• logo nu online
Home Warta Syiar Bahtsul Masail Keislaman Khutbah Teras Kiai Pernik Kiai Menjawab Pendidikan Opini Literasi Mitra Pemerintahan Ekonomi Tokoh Seni Budaya Lainnya
Senin, 5 Desember 2022

Syiar

Jumat 8 Juli 2022, Disunnahkan Puasa Tarwiyah, Ini Niat dan Keutamaannya

Jumat 8 Juli 2022, Disunnahkan Puasa Tarwiyah, Ini Niat dan Keutamaannya
ilustrasi
ilustrasi

Sejak 1 Juli 2022 lalu, kita sudah memasuki awal bulan Dzulhijjah 1443 H.  Pada tanggal 8 Dzulhijjah, atau dua hari sebelum merayakan Idul Adha, umat Islam disunnahkan melaksanakan Puasa Tarwiyah, yang bertepatan dengan Jumat, 8 Juli 2022 mendatang. 

 

Adapun keutamaan puasa tarwiyah, seperti dikutif dari Keutamaan Puasa Tarwiyah 8 Dzulhijjah  dinyatakan dalam hadist berikut: 

 

صوم يوم التروية كفارة سنة وصوم يوم عرفة كفارة سنتين 

 

Artinya : "Puasa hari Tarwiyah dapat menghapus dosa setahun. Puasa hari Arafah dapat menghapus dosa dua tahun" (HR Abus Syekh Al-Ishfahani dan Ibnun Najar). 

 

Sebagian ahli hadits mempermasalahkan riwayat hadits ini karena memuat seorang perawi yang bermasalah. Mereka menyimpulkan bahwa hadits ini tidak dapat dijadikan sandaran atau hujjah syar’iyyah.

 

Maka bila hadits tersebut tidak dapat dijadikan dasar untuk mengamalkan puasa sunnah tarwiyah, anjuran untuk mengamalkan Puasa Tarwiyah dapat ditemukan dari dalil umum sejumlah hadits yang mengajak umat Islam untuk beramal saleh terutama pada 10 hari pertama bulan Dzulhijjah.

 

Berikut ini adalah hadits riwayat Ibnu ‘Abbas ra dalam Sunan At-Tirmidzi:

 

قال رسول الله صلى الله عليه وسلم: ما من أيام العمل الصالح فيهن أحب إلى الله من هذه الأيام العشر 

 

Artinya : "Rasulullah saw bersabda, “Tiada ada hari lain yang disukai Allah swt untuk diisi dengan ibadah sebagaimana (kesukaan-Nya pada) sepuluh hari ini"  (HR At-Tirmidzi).

 

Hadits lain memperkuat anjuran amal saleh pada 10 hari pertama Dzulhijjah. Hadits berikut ini menunjukkan keutamaan amal saleh yang diriwayatkan oleh Imam Bukhari.

 

عن ابن عباس مرفوعا: "ما من أيام العمل الصالح أحب إلى الله فيهن من هذه الأيام" -يعني عشر ذي الحجة -قالوا: ولا الجهاد في سبيل الله؟ قال: "ولا الجهاد في سبيل الله، إلا رجلا خرج بنفسه وماله، ثم لم يرجع من ذلك بشيء

 

Artinya : "Dari Ibnu Abbas dengan kualitas hadits marfu'. ‘Tidak ada hari-hari di mana amal saleh lebih disukai Allah pada hari itu dari pada hari-hari ini, maksudnya sepuluh hari Dzulhijjah. Kemudian para sahabat bertanya, Bukan pula jihad, ya Rasulullah? Rasul menjawab, “Tidak pula jihad di jalan Allah kecuali seorang lelaki yang keluar membawa diri dan hartanya kemudian ia pulang tanpa membawa apa-apa lagi” (HR Bukhari).

 

Dari berbagai keterangan ini, ulama dari Mazhab Syafi’i menganjurkan umat Islam untuk mengisi 10 hari pertama Dzulhijjah dengan amal saleh, termasuk puasa sunnah tarwiyah 8 Dzulhijjah. 

 

Keterangan ini dapat kita lihat dari pernyataan  Syekh M Nawawi Banten berikut: 

 

والثامن صوم الثمانية أيام قبل يوم عرفة سواء في ذلك الحاج وغيره 

 

Artinya : "(Kedelapan) puasa delapan hari sebelum hari Arafah (dianjurkan) bagi mereka yang sedang melaksanakan ibadah haji maupun mereka yang tidak melaksanakan ibadah haji". (Syekh M Nawawi Banten, Kitab Nihayatuz Zain, [Bandung, Al-Maarif: tanpa tahun], halaman 197). 

 

Dalam menjalankan puasa tarwiyah, tentu diwajibkan niat terlebih dahulu di waktu malam hari sebelumnya hingga menjelang waktu Subuh pada hari tersebut.

 

Adapun niat Puasa Tarwiyah sebagaimana NU Online dalam Ini Lafal Niat Puasa Tarwiyah 8 Dzulhijjah

 


 نَوَيْتُ صَوْمَ غَدٍ عَنْ أَدَاءِ سُنَّةِ يَوْمِ التَّرْوِيَةِ لِلهِ تَعَالَى
 
 

Nawaitu shauma ghadin ‘an adā’i sunnati yaumit tarwiyah lillâhi ta‘ālā. 

 

Artinya : Aku berniat puasa sunnah Tarwiyah esok hari karena Allah swt.


Syiar Terbaru