• logo nu online
Home Warta Syiar Bahtsul Masail Keislaman Khutbah Teras Kiai Pernik Kiai Menjawab Pendidikan Opini Literasi Mitra Pemerintahan Ekonomi Tokoh Seni Budaya Lainnya
Jumat, 12 April 2024

Syiar

3 Amalan Utama pada Sepuluh Hari Akhir Ramadhan

3 Amalan Utama pada Sepuluh Hari Akhir Ramadhan
Amalan Utama pada Sepuluh Hari Akhir Ramadhan (Ilustrasi: NU Online)
Amalan Utama pada Sepuluh Hari Akhir Ramadhan (Ilustrasi: NU Online)

Tak terasa kita akan segera memasuki sepuluh hari terakhir pada bulan Ramadhan ini. Pada sepuluh hari terakhir ini sebagian besar umat Islam akan memperbanyak ibadah, karena pada salah satu malam di sepuluh hari terakhir itu diyakini akan datangnya malam kemuliaan, lailatul qadar.


Sebagaimana kita ketahui, beribadah pada malam lailatul qadar setara dengan beribadah selama seribu bulan, atau 83 tahun. Rasulullah semasa hidupnya selalu memperbanyak ibadah di malam-malam tersebut.


Dalam sebuah hadits, ‘Aisyah ra dijelaskan, “Ketika memasuki sepuluh akhir Ramadhan, Nabi fokus beribadah, mengisi malamnya dengan ibadah, dan membangunkan keluarganya untuk ikut ibadah” (HR Al-Bukhari).


Saking besar keutamaannya, para ulama sangat menganjurkan untuk memperbanyak ibadah pada sepuluh akhir Ramadhan. Zainuddin Al-Malibari dalam Fathul Mu’in menjelaskan, ada tiga amalan utama yang dapat dilakukan pada sepuluh akhir Ramadhan.


Pertama, memperbanyak sedekah. 


Mencukupi kebutuhan keluarga, dan berbuat baik kepada karib-kerabat dan tetangga. Bila memiliki kelebihan dan kecukupan, kita dianjurkan untuk menyediakan buka puasa semampunya bagi orang yang puasa, meskipun sekadar memberi segelas air.


Kedua, memperbanyak membaca Al-Qur’an. 

Membaca Al-Qur’an disunnahkan pada semua waktu. Imam An-Nawawi menjelaskan, membaca Al-Qur’an di akhir malam lebih baik ketimbang awal malam dan membaca Al-Qur’an yang paling baik di siang hari adalah setelah shalat subuh. Abu Bakar Syatha menambahkan, membaca Al-Qur’an di malam hari lebih utama daripada siang hari karena lebih fokus.


Ketiga, memperbanyak i’tikaf. 

Hal ini sesuai dengan kebiasaan Rasulullah yang meningkatkan ibadah dengan cara beri’tikaf di masjid pada sepuluh akhir Ramadhan dengan penuh kesungguhan hati.


Ketiga amalan seperti dilansir dari NU Online ini dilakukan di akhir Ramadhan demi mengharapkan ridha Allah swt serta berharap bertemu dengan malam kemuliaan lailatul qadar. Beramal pada malam ini lebih baik dibandingkan beramal pada malam di bulan-lain lainnya. Semoga Allah mengabulkan harapan kita untuk mendapatkan malam lailatul qadar.

(Ila Fadilasari)


Syiar Terbaru