• logo nu online
Home Warta Syiar Bahtsul Masail Keislaman Khutbah Teras Kiai Pernik Kiai Menjawab Pendidikan Opini Literasi Mitra Pemerintahan Ekonomi Tokoh Seni Budaya Lainnya
Sabtu, 18 Mei 2024

Warta

Lembaga Falakiyah PBNU Perkirakan Idul Fitri 2024 Jatuh Besok 10 April

Lembaga Falakiyah PBNU Perkirakan Idul Fitri 2024 Jatuh Besok 10 April
Lembaga Falakiyah PBNU Perkirakan Idul Fitri 2024 Jatuh Besok 10 April (Foto: Dian R/NUO Lampung)
Lembaga Falakiyah PBNU Perkirakan Idul Fitri 2024 Jatuh Besok 10 April (Foto: Dian R/NUO Lampung)

Jakarta, NU Online Lampung

Lembaga Falakiyah Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (LF PBNU) menyampaikan perhitungan terkait perkiraan awal bulan Syawal 1445 H/2024 M. Menurut data hisab hilal Lembaga Falakiyah PBNU, 1 Syawal 1445 diperkirakan jatuh esok, Rabu 10 April 2024. 


Ketua LF PBNU, KH Sirril Wafa mengatakan, hal tersebut didasarkan pada hasil perhitungan falakiyah atau astronomi yang juga tercantum dalam almanak resmi PBNU.


“Menurut hasil perhitungan falakiyah LF PBNU, sebagaimana tertera dalam almanak resminya, tanggal 1 Syawal bertepatan hari Rabu Pahing 10 April 2024,” ujarnya. 


Ia melanjutkan, mekanisme penentuan awal bulan syar’iyyah oleh PBNU melibatkan rukyatul hilal setelah dilakukan perhitungan atau hisab sebagai upaya prediktif.

 

“Rukyatul hilal merupakan verifikasi untuk melengkapi persyaratan ilmiah dalam konteks saintifik dan syar’iyyah dalam konteks keagamaan,” kata Kiai Sirril.


Rukyatul hilal tahun ini akan dilaksanakan di sekitar 50-60 titik lokasi pantau rukyat hilal yang tersebar di seluruh Indonesia.


Kendati LF PBNU telah melakukan perhitungan untuk tahun hijriah, hal itu hanya merupakan tahap prediksi saintifik dan belum memenuhi persyaratan syar’iyyah sebagaimana dikehendaki oleh ajaran agama. 


“Oleh karena itu, meski LF PBNU telah melakukan perhitungan atau hisab untuk tahun berapa pun yang diinginkan, itu baru tahap prediksi saintifik dan belum memenuhi persyaratan syar’iyyah sebagaimana dikehendaki oleh pesan nash (Al-Qur’an dan as-Sunnah atau hadits),” katanya


Secara organisasi, LF PBNU akan menunggu keputusan dari Sidang Isbat Pemerintah dan di internal NU melalui Ikhbar PBNU. Proses ini melibatkan penerimaan laporan rukyatul hilal dari berbagai titik pantau hilal di seluruh Indonesia yang dikoordinasi oleh LF PBNU.


Menurut Kiai Sirril, pelaksanaan rukyatul hilal akan dilakukan oleh Lembaga Falakiyah NU setempat di berbagai daerah. Langkah ini diambil untuk memperluas jangkauan dan mendapatkan data yang lebih representatif mengenai penampakan hilal di berbagai wilayah di Indonesia.


“Di internal NU akan dilakukan Ikhbar PBNU oleh petinggi NU yang nanti ditandatangani oleh Rais Aam dan Ketua Umum, setelah menerima laporan rukyatul hilal dari berbagai titik pantau hilal di seluruh Indonesia,” ungkapnya.


Warta Terbaru