• logo nu online
Home Warta Syiar Bahtsul Masail Keislaman Khutbah Teras Kiai Pernik Kiai Menjawab Pendidikan Opini Literasi Mitra Pemerintahan Ekonomi Tokoh Seni Budaya Lainnya
Sabtu, 18 Mei 2024

Khutbah

Khutbah Idul Fitri: Silaturahim kepada Kedua Orang Tua dan Kerabat serta Saling Memaafkan

Khutbah Idul Fitri: Silaturahim kepada Kedua Orang Tua dan Kerabat serta Saling Memaafkan
Hari Raya Idul Fitri sebagai moment silaturahim dan permohonan maaf pada sesama
Hari Raya Idul Fitri sebagai moment silaturahim dan permohonan maaf pada sesama

Hari Raya Idul Fitri merupakan hari besar umat Islam di seluruh dunia, atau biasa di Indonesia disebut dengan hari Lebaran. Hari ini menjadi hari yang sakral bagi umat Islam di Indonesia, karena pada hari tersebut banyak saudara sesama Muslim saling bersilaturahim, mengunjungi rumah dan saling memaafkan.

 

Ini merupakan tradisi yang unik dan sangat baik, karena banyak kebaikan di dalamnya. Seorang anak yang merantau akan rela pulang kampung untuk bertemu kedua orang tuanya, saudaranya, kerabatnya dan sahabat-sahabatnya.

 

Khutbah I

 اللهُ أَكْبَرُ (×٣) اللهُ أَكْبَرُ (×٣) اللهُ أَكْبَرُ (×٣) وَ لِلّٰهِ اْلحَمْدُ 


 اللهُ اَكْبَرُ كَبِيْرًا، وَالْحَمْدُ لِلّٰهِ كَثِيْرًا، وَسُبْحَانَ اللهِ بُكْرَةً وَاَصِيْلاً، لاَاِلهَ اِلاَّ اللهُ وَاللهُ اَكْبَرُ، اللهُ اَكْبَرُ وَلِلّٰهِ اَلْحَمْدُ الحَمْدُ لِلّٰهِ الَّذِيْ حَرَّمَ الصِّياَمَ أَيّاَمَ الأَعْياَدِ ضِيَافَةً لِعِباَدِهِ الصَّالِحِيْنَ. أَشْهَدُ أَنْ لاَإِلٰهَ إِلاَّاللهُ لاَشَرِيْكَ لَهُ الَّذِيْ جَعَلَ الجَّنَّةَ لِلْمُتَّقِيْنَ وَأَشْهَدُ أَنَّ سَيِّدَناَ وَمَوْلاَنَا مُحَمَّدًا عَبْدُهُ وَرَسُوْلُهُ الدَّاعِيْ إِلىَ الصِّرَاطِ المُسْتَقِيْمِ. اللّٰهُمَّ صَلِّ وَسَلِّمْ وَباَرِكْ عَلىَ سَيِّدِنَا مُحَمَّـدٍ وَعَلَى آلِهِ وَأَصْحاَبِهِ وَمَنْ تَبِعَهُمْ بِإِحْسَانٍ إِلىَ يَوْمِ الدِّيْنَ. أَمَّا بَعْدُ .فَيَآأَيُّهَاالمُؤْمِنُوْنَ وَالمُؤْمِناَتِ أُوْصِيْكُمْ وَنَفْسِيْ بِتَقْوَى اللهِ فَقَدْ فَازَ المُتَّقُوْنَ. وَاتَّقُوْا اللهَ حَقَّ تُقاَتِهِ وَلاَتَمُوْتُنَّ إِلَّا وَأَنْتُمْ مُسْلِمُوْنَ . قَالَ اللهُ تَعَالَى:  وَقَضٰى رَبُّكَ اَلَّا تَعْبُدُوْٓا اِلَّآ اِيَّاهُ وَبِالْوَالِدَيْنِ اِحْسٰنًاۗ اِمَّا يَبْلُغَنَّ عِنْدَكَ الْكِبَرَ اَحَدُهُمَآ اَوْ كِلٰهُمَا فَلَا تَقُلْ لَّهُمَآ اُفٍّ وَّلَا تَنْهَرْهُمَا وَقُلْ لَّهُمَا قَوْلًا كَرِيْمًا وَاخْفِضْ لَهُمَا جَنَاحَ الذُّلِّ مِنَ الرَّحْمَةِ وَقُلْ رَّبِّ ارْحَمْهُمَا كَمَا رَبَّيٰنِيْ صَغِيْرًاۗ 

 

Maasyiral Muslimin wal Muslimat rahimakumullah.

