• logo nu online
Home Warta Syiar Bahtsul Masail Keislaman Khutbah Teras Kiai Pernik Kiai Menjawab Pendidikan Opini Literasi Mitra Pemerintahan Ekonomi Tokoh Seni Budaya Lainnya
Sabtu, 25 Mei 2024

Syiar

Berikut Tata Cara Shalat Idul Fitri

Berikut Tata Cara Shalat Idul Fitri
Tata cara shalat idul fitri (Foto: Dian R/ NUO Lampung)
Tata cara shalat idul fitri (Foto: Dian R/ NUO Lampung)

Menyambut hari kemenangan setelah sebulan penuh beribadah di bulan Ramadhan, umat Islam merayakan Idul Fitri dengan penuh sukacita dan syukur kepada Allah swt. 


Shalat Idul Fitri memiliki tata cara yang khusus dan menjadi momen penting bagi umat Islam untuk berkumpul bersama-sama dalam rangka menyatakan rasa syukur dan kebersamaan sebagai satu komunitas. 


Salah satu kegiatan yang dilakukan pada Hari Raya Idul Fitri adalah shalat Idul Fitri. Shalat ini termasuk ke dalam shalat sunnah muakkadah (sangat dianjurkan). Karena hanya dilakukan satu kali dalam setahun, kadang banyak kaum muslimin yang lupa akan bacaan, niat, dan tata cara shalat Idul Fitri. 


Dengan memahami tata cara shalat Idul Fitri, diharapkan umat Islam dapat merayakan hari kemenangan ini dengan lebih bermakna dan mendapatkan keberkahan serta keberkahan dari Allah swt.


Shalat ini dilaksanakan dua rakaat, pada rakaat pertama dengan 7 kali takbir dan rakaat kedua dengan 5 kali takbir. Adapun shalat id ini dilaksanakan di pagi hari atau di waktu shalat dhuha.


Berbeda dari shalat Idul Adha yang dianjurkan mengawalkan waktu untuk memberi kesempatan yang luas bagi masyarakat yang hendak berkurban selepas rangkaian shalat id, shalat Idul Fitri disunnahkan memperlambatnya. 


Hal ini untuk memberi kesempatan mereka yang belum berzakat fitrah. Berikut ini adalah bacaan niat, dan tata cara shalat Idul Fitri:


Pertama, membaca niat shalat Idul fitri, baik di dalam hati bersamaan dengan takbiratul ihram (membaca Allâhu akbar) maupun disunnahkan untuk melafalkan niat sebelumnya. Adapun bacaan niatnya, sebagai berikut:


أُصَلِّي سُنَّةً لعِيْدِ اْلفِطْرِ رَكْعَتَيْنِ (مَأْمُوْمًا/إِمَامًا) لِلّٰهِ تَعَــالَى


Ushallî sunnatan li ‘îdil fithri rak’ataini ma’mûman/imaman lillâhi ta’âlâ


Artinya: Aku berniat shalat sunnah Idul Fitri dua rakaat menjadi makmum/imam karena Allah ta’ala.


Kedua, membaca doa ifititah, kemudian disunnahkan untuk takbir sebanyak tujuh kali. Di sela-sela takbir dianjurkan untuk membaca lafal:


اللهُ أَكْبَرُ كَبِيرًا، وَالْحَمْدُ لِلّٰهِ كَثِيرًا، وَسُبْحَانَ اللهِ بُكْرَةً وَأَصِيلًا 


Allâhu akbar kabîran, wal ḫamdulillâhi katsîran, wa subḫânallâhi bukratan wa ashîla   


Artinya: Allah Maha Besar dengan segala kebesaran, segala puji bagi Allah dengan pujian yang banyak, Maha Suci Allah, baik waktu pagi dan petang.


Atau dengan membaca lafal: 


سُبْحَانَ اللهِ وَالْحَمْدُ لِلّٰهِ وَلاَ إِلٰهَ إِلاَّ اللهُ وَاللهُ أَكْبَرُ 


Subḫânallâhi wal ḫamdulillâhi wa lâ ilâha illallâhu wallâhu akbar   


Artinya: Maha Suci Allah, segala puji bagi Allah, tiada tuhan selain Allah, Allah maha besar.


Ketiga, membaca Surat Al-Fatihah. Kemudian disunnahkan membaca Surat Al-A’la, lalu ruku’, sujud, duduk di antara dua sujud, dan seterusnya hingga berdiri lagi seperti shalat biasa.


Keempat, setelah takbir untuk berdiri rakaat kedua, disunnahkan untuk takbir sebanyak lima kali seperti takbir pada rakaat pertama. Kemudian membaca Surat Al-Fatihah dan dianjurkan membaca Surat Al-Ghasiyah. Kemudian ruku’, sujud, dan seterusnya hingga salam.    


Kelima, atau terakhir adalah selesai salam. Jamaah shalat Idul Fitri dianjurkan untuk mendengarkan khutbah yang disampaikan khatib terlebih dulu dan jangan langsung meninggalkan tempat shalat Id. 


Demikianlah penjelasan mengenai niat dan tata cara shalat idul fitri yang perlu kita ketahui. Semoga menyambut hari kemenangan ini menjadikan kita insan yang lebih bertakwa kepada Allah swt. 


 


Editor:

Syiar Terbaru