• logo nu online
Home Warta Syiar Bahtsul Masail Keislaman Khutbah Teras Kiai Pernik Kiai Menjawab Pendidikan Opini Literasi Mitra Pemerintahan Ekonomi Tokoh Seni Budaya Lainnya
Kamis, 26 Mei 2022

Pernik

Muktamar Ke-34 NU

Tiga Hal Viral Saat Muktamar Ke-34 NU di Lampung

Tiga Hal Viral Saat Muktamar Ke-34 NU di Lampung
Foto saat Sidang Pleno 4 di GSG Unila
Foto saat Sidang Pleno 4 di GSG Unila

Bandar Lampung, NU Online Lampung
Muktamar NU yang digelar pada 22-24 Desember 2021 lalu, telah berlangsung dengan lancar dan sukses. Dari perhelatan tertinggi NU itu menyisakan hal unik, terutama ketika sidang pleno 4 di Gedung Serba Guna Universitas Lampung (Unila). 

 

Pertama, sidang pleno yang dimulai Kamis malam hingga Jumat pagi itu menyebabkan muktamirin shalat subuh di Gedung Serba Guna Unila. Karena cukup ramainya jamaah ketika shalat, salah satu peserta sidang pleno tertukar sandalnya. 

 

Hal ini pun diumumkan melalui mikrofon saat rekapitulasi Pemilihan Ketua Umum  PBNU putaran pertama yang disiarkan langsung oleh TVNU dan TV9. Sontak hal tersebut pun membuat muktamirin yang sedang tegang menunggu hasil rekapitulasi pun menjadi tertawa. 

 

Tidak hanya muktamirin yang secara langsung menghadiri di GSG Unila, namun yang menyaksikan via youtube pun menjadi rileks akan adanya pengumuman tentang sandal tersebut. Hal ini pun menjadi viral di media sosial yang menjadi salah satu paradigma bahwa NU tetap dengan berbagai jokes atau leluconnya.

 

Ketua PBNU terpilih, KH Yahya Cholil Staquf,  dalam akun twitternya mengatakan, "Sandal yang tertukar, Muktamar dengan gembira bukan hanya kata-kata, di keheningan penghitungan suara tiba-tiba ada pengumuman sandal yang hilang."

 

Usut punya usut ternyata sandal yang tertukar tersebut adalah milik KH Imam Kahfi, Wakil Ketua PW LAZISNU Lampung, yang berasal dari Tulang Bawang Barat.

 

Hal kedua yang viral dalam Muktamar Ke-34 NU di Lampung adalah setelah selesainya pemungutan suara dan rekapitulasi, berbagai media dan ucapan disampaikan kepada Gus Yahya sebagai Ketua Umum PBNU terpilih. 

 

Namun ada salah satu media Jawa Barat, Berita Subang, yang membuat berita dengan judul "Buya Yahya Terpilih Menjadi Ketua NU, Puan Maharani Sampaikan Selamat: Semoga Bawa Maslahat Untuk Umat."

 

Berita tersebut menampilkan foto Buya Yahya, yang memiliki  nama asli Yahya Zainul Ma'arif. 

 

Padahal Ketua Umum PBNU yang benar adalah Yahya Cholil Staquf. Hal ini memunculkan berbagai tanggapan, di antaranya adalah dari Kiai Ulil Abshar Abdalla yang mengatakan, "Bagian dari Muktamar NU, setelah sandal tertukar, Ketum pun tertukar," melalui akun media sosial twitternya.

 

Hal itu pun mendapat tanggapan dari akun twitter NU Garis Lucu yang mentwit, "Maaf meluruskan, kakak wartawan. Jadi yang benar adalah Yahya Waloni," tulisnya.

 

Namun berita tersebut telah diperbaiki oleh pihak redaksi Berita Subang, dengan memasang foto yang benar dan memberikan catatan permohonan maaf kepada keluarga besar Nahdlatul Ulama.

 

Sedangkan hal ketiga yang viral adalah ketika panitia memanggil secara bergiliran peserta muktamar, untuk memberikan suaranya dalam pemilihan tersebut. Semua yang hadir menjadi terkejut, ketika nama si peserta dipanggil. 

 

"Haji Muhammad Golkar. "

 

Setelah dibaca kembali, ternyata benar namanya adalah H Muhammad Golkar Arifuddin yang mewakili Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama Kabupaten Timur Tengah Selatan. 

 

Mungkin banyak juga yang baru mengetahui bahwa di Indonesia juga ada Timur Tengah namun ditambahi selatan.  Kabupaten Timur Tengah Selatan berada di Provinsi Nusa Tenggara Timur yang pada tahun 2020 kabupaten ini memiliki penduduk sebanyak 469.588 jiwa dengan kepadatan 119 jiwa/km². 

(Dian Ramadhan)


Pernik Terbaru