• logo nu online
Home Warta Syiar Bahtsul Masail Keislaman Khutbah Teras Kiai Pernik Kiai Menjawab Pendidikan Opini Literasi Mitra Pemerintahan Ekonomi Tokoh Seni Budaya Lainnya
Sabtu, 18 Mei 2024

Pernik

Ingin Sehat dan Cerdas bagi Remaja Perempuan? Berikut Solusinya

Ingin Sehat dan Cerdas bagi Remaja Perempuan? Berikut Solusinya
Ilustrasi perempuan (Foto: NU Online)
Ilustrasi perempuan (Foto: NU Online)

Banyak masyarakat umum yang kurang menyadari pentingnya zat besi bagi tubuh terutama bagi remaja perempuan dan ibu hamil. Mengapa zat besi diperlukan bagi remaja perempuan, karena remaja perempuan mengalami menstruasi setiap bulannya selama kurang lebih satu minggu, akibatnya terjadi kehilangan zat besi sebanyak 1 sampai 1,5 gram setiap kali menstruasi atau perdarahan.


Adanya kehilangan zat besi tersebut menyebabkan remaja perempuan rentan mengalami anemia. Untuk angka kejadian anemia di Indonesia pada remaja pria sebesar 12 persen sedangkan pada remaja putri 23 persen (Kemenkes 2023). Penyebab utamanya adalah anemia defisiensi besi atau kekurangan zat besi.  


Anemia adalah suatu kondisi ketika darah tidak memiliki sel darah merah yang mencukupi kebutuhan tubuh. Anemia yang disebabkan oleh kurangnya sel darah merah atau sel darah merah yang tidak berfungsi di dalam tubuh.


Hal ini menyebabkan kurangnya sel darah yang mengangkut oksigen ke seluruh tubuh. Sedangkan oksigen sangat diperlukan oleh tubuh untuk proses salah satunya aktivitas sehari hari dan proses berpikir.


Bagaimanakah tanda-tanda  anemia  itu? apabila seseorang mengalami anemia maka tanda tandanya adalah pada seluruh tubuh mengalami kelelahan, kepala terasa ringan, malaise atau pusing. Pada Jantung dapat terjadi denyut jantung cepat atau jantung berdetak lebih cepat (palpitasi), pada kuku menjadi rapuh dan berwarna suram, napas pendek, bibir dan kelopak mata pucat.


Anemia pada remaja dapat berdampak pada penurunan imunitas (mudah sakit), penurunan konsentrasi belajar, kebugaran remaja dan produktivitas. 


Khususnya pada remaja perempuan akan berdampak lebih serius mengingat mereka adalah calon para ibu yang akan hamil dan melahirkan bayi. Meningkat risiko kematian ibu, kelahiran bayi prematur serta berat bayi baru lahir rendah (BBLR) 


Anemia dapat dicegah dengan mengkonsumsi makanan tinggi protein, asam folat, vitamin A, Vitamin C dan zink serta minum obat tambah darah atau zat besi 


Zat besi merupakan bahan makanan mineral yang yang baik untuk menunjang daya tahan tubuh, serta mencegah dan mengatasi anemia. Oleh karena itu asupan zat besi harus selalu terpenuhi mengingat banyak sekali kegunaan bagi tubuh khususnya remaja putri . 


Manfaat zat besi untuk tubuh 

Pertama, mengatasi anemia 

Manfaat zat besi yang paling penting adalah mencegah sekaligus mengatasi anemia. Karena zat besi berperan penting dalam pembentukan hemoglobin. Ini adalah protein pada sel darah merah yang membawa oksigen dari paru-paru ke seluruh tubuh.


Tanpa hemoglobin yang cukup kondisi ini dapat menyebabkan anemia defisiensi besi yang memicu beragam gejala seperti kelelahan, pusing, sesak napas, sakit kepala, dan jantung berdebar 


Kedua, menjaga kinerja fungsi otot

Tidak hanya berperan dalam prmbentukan hemoglobin, zat besi juga adalah komponen penting dari myoglobin, yaitu protein yang membantu suplai oksigen ke otot. Sehingga otot tetap berfungsi dan bekerja secara optimal, dengan kata lain remaja yang tidak anemia tidak mudah lelah, letih, lesu dan lunglai dalam melakukan kegiatan sehari hari seperti sekolah, olah raga, dan sebagainya .


