• logo nu online
Home Warta Syiar Bahtsul Masail Keislaman Khutbah Teras Kiai Pernik Kiai Menjawab Pendidikan Opini Literasi Mitra Pemerintahan Ekonomi Tokoh Seni Budaya Lainnya
Sabtu, 2 Maret 2024

Pernik

Moderasi Beragama

Bersama dalam Kebaikan, Keharmonisan NU dan Muhammadiyah di Provinsi Lampung

Bersama dalam Kebaikan, Keharmonisan NU dan Muhammadiyah di Provinsi Lampung
Pemuda Muhammadiyah dan Komando Kesiapsiagaan Angkatan Muda (Kokam) Muhammadiyah hadir pada acara GP Ansor di Lampung Selatan. (Foto: Istimewa)
Pemuda Muhammadiyah dan Komando Kesiapsiagaan Angkatan Muda (Kokam) Muhammadiyah hadir pada acara GP Ansor di Lampung Selatan. (Foto: Istimewa)

Nahdlatul Ulama (NU) dan Muhammadiyah di Provinsi Lampung terus meneguhkan bahwa kedua organisasi terbesar di Indonesia itu menjadi penyangga kesatuan dan keutuhan bangsa. 


Hal tersebut karena kedua organisasi masyarakat itu baru saja mendapat apresiasi dari Kepolisian Republik Indonesia (Polri), dengan menerima piagam penghargaan kerukunan dalam keberagaman yang diberikan oleh Wakil Kepala Kepolisian Negara Republik Indonesia, Komjen Pol Agus Andrianto, Kamis (21/12/2023). 


Penghargaan tersebut diberikan kepada NU dan Muhammadiyah Lampung karena turut memelihara keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas) terkhusus menjaga kerukunan dan keberagaman yang ada di Provinsi Lampung.


Nahdlatul Ulama dan Muhammadiyah dalam beberapa kesempatan kerap kali berperan besar dalam membantu menyelesaikan berbagai permasalahan yang terjadi di masyarakat maupun permasalahan-permasalahan yang menyangkut keutuhan bangsa dan negara. Meskipun dalam hal amaliah ‘ubudiyah keduanya terjadi perbedaan, terutama dalam hal ibadah furu’iyyah (cabang). 


Namun demikian, di sinilah letak keindahan dan keharmonisan itu tercipta bahwa perbedaan itu selalu ada, namun tetap bisa berjalan beriringan dan bergandengan tangan demi kemaslahatan umat, bangsa dan negara. 


Ketua Pengurus Wilayah Nahdlatul Ulama (PWNU) Lampung, H Puji Raharjo mengatakan, hubungan NU dan Muhammadiyah di Provinsi Lampung sudah terjalin dengan sangat baik. Bahkan dari tingkatan pengurus wilayah sampai ke tingkat ranting. 


“Bukan hanya itu, keharmonisan dan kerukunan antara NU dan Muhammadiyah juga dilakukan antara lembaga dan badan otonom (banom) NU dengan organisasi otonom (ortom) Muhammadiyah,” ujarnya. 


Di Lampung, kisah bagaimana harmonisasinya hubungan antara NU dan Muhammadiyah sudah tertanam sejak lama, bahkan sudah dilakukan turun-temurun hingga saat ini. Kerukunan dan keharmonisan hubungan antara NU dan Muhammadiyah ini tentunya sangat membantu demi terwujudnya kesatuan dan persatuan bangsa. 


NU dan Muhammadiyah telah menunjukkan kepada kita semua meskipun dalam hal amaliah ibadah terkadang terdapat perbedaan, namun dalam hal kerukunan dalam kehidupan sehari-hari tetap rukun dan damai. 


“NU-Muhammadiyah di Lampung terus intens menjalin komunikasi dan silaturahim agar hubungan baik yang selama ini sudah terbangun dapat terus dipertahankan. Hal ini tentu baik dan ini menjadi agenda utama kami ke depan,” kata H Puji. 


Kegiatan saling berbalas kunjungan menjadi agenda yang akan terus dilakukan antara NU dan Muhammadiyah Lampung. Sebab, dengan itu kita bisa melihat dengan jelas apa permasalahan yang terjadi di masyarakat dan segera bisa dicarikan solusi dari setiap permasalahan yang ada. 


“Seperti halnya beberapa waktu yang lalu Kamis (30/11/2023), NU dan Muhammadiyah menyampaikan pandangan dan sikap bersama-sama terkait berbagai persoalan, di antaranya dalam hal keamanan, dunia Islam, kemanusiaan, sosial kemasyarakatan, khususnya mengenai kerusuhan di Bitung, Sulawesi Selatan,” tutur Kepala Kantor Wilayah Kementerian Agama (Kanwil Kemenag) Lampung itu. 


 

Konferensi pers PWNU dan PW Muhammadiyah Lampung terkait kerusuhan di Bitung, Sulawesi Selatan. (Foto: Kemenag Lampung)


Menurut Puji kerukunan dalam keberagaman itu adalah sebuah keniscayaan yang  tidak bisa dihindarkan. Keberagaman merupakan sunnatullah yang memang harus ada sebagaimana yang sudah ditegaskan oleh Allah swt, melalui ayat-ayat suci-Nya. 


