• logo nu online
Home Warta Syiar Bahtsul Masail Keislaman Khutbah Teras Kiai Pernik Kiai Menjawab Pendidikan Opini Literasi Mitra Pemerintahan Ekonomi Tokoh Seni Budaya Lainnya
Senin, 5 Desember 2022

Pernik

Sekura, Pesta Topeng Saat Lebaran di Lampung Barat

Sekura, Pesta Topeng Saat Lebaran di Lampung Barat
Pesta Sekura memeriahkan hari raya Odul Fitri di Lampung Barat
Pesta Sekura memeriahkan hari raya Odul Fitri di Lampung Barat


Sudah menjadi tradisi di masyarakat Lampung Barat, nuansa lebaran Idul Fitri dimeriahkan dengan Pesta Sekura atau sering disebut Sekuraan. Tradisi turun temurun yang sempat ditiadakan selama dua tahun kemarin karena pandemi Covid-19, pada Idul Fitri kali ini diadakan kembali.  


Kegembiraan pun menyeruak di kalangan masyarakat Lampung Barat, karena bisa merayakan Idul Fitri seperti biasanya.  Pesta Sekura selalu dilaksanakan di pusat-pusat desa, rumah-rumah adat atau tempat keramaian.


Sekura adalah orang-orang yang mengenakan topeng yang disertai dengan atribut yang mendukung. Ada dua macam sekura, yaitu sekura betik (baik/bagus) dan sekura kamak (kotor). 


Sekura betik mengenakan topeng dan kostum yang bersih dan elegan. Menggunakan kacamata gelap dan penutup kepala. Biasanya dikombinasikan dengan pakaian khas adat Lampung. 


Sedangkan sekura kamak,  mengenakan topeng dengan yang disertai dengan atribut bahan kayu, potongan karung, dan aneka tumbuh-tumbuhan yang disematkan ke seluruh tubuh. Penampilan dan tingkah polah mereka dibuat sangat unik dan lucu.


Sekuraan yang melibatkan ribuan masyarakat itu adalah bentuk kegembiraan masyarakat Lampung Barat dalam merayakan Idul Fitri dengan saling bersilaturahim dan mengenakan atribut yang unik tersebut.  Tentu saja dimaksudkan untuk menghibur.


Pesta itu dimeriahkan juga dengan penampilan berbagai jenis kesenian khas Lampung, seperti pencak silat, menari, berpantun, hingga panjat pinang.


Lebaran Idul Fitri 1443 H tahun ini, ada 16 pekon (desa) yang menggelar Pesta Sekura. Pada 1 Syawal sekura digelar di Pekon Sebarus Kecamatan Balik Bukit dan Pekon Muara Jaya II Kecamatan Kebun Tebu.  Pada 2 Syawal, sekura digelar di Pekon Kenali Kecamatan Belalau, Pekon Way Mengaku Kecamatan Balik Bukit, Pekon Sukabumi Kecamatan Batubrak, Pekon Padang Dalom Kecamatan Balikbukit, dan Pekon Muara Jaya II Kecamatan Kebuntebu.


Kemudian 3 Syawal sekura diadakan di Kutabesi Kecamatan Batubrak, Pekon Hujung Kecamatan Belalau,dan Pekon Sukarami Kecamatan Balik Bukit. Pada 4  Syawal sekuraan dilaksanakan di Pekon kegeringan Kecamatan Batubrak dan Pekon Sebarus Kecamatan Balik Bukit.


Lalu 5 Syawal sekuraan dilaksanakan di Pekon Balak Kecamatan Baturak, Pekon Bakhu Kecamatan Batuketulis dan Pekon Negeriratu Kecamatan Batubrak. Terakhir 6 Syawal, sekura diadakan di Pekon Canggu Kecamatan Batubrak.


“Sekura kali ini terasa sangat berbeda, seperti luapan kegembiraan setelah dua tahun tidak diadakan karena pandemi Covid-19. Seluruh kalangan masyarakat tua muda hingga anak-anak ikut menyaksikan pesta sekura hingga jalan raya menjadi macet sejak pagi,” kata Hardiawan, salah satu sekura kamak kepada NU Online Lampung, Kamis (05/5/2022).


Tokoh masyarakat Lampung Barat, Zulkarnain Zubairi mengatakan,  seni sekura itu sudah ada sejak awal masuknya agama Islam.  “Tidak jelas dimulai tahun berapa, tapi Islam menyebar di Lampung Barat sekitar abad ke-13. Sehingga diperkirakan sekuraan ini sudah ada sejak abad ke-13,” katanya.


Yang jelas, selain sebagai rasa syukur selesai melaksanakan ibadah puasa Ramadhan sebulan penuh dan merayakan Idul Fitri, pesta topeng ini juga adalah melestarikan budaya leluhur, yang sudah turun temurun.   Tentu saja sebagai hiburan bagi masyarakat dari perantauan yang tengah mudik lebaran di kampung halaman. (Ila Fadilasari)


Editor:

Pernik Terbaru