• logo nu online
Home Warta Syiar Bahtsul Masail Keislaman Khutbah Teras Kiai Pernik Kiai Menjawab Pendidikan Opini Literasi Mitra Pemerintahan Ekonomi Tokoh Seni Budaya Lainnya
Sabtu, 4 Februari 2023

Pernik

Kisah Keberkahan Shalat Berjamaah Bagi Disabilitas Netra 

Kisah Keberkahan Shalat Berjamaah Bagi Disabilitas Netra 
doc persatuantunanetraindonesia.com
doc persatuantunanetraindonesia.com

Shalat berjamaah lima waktu sangat dianjurkan dalam Islam, terutama bagi orang-orang yang sehat jasmani dan rohaninya. 

 

Shalat berjamaah sendiri memiliki banyak keutamaan, seperti mendapatkan pahala 25/27 derajat, merekatkan hubungan sosial dan emosional bermasyarakat, dan mudah bergaul atau berkomunikasi dengan sesame muslim. 

 

Dahulu ada kisah keramat dari seorang Muslim disabilitas netra yang saleh dan rajin shalat berjamaah di masjid. Karena keistikamahan orang tersebut, sehingga Allah swt memberikan anugrah-Nya lewat Nabi Muhammad saw kepada orang tersebut.  

 

Dilansir dari Kisah Disabilitas Netra dan Mukjizat Shalat Berjamaah bahwa suatu masa terdapat seorang disabilitas netra yang begitu gemar dengan aktivitas shalat berjamaah. Ia tidak pernah meninggalkan shalat berjamaah. Ia kerap meminta siapa saja untuk mengantarkannya ke masjid. Ia pun sudah dikenal masyarakat terkait kebiasaannya dalam shalat berjamaah. 

 

Suatu hari azan berkumandang. Ia tidak menemukan orang yang dapat menuntunnya ke masjid. Hal ini tidak menghalanginya. Ia kemudian tetap berangkat ke masjid tanpa bantuan siapa pun. 

 

Di tengah jalan ia mengalami kecelakaan. Ia terperosok pada sebuah lubang di jalan. Kepalanya terluka. Ia kemudian diantar pulang oleh masyarakat. 

 

"Oh suamiku, shalat berjamaah tidak wajib bagimu dengan keadaanmu seperti ini," kata istrinya menyambut suaminya yang pulang dengan luka pada kepala. 

 

"Jika Allah mencabut pandangan mataku, sungguh Dia mengekalkan cahaya hatiku. Aku takkan berhenti untuk shalat berjamaah," jawab suaminya menyatakan sikap. 

 

Disabilitas netra diminta banyak istirahat oleh istrinya untuk masa pemulihan. Ia pun tertidur. Ia dalam mimpinya dijumpai oleh Nabi Muhammad saw. Keduanya pun terlibat percakapan atas peristiwa belakangan ini. 

 

"Mengapa kau berdebat dengan istrimu?" tanya Rasulullah saw. 

 

"Ini kulakukan demi mengikuti sunnahmu (shalat berjamaah), wahai Rasulullah," jawabnya. 

 

Nabi Muhammad saw tersenyum. Beliau saw dengan kedua tangannya yang mulia kemudian mengusap kedua mata umatnya yang malang tersebut. Alhamdulillah, dengan keberkahan Nabi Muhammad saw dan keberkahan sunnahnya, Allah mengembalikan penglihatan kedua matanya.

 

Dari kisah diatas kita bisa mengambil ibrah keberkahan dari keistikamahan shalat berjamaah di masjid. Karena dalam shalat berjamaah memiliki banyak kemanfaatan, meskipun kadang tidak terlihat oleh kita. 

 

Maka dari itu marilah kita ramaikan dan hidupkan masjid dengan shalat berjamaah 5 waktu. semoga orang yang istikamah menjalankannya selalu diberikan kesehatan jasmani maupun rohani.

 

 Hikayat ini dikutip dari Kitab Kifayatul Atqiya wa Minhajul Ashfiya karya Sayyid Bakri bin Sayyid Muhammad Syatha Ad-Dimyathi (Indonesia, Al-Haramain Jaya: tanpa tahun), halaman 45-46. Wallahu a’lam


Pernik Terbaru