Alhamdulillah, segala puji milik Allah swt. Tuhan yang menciptakan alam semesta beserta seisinya. Tuhan yang memberikan kenikmatan yang luar biasa kepada kita semua, salah satunya kenikmatan bertemu dengan hari raya Idul Fitri yang suci ini. Di pagi yang mulia ini, kita masih bisa menghirup oksigen-Nya, menyaksikan matahari-Nya dan berkumpul dengan kedua orang tua, sahabat dan sanak saudara. 

 

Hal ini merupakan suatu keberkahan umur dan kemenangan bagi kita semua. Karena di hari ini bacaan takbir, tahmid, dan tahlil berkumandang menggema di langit dan menyeluruh di berbagai penjuru dunia. 


Maasyiral Muslimin wal Muslimat rahimakumullah.
Hari raya Idul Fitri atau lebaran merupakan hari kemenangan bagi kita semua umat Islam, karena selama sebulan penuh, kita berperang melawan hawa nafsu kita sendiri, mulai dari menahan lapar, haus, syahwat dan perbuatan yang sia-sia. Dan puncak dari orang yang sanggup memerangi hawa nafsunya tersebut akan mendapat kedudukan yang mulia di sisi Allah swt, yakni menjadi hamba yang bertakwa.  Hal ini telah Allah sebutkan dalam Al-Qur’an surat Al-Baqarah ayat 183:

 يٰٓاَيُّهَا الَّذِيْنَ اٰمَنُوْا كُتِبَ عَلَيْكُمُ الصِّيَامُ كَمَا كُتِبَ عَلَى الَّذِيْنَ مِنْ قَبْلِكُمْ لَعَلَّكُمْ تَتَّقُوْنَۙ 

 

Artinya: Wahai orang-orang yang beriman! Diwajibkan atas kamu berpuasa sebagaimana diwajibkan atas orang sebelum kamu agar kamu bertakwa (Q.S Al-Baqarah: 183).

 اللهُ أَكْبَرُ اللهُ أَكْبَرُ اللهُ أَكْبَرُ لاَ إِلهَ إِلاَّ اللهُ، وَاللهُ أَكْبَرُ، اللهُ أَكْبَرُ وَلِلّٰهِ الْحَمْدُ 

 

Maasyiral Muslimin wal Muslimat rahimakumullah,   

Perayaan kemenangan ini akan lebih indah lagi jika dilengkapi dengan silaturahim kepada kedua orang tua, kerabat dekat, kerabat jauh, tetangga dan para sahabat, yakni dengan cara saling mengunjungi rumahnya dan saling meminta maaf. Karena dengan silaturahim akan melapangkan rezeki dan memperpanjang umur. 

 

Di negara Indonesia ini, tradisi pulang kampung untuk merayakan lebaran sudah menjadi kebiasaan yang lazim dan lumrah. Semua instasi akan mengambil cuti dan seluruh perantau akan pulang dengan segala kerinduan terhadap kampung halaman, kedua orang tua dan kerabatnya. Ini merupakan momentum yang sakral dan hanya terjadi setahun sekali. Meski silaturahim bisa terjadi kapanpun, akan tetapi momentum silaturahim di hari raya Idul Fitri memiliki nuansa yang khas dan berbeda. 

 

Kerinduan kepada tanah kelahiran seperti ini juga pernah dirasakan oleh Nabi Muhammad saw seperti yang disebut dalam sebuah hadits yang diriwayatkan oleh Imam Tirmidzi.

