• logo nu online
Home Warta Syiar Bahtsul Masail Keislaman Khutbah Teras Kiai Pernik Kiai Menjawab Pendidikan Opini Literasi Mitra Pemerintahan Ekonomi Tokoh Seni Budaya Lainnya
Minggu, 25 September 2022

Literasi

Respon Warga NU Atas Bedah Buku Sejarah dan Pertumbuhan NU di Lampung

Respon Warga NU Atas Bedah Buku Sejarah dan Pertumbuhan NU di Lampung
Saat bedah buku Sejarah dan Pertumbuhan NU di Lampung di Desa Tanjungjaya, Bangunrejo, Lampung Tengah
Saat bedah buku Sejarah dan Pertumbuhan NU di Lampung di Desa Tanjungjaya, Bangunrejo, Lampung Tengah

Lampung Tengah, NU Online Lampung
Berbagai respon bermunculan dengan adanya buku Sejarah dan Pertumbuhan NU di Lampung ketika bedah buku di Desa Tanjungjaya, Kecamatan Bangunrejo, Lampung Tengah Sabtu (22/1/2022). Apresiasi dan semangat literasi terlihat dari peserta yang hadir pada acara tersebut.

 

Sekretaris PW GP Ansor Provinsi Lampung, Budi Hadiyunanto mengatakan, sangat mengapresiasi buku sejarah dan pertumbuhan Nahdlatul Ulama di Lampung yang ditulis oleh Ila Fadilasari. "Dengan hadirnya buku ini membuka cakrawala dan khazanah baru khususnya untuk jam'iyyah Nahdlatul Ulama di Provinsi Lampung," ujarnya.

 

Ia berharap, buku yang diterbitkan Lembaga Ta'lif wan Nasyr (LTN) PWNU Lampung itu bisa menjadi referensi untuk jam'iyyah NU di Provinsi Lampung dan tersebar luas di seluruh banom maupun lembaga. Baik Ansor, Fatayat, Muslimat, IPNU IPPNU, PMII, dan lain-lain untuk dapat membaca bersama-sama tentang sejarah dan pertumbuhan NU di Lampung. 

 

Kholis Amrullah, peserta yang hadir pada kesempatan itu mengatakan, berterima kasih kepada penulis buku yang sudah menjembatani generasi muda NU untuk mengetahui sejarah NU 100 tahun yang lampau.

 

"Dan menjadi tolak ukur untuk menghadapi 100 tahun kedua dalam kepenulisan sejarah dan pertumbuhan NU di Lampung," ujarnya dalam acara bedah buku yang dilaksanakan oleh Komunitas Rumah Kebun Shodiqussalam (Kaukus) itu. 

 

Lebih lanjut ia mengatakan perlunya digitalisasi dokumen NU saat ini, seperti Surat Keputusan (SK) organisasi, untuk mempermudah ditemukannya data-data NU di kemudian hari ketika dibutuhkan. 

 

Sementara Pengurus NU Ranting Srimulyo Kecamatan Kalirejo, Muslihudin mengatakan,  dari tema acaranya saja dirinya sudah tertarik. Apalagi ia memang menyukai kegiatan-kegiatan seperti kajian atau bedah buku seperti ini.

 

"NU di Lampung ini luar biasa. Saya pernah tinggal di Jawa selama 10 tahun. Ternyata NU di Lampung dan di Jawa tidak jauh berbeda, baik secara struktural dan kultural," ungkapnya.

 

Menurutnya, antara di Jawa dan di Lampung sangat mirip, jadi di Lampung terasa di Jawa. Apalagi belum lama ini Lampung menjadi tuan rumah muktamar. Keputusan dalam memilih lokasi tersebut bukan hal biasa, merupakan hal yang luar biasa. 

 

"Mungkin kalau leluhur alam tidak menyetujui belum tentu Lampung menjadi lokasi muktamar NU. Dan di Lampung Tengah yang tidak disangka-sangka menjadi salah satu lokasinya," kata Muslih.

 

Pengurus Jam'iyyah Ahlith Thoriqoh Al-Mu'tabaroh Al-Nahdliyah (Jatman) Kecamatan Bumiratu Nuban, Sampe Winandi mengatakan, buku ini merupakan salah satu yang ia nanti. "Saya pernah terbersit, kepikiran mencari di mana buku tentang sejarah NU yang ada di Lampung ini, siapa tokoh yang membawanya dari Pulau Jawa," tuturnya.

 

Ternyata, pada hari inilah terjawab semua, pada saat bedah buku ini. "Sangat antusias dengan hadirnya buku ini, dan alhamdulillah mendapatkan undangan dari panitia untuk dapat hadiri di sini. Mendengarkan langsung dari penulis buku sejarah dan pertumbuhan NU di Lampung, yang membuka wawasan baru dari sejarah yang belum pernah terungkap sebelumnya," paparnya.

(Dian Ramadhan)


Editor:

Literasi Terbaru