• logo nu online
Home Warta Syiar Bahtsul Masail Keislaman Khutbah Teras Kiai Pernik Kiai Menjawab Pendidikan Opini Literasi Mitra Pemerintahan Ekonomi Tokoh Seni Budaya Lainnya
Jumat, 1 Maret 2024

Pernik

Berbagai Golongan Umat Islam, Kelompok Mayoritas Jaminan Keselamatan

Berbagai Golongan Umat Islam, Kelompok Mayoritas Jaminan Keselamatan
Berbagai Golongan Umat Islam, Kelompok Mayoritas Jaminan Keselamatan (Foto: NU Online)
Berbagai Golongan Umat Islam, Kelompok Mayoritas Jaminan Keselamatan (Foto: NU Online)

Belakangan fenomena aliran-aliran sempalan dari umat Islam cukup meresahkan masyarakat Indonesia, seperti Islam Ahmadiyah, dan semisalnya. Dan baru-baru ini masyarakat Indonesia dihebohkan dengan sosok Panji Gumilang Pimpinan Pondok Pesantren Al-Zaytun, Kabupaten Indramayu, Jawa Barat. 


Sosok tersebutlah yang memiliki ajaran boleh ibadah haji tidak meski berangkat ke Tanah Suci Makkah. Hal ini tentu sangat bertentangan dengan IsIam yang diajarkan Nabi Muhammad saw, bahwa Ibadah haji merupakan rangkaian ibadah yang dilaksanakan pada tempat-tempat tertentu. 


Ibadah haji seperti sa’i, wukuf di Arafah, dan melempar jumroh merupakan aktivitas yang hanya bisa dilakukan di Tanah Suci Makkah. 


Ajaran lainnya seperti menganjurkan wajib jihad dengan bersedekah meski harus menghalalkan segala cara. Hal tersebut sebagaimana penjelasan dan pengakuan dari oknum yang pernah terdoktrin oleh ajaran Pondok Pesantren Al-Zaytun.


Dalam literatur kitab-kitab hadits, Nabi Muhammad saw, pernah bersabda mengenai kelompok umat Islam


عن النبي صلى الله عليه وسلم في الحث على اتباع الجماعة والسواد الأعظم، والرغبة عن السنة اعتقاد أهل السنة والجماعة


Artinya: Dari Nabi saw, dalam mendesak untuk mengikuti kelompok dan mayoritas terbesar,  dan ancaman berpisah dengan kelompok. 


Dalam hadits dijelaskan:


عوف بن مالك قال: قال رسول الله صلى الله عليه وسلم: افترقت اليهود على إحدى وسبعين فرقة، وافترقت النصارى على اثنتين وسبعين فرقة، والذي نفسي بيده لتفترقن أمتي على ثلاث وسبعين فرقة، فواحدة في الجنة واثنتان وسبعون في النار. قيل: يا رسول الله من هم؟، قال: "الجماعة"


Artinya: Dari Auf  bin Malik, ia berkata: Nabi saw bersabda: umat Yahudi terpecah menjadi tujuh puluh satu golongan, dan Nasrani terpecah menjadi tujuh puluh dua golongan. Jiwaku, bangsaku akan terpecah menjadi tujuh puluh tiga sekte, satu di surga dan tujuh puluh dua di neraka. Dikatakan: Wahai Rasulullah, siapakah mereka? Nabi Muhammad saw menjawab: “Al-Jamaah” (HR Imam al-Tirmidzi).


Pokok kandungan dari hadits di atas bahwa Nabi Muhammad saw, sudah menjamin kelak akhir zaman banyak sekte-sekte baik dari agama Islam ataupun dari agama lain. Semuanya merasa paling benar, maka, Rasulullah menegaskan kepada umat Islam agar berpedoman kepada kelompok mayoritas. 


Sementara, konteks umat Islam di Indonesia yaitu organisasi masyarakat (ormas) terbesar dan banyak diikuti oleh mayoritas penduduk Muslim Indonesia adalah Ahlussunnah wal Jama’ah Al-Nahdliyyah atau Nahdlatul Ulama. 


Organisasi ini diikuti oleh para ulama-ulama karismatik yang memiliki keilmuan yang luas, memiliki akhlakul karimah (keteladanan) bagi umat, mengayomi seluruh lapisan masyarakat, dan agama. 


Dalam berdakwah memiliki prinsip merangkul tidak memukul serta mengayomi tidak mencaci, seperti Maulana Habib Lutfi Pekalongan,  KH Bahauddin Nur Salim Yogyakarta, Abuya Muhtadi Banten dan sebagainya. Mereka semua ulama-ulama mayoritas yang patut dijadikan teladan. 


Sudah semestinya bagi kita, sesuai hadits Nabi Muhammad saw, untuk waspada dan berhati-hati. Agar tidak termasuk dalam kelompok-kelompok sempalan atau minoritas yang memiliki ajaran dapat mengikis keislaman dan keimanan kita. 


Rifai Aly, Kader Penggerak NU Pejuang Ideologi Aswaja An-Nahdliyah
 


Pernik Terbaru