 قَالَ رَسُولُ اللَّهِ صلى الله عليه وسلم لِمَكَّةَ : ” مَا أَطْيَبَكِ مِنْ بَلَدٍ وَأَحَبَّكِ إِلَيَّ ، وَلَوْلا أَنَّ قَوْمِي أَخْرَجُونِي مِنْكِ ، مَا سَكَنْتُ غَيْرَكِ 

 

Artinya: Berkata Rasulullah saw, "Alangkah indahnya dirimu (Makkah). Engkaulah yang paling ku cintai. Seandainya saja dulu penduduk Majkah tidak mengusirku, pasti aku masih tinggal di sini" (HR al-Tirmidzi).

 


 اللهُ أَكْبَرُ اللهُ أَكْبَرُ اللهُ أَكْبَرُ لاَ إِلهَ إِلاَّ اللهُ، وَاللهُ أَكْبَرُ، اللهُ أَكْبَرُ وَلِلّٰهِ الْحَمْدُ 

 


Maasyiral Muslimin wal Muslimat rahimakumullah.
Jika kita masih memiliki kedua orang tua, hormati, muliakan dan kunjungilah rumahnya, karena dari merekalah kita lahir ke dunia dan hidup hingga saat ini. Mereka merupakan sosok yang berjasa bagi hidup kita. Tidak ada kesuksesan dan kemuliaan yang kita raih saat ini merupakan hasil dari jerih payah dan doa dari mereka berdua.

 

Maka, mintalah maaf kepada keduanya jika salah, karena doa mereka bagi anak-anaknya merupakan jimat yang sakral dan lebih mustajab dari wali qutub sezamannya. Karena sesungguhnya ridha Allah tergantung kepada ridha kedua orang tuanya. Dalam hal ini Rasulullah saw telah bersabda:

 رِضَى اللهِ فىِ رِضَى الْوَالِدَيْنِ وَسُخْطُ اللهِ فِى سُخْطِ الْوَالِدَيْنِ 

 

Artinya: Keridhaan Allah tergantung kepada keridhaan orang tua dan kemarahan Allah tergantung kemarahan orang tua.

 

Allah swt juga telah mengingatkan kepada kita untuk senantiasa berbuat baik kepada orang tua. Jangan membentaknya dan jangan pernah sekali-kali berkata kasar kepada mereka. Hal ini termaktub dalam Al-Qur’an surat Al-Isra ayat 23:

 وَقَضٰى رَبُّكَ اَلَّا تَعْبُدُوْٓا اِلَّآ اِيَّاهُ وَبِالْوَالِدَيْنِ اِحْسٰنًاۗ اِمَّا يَبْلُغَنَّ عِنْدَكَ الْكِبَرَ اَحَدُهُمَآ اَوْ كِلٰهُمَا فَلَا تَقُلْ لَّهُمَآ اُفٍّ وَّلَا تَنْهَرْهُمَا وَقُلْ لَّهُمَا قَوْلًا كَرِيْمًا 

 

Artinya: Dan Tuhanmu telah memerintahkan agar kamu jangan menyembah selain Dia dan hendaklah berbuat baik kepada ibu bapak. Jika salah seorang di antara keduanya atau kedua-duanya sampai berusia lanjut dalam pemeliharaanmu, maka sekali-kali janganlah engkau mengatakan kepada keduanya perkataan “ah” dan janganlah engkau membentak keduanya, dan ucapkanlah kepada keduanya perkataan yang baik (Q.S Al-Qur’an Al-Isra: 23).

 

Maasyiral Muslimin wal Muslimat rahimakumullah.
Selain meminta maaf kepada kedua orang tua, jangan lupa juga untuk meminta maaf kepada keluarga, saudara dan tetangga-tetangga kita, karena tidak ada manusia satu pun di dunia ini yang terbebas dari kesalahan dan dosa, baik disengaja maupun tidak disengaja. 

