• logo nu online
Home Warta Syiar Bahtsul Masail Keislaman Khutbah Teras Kiai Pernik Kiai Menjawab Pendidikan Opini Literasi Mitra Pemerintahan Ekonomi Tokoh Seni Budaya Lainnya
Kamis, 20 Juni 2024

Warta

Kapan Hari Raya Idul Fitri 1444 H?

Kapan Hari Raya Idul Fitri 1444 H?
Kapan Hari Raya Idul Fitri 1444 H? (Foto: NU Online)
Kapan Hari Raya Idul Fitri 1444 H? (Foto: NU Online)

Jakarta, NU Online Lampung

Ramadhan 1444 H telah memasuki pekan terakhir. Sebagai umat Muslim, tentunya ingin mengetahui kapan waktu Hari Raya Idul Fitri 1444 H atau 1 Syawal tahun 2023 ini.


Oleh karena itu, Lembaga Falakiyah PBNU telah mengeluarkan hasil hisab (perhitungan) ketika 29 Ramadhan atau Kamis, 20 April yaitu waktu rukyatul hilal sebagai berikut. 


Berdasarkan markaz Jakarta menunjukkan ketinggian hilal berada pada 1 derajat 55 menit 43 detik dan elongasi 3 derajat 18 menit 23 detik. Adapun waktu hilal di atas ufuk berlangsung selama 9 menit 29 detik. Sementara ijtimak terjadi pada Kamis, 20 April 2023 pukul 11.16.38 WIB.


Sementara itu, letak matahari terbenam pada 11 derajat 30 menit 16 detik utara titik barat, sedangkan letak hilal pada 13 derajat 02 menit 49 detik utara titik barat. Kedudukan hilal sendiri berada pada 1 derajat 32 menit 32 detik utara matahari dalam keadaan miring ke utara. 


Data di atas menunjukkan bahwa hilal sudah berada di atas ufuk, tetapi ketinggian hilal masih berada di bawah standar kriteria Menteri Agama Brunei Darussalam, Indonesia, Malaysia dan Singapura (MABIMS) yaitu minimal imkan rukyah (visibilitas) atau kemungkinan hilal dapat terlihat 3 derajat dan elongasi 6,4 derajat.  


Ketua Lembaga Falakiyyah Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU), KH Sirril Wafa menyampaikan, hal itu berarti bahwa kemungkinan hilal dapat dirukyat sangatlah kecil. Jika hilal tidak dapat terlihat atau teramati oleh para perukyat, tentu bulan Ramadhan 1444 H harus digenapkan menjadi 30 hari. 


“Ketentuan itu disebut istikmal atau ikmal, yaitu jumlah hari dalam satu bulan disempurnakan menjadi 30 hari. Kemungkinan terbesar hari raya Idul Fitri, 1 Syawal 1444 H akan jatuh bertepatan dengan hari Sabtu Pon, 22 April 2023,” ujarnya.


Ia mengatakan perbedaan penetapan awal bulan, baik Ramadhan ataupun Idul Fitri, harusnya disikapi dengan saling memahami satu sama lain. Kesalingpahaman ini bisa tumbuh dengan mengetahui akar perbedaannya. 


“Karena perbedaan Indonesia seperti ini sudah  berulang kali dan menjadi tidak asing lagi bagi umat Islam, maka saatnya masing-masing anggota kelompok yang berbeda memahami akar perbedaannya, dan tidak bersikap apriori. Sebab dengan mengetahui duduk persoalannya, diharapkan satu sama lain bisa saling memahami,” tuturnya.


Namun demikian, tambah Kiai Sirril, umat Islam perlu menunggu keputusan Pemerintah melalui sidang isbat yang  akan diselenggarakan oleh Kementerian Agama pada Kamis (20/4/2023) malam. 

(Dian Ramadhan)
 


Warta Terbaru