• logo nu online
Home Warta Syiar Bahtsul Masail Keislaman Khutbah Teras Kiai Pernik Kiai Menjawab Pendidikan Opini Literasi Mitra Pemerintahan Ekonomi Tokoh Seni Budaya Lainnya
Jumat, 12 April 2024

Opini

Ingin Dapatkan Lailatul Qadar, Tingkatkan Ibadah di Sepuluh Hari Terakhir Ramadhan

Ingin Dapatkan Lailatul Qadar, Tingkatkan Ibadah di Sepuluh Hari Terakhir Ramadhan
Dekan FDIK UIN Raden Intan, KH Abdul Syukur (Foto: Istimewa)
Dekan FDIK UIN Raden Intan, KH Abdul Syukur (Foto: Istimewa)

Kapan waktu terjadinya Lailatul Qadar tak ada satupun umat Islam yang mengetahuinya secara tepat dan pasti. Tidak ada yang tahu secara pasti kapan malam Lailatul Qadar itu terjadi. 


Namun demikian, Nabi Muhammad saw, sendiri menyarankan kepada umat Islam untuk terus memburu, dan berusaha untuk mendapatkan Lailatul Qadar. Mengapa Lailatul Qadar banyak dinanti, diharap, diburu oleh umat Islam? 


Ada beberapa hadits Nabi yang menyarankan agar umat Islam selalu mengusahakannya pada sepuluh malam terakhir Ramadhan untuk memperbanyak ibadah secara sungguh-sungguh, ikhlas, sabar, tawakal dan penuh semangat memohon, berdoa kepada Allah untuk meraih dan mendapatkan Lailatul Qadar. 


Begini rincian pada malam-malam ganjil 10 malam terakhir Ramadhan, berdasarkan dalil hadits nabi, di antaranya yakni: 


تَحَرَّوْا لَيْلَةَ الْقَدْرِ فِي الْوِتْرِ مِنَ الْعَشْرِ الْأَوَاخِرِ مِنْ رَمَضَانَ


Artinya: Carilah Lailatul Qadar pada malam ganjil di sepuluh malam terakhir Ramadhan (HR Bukhari, dari Sanad hadits dari Aisyah ra).


Hadits ini menunjukkan bahwa Lailatul Qadar terjadi di malam ganjil sepuluh hari akhir Ramadhan. Bahkan, hadits lain menjabarkan hitungan malam-malam ganjil di akhir sepuluh Ramadhan. Pernah dijabarkan oleh sanad hadits bernama Abu Sa’id al-Khudri, hadits riwayat Imam Muslim berbunyi:


إِذَا مَضَتْ وَاحِدَةً وَعِشْرُونَ فَالَّتِي تَلِيهَا ثِنْتَيْنِ وَعِشْرِينَ وَهِيَ التَّاسِعَةُ فَإِذَا مَضَتْ ثَلاَثَ وَعِشْرُونَ فَالَّتِي تَلِيهَا السَّابِعَةَ فَإِذَا مَضَى خَمْسٌ وَعِشْرُونَ فَالَّتِي تَلِيهَا الْخَامِسَة


Artinya: Apabila telah berlalu malam 21, maka yang berikutnya adalah malam 22, itulah malam 9 (yang tersisa). Apabila berlalu malam 23, maka yang berikutnya (malam 24) adalah malam 7 (yang tersisa). Apabila telah berlalu malam 25, maka yang berikutnya (malam 26) adalah malam 5 (yang tersisa) (HR Muslim).


Terdapat dua cara menjabarkan hitungan malam-malam ganjil di sepuluh akhir Ramadhan. Yaitu dihitung dari depan dan belakang. Hitungan dari depan, maka kita akan menemukan malam ke-21, 23, 25, 27, dan 29. Namun, jika hitungan dari belakang, maka hitungannya menjadi 9, 7, 5, 3, dan 1 sisa hari yang tersisa di malam akhir Ramadhan.


Untuk memprediksi terjadinya Lailatul Qadar bagi kaum Muslim yang ingin mendapatkan malam yang lebih baik daripada 1000 bulan, berikut ini hitungan malam-malam ganjil pada Ramadhan 1445 H/April 2025 M yaitu: 


Malam ke-21: Senin (1 April 2024), Malam ke-23: Rabu (3 April 2024), Malam ke-25: Jumat (5 April 2024), Malam ke-27: Ahad (7 April 2024), Malam ke-29: Selasa (9 April 2024). Diprediksi Rabu, 10 April 2024 jatuh 1 Syawal 1445 H (Idul Fitri).


