NU Lampung Ketuk Pintu Langit untuk Keamanan dan Kedamaian Indonesia
Ahad, 31 Agustus 2025 | 21:18 WIB
Muhammad Faizin
Penulis
Bandar Lampung, NU Online Lampung Pengurus Wilayah Nahdlatul Ulama (PWNU) Lampung bersama Pemerintah Provinsi Lampung menggelar istighotsah dan doa bersama yang dipusatkan di Pondok Pesantren Madarijul Ulum, Bandar Lampung, Ahad (31/8/2025) malam.
Kegiatan yang dilaksanakan secara Online ini juga dihadiri jajaran pengurus NU se Lampung, para ulama, kiai, santri, Gubernur Lampung Rahmat Mirzani Djausal, serta Kapolda Lampung.
Ketua PWNU Lampung, H. Puji Raharjo, mengatakan bahwa upaya menjaga keamanan dan ketertiban di masyarakat tidak cukup hanya dengan ikhtiar lahiriah. Menurutnya, bangsa Indonesia, khususnya Provinsi Lampung, membutuhkan doa dan pertolongan Allah SWT agar tetap selamat, damai, dan terhindar dari berbagai ujian yang dihadapi.
“Malam hari ini kita bersama-sama mengetuk pintu langit agar bangsa dan negara kita, khususnya Provinsi Lampung, diberi keselamatan. Upaya lahiriah sudah dilakukan, tetapi itu saja tidak cukup. Kita memohon kepada Allah agar apa yang kita hadapi dapat dilalui dengan baik, dengan aman, dan Insyaallah membawa kebaikan di masa yang akan datang,” ujarnya.
Sementara itu, Gubernur Lampung Rahmat Mirzani Djausal dalam menekankan pentingnya persatuan dan doa dalam menjaga kokohnya bangsa dan daerah.
“Indonesia lahir dari kebersamaan, tumbuh dari perbedaan, dan Provinsi Lampung berdiri kokoh karena persatuan. Persatuan ini lahir dari doa para pejuang dan ulama yang berkorban demi kemerdekaan," katanya.
"Hari ini kita melanjutkan doa itu, doa untuk persatuan, kesejahteraan, dan agar bangsa serta provinsi kita selalu berdiri kokoh,” jelasnya pada Istighotsah yang dipimpin oleh Rais Syuriyah PWNU KH Shadiqul Amin.
Rahmat menyoroti dinamika politik nasional akhir-akhir ini. Menurutnya, masih banyak anak-anak muda, mahasiswa, dan generasi bangsa yang peduli terhadap keadaan negara dengan menyuarakan aspirasi mereka. Hal itu merupakan tanda kepedulian, meski di sisi lain dinamika tersebut juga menimbulkan gesekan di beberapa daerah, bahkan hingga memakan korban jiwa.
“Kami sudah berdiskusi dengan Kapolda bagaimana agar situasi tetap terkendali, aman, dan damai. Namun ikhtiar itu tidak akan berjalan tanpa bantuan para kiai, ulama, tokoh masyarakat, dan tentu doa dari semuanya. Ikhtiar sebesar apa pun tidak akan berarti tanpa doa, karena hanya Allah yang memberi pertolongan,” tambahnya.
Ia menegaskan bahwa seluruh energi masyarakat seharusnya tidak terbuang untuk konflik, tetapi disatukan demi membangun Lampung yang lebih maju.
“Kita butuh energi besar untuk membangun, untuk bangkit, dan menjadikan Lampung lebih baik. Energi itu harus kita simpan dan gunakan untuk pembangunan, bukan perpecahan. Karena itu, kita butuh persatuan, kedamaian, dan ketentraman,” tegasnya.
Rahmat berharap doa-doa yang dipanjatkan para ulama, santri, dan masyarakat akan membawa Lampung menuju masa depan yang lebih baik, penuh cinta, serta mampu menjaga persatuan dan perdamaian.
Terpopuler
1
Prihatin pada Meninggalnya Affan Kurniawan, Ini Seruan Ketua PWNU Lampung
2
Jurnalis Muda Madrasah Ini Sabet Juara 1 Photo Competition 2025 Provinsi Lampung
3
Belasungkawa Wafatnya Affan Kurniawan, Ketum MUI Lampung Ajak Masyarakat Tetap Jaga Kondusifitas
4
Amnesty Sebut Tindakan Polisi Lindas Ojol hingga Tewas adalah Brutal dan Langgar HAM
5
Pelantikan PC GP Ansor Periode 2025-2029, Ketua PCNU Pringsewu: Mari Perkuat 3 Konsolidasi Ini
6
Lafal Bacaan Doa Nabi Ibrahim untuk Keamanan Negeri
Terkini
Lihat Semua