rajabasa Raya, Kecamatan Rajabasa, Bandar Lampung, Selasa (21/09/2021).
Istighosah dan doa tandai peletakan batu pertama Gedung NU Lampung di di Jl. Lintas Sumatra Baypas Raya 1, Kelurahan Rajabasa Raya, Kecamatan Rajabasa, Bandar Lampung, Selasa (21/09/2021).

Bandar Lampung, NU Online Lampung – Nahdlatul Ulama (NU) Lampung melakukan Istighotsah dan doa bersama peletakan batu pertama pembangunan Gedung NU di Jl. Lintas Sumatra Baypas Raya 1, Kelurahan Rajabasa Raya, Kecamatan Rajabasa, Bandar Lampung, Selasa (21/09/2021).

 

Istighotsah ini dilakukan agar diberi kemudahan dan kelancaran dalam proses pembangunan gedung Nahdlatul Ulama Lampung.

 

"Semoga gedung ini bermanfaat bagi umat, khususnya nahdliyin. Karena begitu besarnya kontribusi Nahdlatul Ulama di Indonesia sebagai politik kebangsaan yang merekatkan umat, bukan kepentingan kelompok," ujar Prof. Dr. Karomani, M.S.I selaku ketua pengarah panitia pembangunan.

Rencananya gedung ini akan dibuat menjadi dua lantai, dengan kontrak pembangunan selama 6 bulan. Nantinya lantai satu bisa digunakan untuk kantor dan lantai dua untuk kegiatan lainnya.
Kegiatan ini dihadiri oleh pengurus PWNU Lampung, PCNU Kota Bandar Lampung, MWCNU Rajabasa, MWCNU Natar, KMNU Unila, dan beberapa civitas akademika Universitas Lampung.

Kegiatan istighotsah dipimpin oleh Mustasyar PWNU Lampung, KH Hafidhuddin Hanief  dan Ketua MWCNU Natar Ustadz Munirul Ikhwan. Sementara doa dipimpin oleh Rais Syuriyah PCNU Kota Bandar Lampung KH Izzudin Abdussalam.

Adapun dalam istighotsah ini membaca dzikir dan shalawat nabi, karena dzikir memiliki arti mengingat terhadap Allah. Orang ketika berdzikir maka tujuan utamanya tentu mengingat terhadap Dzat yang Maha Pencipta. Dalam istighotsah kali ini membaca Ratibul Haddad. Ratib ini disusun oleh salah seorang ulama terkemuka dari Hadramaut, yakni Abdullah bin ‘Alawi bin Muhammad al-Haddad.

Fadilah (keutamaan) dari membaca ratibul haddad adalah Allah akan menjaga negaranya dari beberapa cobaan dan siksaan serta bertambahnya kekayaan, barokah dan kebaikan. Patut dipahami bagi para pembaca Ratibul Haddad bahwa tersebut tentunya tanpa memalingkan niat utama membaca Ratibul Haddad, yakni mendekatkan diri kepada Allah subhanahu wa ta’ala.
Setelah istighotsah dan doa bersama, dilakukan peletakan batu pertama oleh beberapa tokoh Nahdlatul Ulama yang hadir dimulai oleh Prof. Dr. Karomani, M.S.I.
(Dian Ramadhan)

 


Editor:

Pemerintahan Terbaru