“Sesungguhnya Kami telah menciptakan kamu dari seorang laki-laki dan perempuan. Kemudian, Kami menjadikan kamu berbangsa-bangsa dan bersuku-suku agar kamu saling mengenal” (QS Al Hujurat: 13). 


Ke depan juga akan diagendakan kegiatan saling berkunjung ke pondok-pondok pesantren. Nantinya Ketua PWNU, H Puji akan mengajak Ketua PW Muhammadiyah Prof Sudarman keliling mengunjungi pesantren-pesantren NU untuk mengenalkan kepada mereka keberagaman itu indah. Begitu juga sebaliknya, PWNU akan berkunjung ke Pesantren Muhammadiyah untuk melihat lebih dekat kehidupan di dunia pesantren. 


“Hubungan antara NU dan Muhammadiyah dari sisi kesejarahan memiliki banyak kesamaan daripada perbedaannya. Itu karena keduanya sama-sama memiliki komitmen yang kuat terhadap adanya perbedaan,” kata Pimpinan Wilayah Muhammadiyah (PWM) Lampung, Prof Sudarman.


Rencananya ke depan NU-Muhammadiyah Lampung perlu membuat sebuah gagasan program yang bisa dikerjakan bersama-sama, misalnya program ekonomi keumatan atau program-program lain yang dalam realisasinya bisa dikerjakan secara bersama-sama. Sehingga hal itu juga akan lebih menambah eratnya hubungan antara warga NU dan Muhammadiyah.  


“Sebagai contoh yang sudah dilakukan adalah gerakan ekonomi keumatan yang dilakukan oleh PWM Sumatra Selatan dan PWNU di sana. Dan belum lama ini Majelis Ekonomi bahkan sudah menandatangani perjanjian kerja sama atau Memorandum of Understanding (MoU) dengan NU Sumsel. Hal yang demikian di Lampung juga harus bisa kita lakukan dan harus dimulai,” tuturnya.


Keharmonisan antara NU dan Muhammadiyah di Lampung terjalin baik, tidak hanya di tingkat wilayah saja, bahkan sampai tingkat ranting, praktik kebersamaan juga ditunjukkan oleh salah satu badan otonom (Banom) NU yakni Ansor dan Barisan Ansor Serbaguna (Banser) dengan organisasi otonom (ortom) Muhammadiyah. 


Hal ini terlihat ketika Ansor Kabupaten Lampung Selatan dengan Komando Kesiapsiagaan Angkatan Muda (Kokam) Muhammadiyah beberapa waktu yang lalu, Ahad (10/12/2023), pada resepsi Milad ke-111 Muhammadiyah dan peletakan batu pertama Masjid Galpanda Pondok Pesantren Muhammadiyah Lampung Selatan. 


Pada momen tersebut beberapa anggota Banser ikut berpartisipasi melakukan pengamanan bersama anggota Kokam Muhammadiyah. Merupakan pemandangan kebersamaan yang indah, lebih mengedepankan kerukunan daripada menampakkan perbedaan. 


“Hubungan baik antara Ansor-Banser dengan Kokam Muhammadiyah terjalin dengan baik sekali. Bahkan kedua badan otonom ini terlibat beberapa kali melaksanakan kegiatan bersama-sama,” ungkap Ketua Pimpinan Cabang (PC) Gerakan Pemuda (GP) Ansor Lampung Selatan, Arif Rahman Hakim kepada NU Online Lampung, Ahad (24/12/2023). 


Ansor dan Kokam Muhammdiyah ini sering berkegiatan bersama, semisal pernah mengadakan bakti sosial bersama, pernah juga melakukan penggalangan dana bersama untuk palestina. Bahkan yang lebih sering adalah setiap ada kegiatan, baik kegiatan NU ataupun kegiatan Muhammadiyah itu dijaga bersama-sama oleh Banser dan Kokam Muhammadiyah.


“Hubungan baik yang terjalin ini semata-mata karena kami menyadari bahwa lebih baik mengecilkan perbedaan yang ada, daripada membesarkan perbedaan yang justru akan merusak keharmonisan. Beberapa kali juga pengurus Muhammadiyah maupun anggota Kokam hadir dan ikut melakukan pengamanan kegiatan kaderisasi NU,” kata Arif Rahman.   


Harapannya kerukunan dan kebersamaan kedua ormas terbesar di Indonesia ini dapat terus terjaga, agar bisa menjadi contoh dan motivasi bagi anak bangsa bahwa keberagaman dalam hidup adalah sebuah keniscayaan yang sudah ditetapkan oleh Tuhan untuk kita semua. Perkecil perbedaan, tapi besarkan persamaan dalam kebaikan, agar hidup lebih indah tanpa adanya konflik ataupun pertikaian antar sesama anak bangsa.

(Sunarto)


Pernik Terbaru