 

Dosa kepada Allah, seperti meninggalkan shalat, tidak berpuasa di bulan Ramadhan bisa ditebus dengan bertaubat meminta ampun kepada-Nya serta mengqadha shalat dan puasanya. Akan tetapi dosa kepada sesama manusia, karena sebab menyakiti dan menganiaya, tidak akan diampuni oleh Allah swt, meski orang tersebut telah shalat 1000 rakaat, dan puasa sepanjang hari, kecuali ia meminta maaf langsung kepada saudaranya yang disakiti. 

 

Selain itu, kunjungilah rumah-rumah mereka, karena kapan lagi kita bisa silaturahim kepada saudara kita, para tetangga, dan para sahabat kita. Kapan lagi kita bisa menyicipi hidangan dan masakan mereka, jika kita tidak mengunjungi setiap rumah mereka. Karena dengan cara tersebut berarti kita telah memiliki rasa empati dan sosial yang tinggi hidup di masyarakat. 

 

Dan bagi yang memiliki kerabat jauh dan sulit untuk bertemu, ilmu Allah bernama teknologi telah mempermudah kita untuk bersilaturahim lewat berbagai aplikasi media sosial seperti whatsapp, intagram, facebook, dan sebagainya. Sehingga  jangan sampai momentum ini terlewat dengan sia-sia dan penuh penyesalan di kemudian hari. 

 اللهُ أَكْبَرُ اللهُ أَكْبَرُ اللهُ أَكْبَرُ لاَ إِلهَ إِلاَّ اللهُ، وَاللهُ أَكْبَرُ، اللهُ أَكْبَرُ وَلِلّٰهِ الْحَمْدُ 

 

Maasyiral Muslimin wal Muslimat rahimakumullah. 

Demikianlah khutbah Hari Raya Idul Fitri ini, mudah-mudahan bermanfaat kepada para jamaah sekalian. Semoga lebaran kali ini menjadi momentum yang indah bersama orang-orang yang kita cintai. Dan semoga juga dosa-dosa kita diampuni oleh Allah swt, juga dosa kedua orang tua, kerabat dan kaum muslimin sekalian. Amin ya rabbal alamin.

اَللّٰهُمَّ اغْفِرْلِىْ ذُنُوْبِىْ وَلِوَالِدَىَّ وَارْحَمْهُمَا كَمَا رَبَّيَانِىْ صَغِيْرًا.


Allahumma firlii dzunubi wa liwaa lidhayya warham humaa kamaa rabbayaa nii shaghira

 

 جَعَلَنَا اللهُ وَاِيَّاكُمْ مِنَ اْلعَائِدِيْنَ وَاْلفَائِزِيْنَ وَاْلمَقْبُوْلِيْنَ، وَاَدْخَلَنَا وَاِيَّاكُمْ فِى زُمْرَةِ عِبَادِهِ الصَّالِحِيْنَ، اَقُوْلُ قَوْلِى هَذَا وَاسْتَغْفِرُ الله لِى وَلَكُمْ، وَلِوَالِدَيْنَا وَلِسَائِرِ اْلمُسْلِمِيْنَ وَاْلمُسْلِمَاتِ، فَاسْتَغْفِرهُ اِنَّهُ هُوَاْلغَفُوْرُ الرَّحِيْمُ. 

 