Ketiga, meningkatkan daya tahan tubuh

Manfaat zat besi selanjutnya yang tidak kalah penting adalah meningkatkan kinerja sistem kekebalan tubuh. Dengan imunitas yang baik tubuh tetap sehat dan tidak mudah terserang berbagai penyakit infeksi. Penyakit infeksi yang sering dialami oleh remaja di antaranya yaitu flu disertai deman yang dapat menyebabkan aktivitas kegiatan remaja menjadi terganggu dan produktivitas menurun. 


Keempat, menjaga kesehatan fungsi otak 

Beberapa penelitian menyebutkan bahwa rendahnya kadar zat besi dalam tubuh bisa menurunkan kemampuan konsentrasi dan daya ingat seseorang. Oleh sebab itu, penting untuk mencukupi kadar zat besi dalam jumlah yang cukup agar kesehatan otak tetap terjaga  dan berfungsi dengan baik. Dalam hal ini orang tua dan remaja perempuan sendiri wajib mengetahui bagaimana asupan tablet besi  agar  prestasi akademiknya tidak menurun karena terjadi anemia.


Kelima, mengurangi gejala sindrom kaki gelisah 

Munculnya gejala sindrom kaki gelisah atau penyakit Willis Ekbom juga sering dikaikan dengan kekurangan nutrisi tertentu dan salah satunya adalah zat besi. Untuk mengatasi kondisi tersebut dokter akan menganjurkan konsumsi suplemen zat besi.


Keenam, mencegah risiko kelahiran prematur

Zat besi juga termasuk salah satu mineral penting bagi ibu hamil. Hal ini karena kekurangan kadar zat besi pada ibu hamil diketahui bisa meningkatkan risiko terjadinya bayi lahir premature atau lahir sebelum usia kehamilan 37 minggu. 


Juga menyebabkan berat badan rendah (bayi dengan berat di bawah 2500 gram dengan usia kehamilan yang cukup bulan). Bayi premature dan BBLR merupakan kondisi yang berisiko tinggi menyebabkan bayi mudah sakit dan meninggal.  Oleh karena itu, penting bagi ibu hamil untuk memenuhi asupan zat besi yang cukup.


Ketujuh, mengoptimalkan perkembangan kognitif anak

Tak hanya untuk ibu hamil, manfaat zat besi untuk anak juga tak kalah penting. Beberapa penelitian menyebutkan bahwa zat besi memiliki peranan penting dalam perkembangan otak. Sehingga dapat mengoptimalkan perkembangan kognitif anak yang pastinya  berlanjut ke masa remaja. Sebaliknya kekurangan zat besi pada anak dapat berdampak negatif pada kecerdasan, kemampuan bicara dan berbahasa maupun perilaku anak. 


Cara memenuhi kebutuhan zat besi dengan tepat 

Salah satu cara efektif untuk memenuhi kebutuhan zat besi dalam tubuh adalah dengan mengonsumsi beragam makanan mengandung protein hewani  dan  zat besi. Beberapa makanan yang bisa dikonsumsi meliputi daging merah, dan aneka makan laut, sayuran hijau seperti bayam, daun jambu monyet, daun ubi,  serta biji-bijian, dan kacang kacangan. 


Meski demikian, seorang remaja direkomendasikan oleh Kementerian Kesehatan RI sebanyak 15 mg perhari. Apabila kebutuhan zat besi ini tidak bisa terpenuhi dari makanan, suplemen zat besi dapat dikonsumsi untuk mencegah kekurangan zat besi. 


Manfaat zat besi untuk kesehatan, terutama kesehatan remaja perempuan yang kelak menjadi seorang calon ibu hamil sangat penting. Untuk itulah perlu digiatkan di sekolah sekolah dan perguruan tinggi dalam rangka mempersiapkan generasi yang unggul,  sehat dan cerdas. 


Selain itu, konsumsi makanan yang protein tinggi (daging, ikan telur) serta minum obat tambah darah tidak bersamaan teh atau kopi karena dapat menambat penyerapan zat besi di dalam usus. 


Yeyen Putriana, Dosen Politeknik Kesehatan Tanjung Karang


 


Pernik Terbaru