Bagi umat Islam yang ingin mendapatkan Lailatul Qadar, agar memperbanyak ibadah di siang hari dan malam hari. Juga giat dengan sungguh-sungguh untuk mendapatkan Lailatul Qadar dengan jalan dan cara istiqamah melakukan amalan ibadah shalat tarawih, i’tikaf di masjid, baca Al-Quran, berdoa kepada Allah, dan bersedekah. Adapun penjelasannya sebagai berikut


1. Sempurnakan puasa

Bulan Ramadhan memiliki ciri khas utamanya adalah kewajiban berpuasa bagi mukallaf yang memenuhi syarat dan rukun puasa (QS Al-Baqarah: 183-184), maka sempurnakan bilangan atau hari-hari selama Ramadhan (QS Al-Baqarah: 185). Sempurnakan puasa Ramadhan agar kita mendapatkan Lailatul Qadar.


2. Istiqamah shalat tarawih

Setelah kita mendirikan shalat Isya dengan sunnah qabliyah dan ba'diyah Isya, dilanjutkan dengan mendirikan Shalat Tarawih. Sahabat Nabi bernama An-Nu’man bin Basyir pernah menceritakan tentang Shalat Tarawih bersama Rasulullah saw pada malam sepuluh terakhir Ramadhan.


قُمْنَا مَعَ رَسُولِ اللهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ فِي شَهْرِ رَمَضَانَ لَيْلَةً ثَلَاثٍ وَعِشْرِينَ إِلَى ثُلُثَ اللَّيْلِ الْأَوَّلِ، ثُمَّ قُمْنَا مَعَهُ لَيْلَةَ خَمْسٍ وَعِشْرِينَ إِلَى نِصْفِ اللَّيْلِ، ثُمَّ قُمْنَا مَعَهُ لَيْلَةَ سَبْعِ وَعِشْرِينَ حَتَّى ظَنَنَّا أَنْ لَا تُدْرِكَ الْفَلَاحَ


Artinya: Kami shalat bersama Rasulullah saw pada bulan Ramadhan malam ke-23 sampai sepertiga malam yang pertama. Kemudian kami shalat lagi bersama beliau pada malam ke-25 sampai pertengahan malam. Kemudian kami shalat lagi bersama beliau malam ke-27 (sampai akhir malam) hingga kami mengira bahwa kami tidak akan sempat makan sahur (HR An-Nasa’i).


Dalam hadits lain juga diungkap tentang Shalat Tarawih, berjamaah mengerjakannya.


مَنْ قَامَ رَمَضَانَ إِيمَانًا وَاحْتِسَابًا غُفِرَ لَهُ مَا تَقَدَّمَ مِنْ ذَنْبِهِ


Artinya: Barangsiapa mendirikan shalat malam di bulan Ramadhan (shalat Tarawih) karena iman dan mengharapkan pahala, maka akan diampuni dosa-dosanya yang telah lalu (HR Bukhari dan Muslim dari Abu Hurairah).


Hadits di atas memberikan pemahaman bagi yang mendirikan shalat Tarawih di malam hari bulan Ramadhan, maka ia diampuni dosanya jika dikerjakan dengan ikhlas karena Allah yaitu panggilan iman dan ihtisaban yaitu diolah dengan hitungan yang tepat, dikerjakan dengan ikhlas, khusyuk, dan tumakninah.


3. I’tikaf di masjid

Umat Islam yang berusaha mendapatkan Lailatul Qadar, lakukanlah i’tikaf di masjid atau mushala. I’tikaf berarti seseorang berdiam diri di masjid (mushala) dengan niat karena Allah, untuk mendekatkan diri kepada Allah (taqarrub ilallah). 


Mengerjakan i’tikaf di masjid atau mushala pada sepuluh hari terakhir termasuk amalan sunnah yang sangat dianjurkan (sunnah muakkadah). Aisyah ra, ummul mukminin, istri Rasulullah, pernah berkata tentang Lailatul Qadar:


كَانَ رَسُولُ اللهِ ﷺ يُجَاوِرُ فِي الْعَشْرِ الْأَوَاخِرِ مِنْ رَمَضَانَ، وَيَقُولُ: تَحَرَّوْا لَيْلَةَ الْقَدْرِ فِي الْعَشْرِ الْأَوَاخِرِ مِنْ رَمَضَانَ


Artinya: Rasulullah berdiam diri di dalam masjid (i'tikaf) pada sepuluh hari terakhir Ramadhan. Beliau berkata: Carilah Lailatul Qadar pada sepuluh hari terakhir bulan Ramadhan (HR Bukhari).


Semoga kita yang tengah mencari malam Lailatul Qadar makin bergiat dan bersungguh-sungguh untuk meningkatkan mutu dan nilai ibadah puasa, shalat tarawih, dan i’tikaf di masjid.


KH Abdul Syukur, Dekan FDIK UIN Raden Intan dan Wakil Rais Syuriyah PWNU Lampung
 


Opini Terbaru