Khutbah II

 اللهُ أَكْبَرُ (×٣) اللهُ أَكْبَرُ (×٣) اللهُ أَكْبَرُ وَ لِلّٰهِ اْلحَمْدُ اللهُ اَكْبَرُ كَبِيْرًا، وَالْحَمْدُ لِلّٰهِ كَثِيْرًا، وَسُبْحَانَ اللهِ بُكْرَةً وَاَصِيْلاً، لاَاِلهَ اِلاَّ اللهُ وَاللهُ اَكْبَرُ، اللهُ اَكْبَرُ وَلِلَّهِ اَلْحَمْدُ. اَلْحَمْدُ للهِ رَبِّ العَالَمِيِنَ، أَشْهَدُ أَنْ لآ إِلٰهَ إِلاَّ اللهُ وَأَشْهَدُ أَنَّ مُحَمَّدًا رَسُوْلُ اللهِ، اللّٰهُمَّ صَلِّ وَسَلِّمْ عَلَى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ وَعَلَى ألِهِ وَ صَحْبِهِ أَجْمَعِيْنَ. اَمَّا بَعْدَ : يَا أَيُّهَا النَّاسُ ا اتَّقُوا الله. قال الله تعالى: أَعُوذُ بِاللهِ مِنَ الشَّيْطَانِ الرَّجِيمِ، يَا اَيُّهَا الَّذِيْنَ آمَنُوْا اتَّقُوْا اللهَ حَقَّ تُقَاتِهِ وَلاَ تَمُوْتُنَّ إِلاَّ وَأَنْتُمْ مُسْلِمُوْنَ . وَقَالَ تَعَالَى: اِنَّ اللهَ وَمَلاَئِكَتَهُ يُصَلُّوْنَ عَلَى النَّبِيِّ، يَا اَيُّهَا الَّذِيْنَ آمَنُوْا صَلُّوا عَلَيْهِ وَسَلِّمُوْا تَسْلِيْمًا. اَللَّهُمَّ صَلِّ عَلَى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ، صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ، وَعَلَى آلِ سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ، وَعَلَى اَنْبِيَائِكَ وَرَسُلِكَ وَمَلاَئِكَةِ الْمُقَرَّبِيْنَ، وَارْضَ اللّهُمَّ عَنِ الْخُلَفَاءِ الرَّاشِدِيْنَ: اَبِى بَكْرٍ وَعُمَرَ وَعُثْمَانَ وَعَلِى، وَ عَنْ بَقِيَّةِ الصَّحَابَةِ وَالتَّابِعِيْنَ وتَابِعِى التَّابِعِيْنَ، لَهُمْ بِاِحْسَانٍ اِلَى يَوْمِ الدِّيْنِ، وَارْضَ عَنَّا مَعَهُمْ بِرَحْمَتِكَ يَا اَرْحَمَ الرَّاحِمِيْنَ اللَّهُمَّ اغْفِرْ لِلْمُؤْمِنِيْنَ وَالْمُؤْمِنَاتِ، وَالْمُسْلِمِيْنَ وَالْمُسْلِمَاتِ، اَلاَحْيَاءِ مِنْهُمْ وَالاَمْوَاتِ. اللَّهُمَّ ادْفَعْ عَنَّا الْبَلاَءَ وَالْوَبَاءَ وَالزَّلاَزِلَ وَالْمِحَنَ وَسُوْءَ الْفِتَنَ وَالْمِحَنَ مَا ظَهَرَ مِنْهَا وَمَا بَطَنَ، عَنْ بَلَدِنَا اِنْدُونِيسِيَّا هَذَا خَاصَّةً، وَسَائِرِ الْبُلْدَانِ الْمُسْلِمِيْنَ عَامَّةً، يَارَبَّ الْعَالَمِيْنَ. رَبَّنَا آتِنَا فِى الدُّنْيَا حَسَنَةً وَفِى الاَخِرَةِ حَسَنَةً وَقِنَا عَذَابَ النَّارِ . تَقَبَّلَ اللَّهُ مِنَّا وَمِنْكُمْ، وَجَعَلَنَا اللهُ وَاِيَّاكُمْ مِنَ الْعَائِدِيْنَ الْفَائِزِيْنَ، كُلُّ عَامٍ وَاَنتُمْ بِخَيْرٍ. وَالْحَمْدُ للهِ رَبِّ العَالَمِيِنَ عِبَادَ اللهِ، اِنَّ اللهَ يَأْمُرُنَا بِالْعَدْلِ وَالاِحْسَانِ، وَاِيْتَاءِ ذِى الْقُرْبَى وَيَنْهَى عَنِ الْفَحْشَاءِ وَالْمُنْكَرَ وَالْبَغْيِ، يَعِظُكُمْ لَعَلَّكُمْ تَذَكَّرُوْنَ، وَاذْكُرُوا اللهَ الْعَظِيْمَ يَذْكُرْكُمْ، وَاشْكُرُوْهُ عَلَى نِعَمِهِ يَذْكُرْكُمْ، وَلَذِكْرُ اللهِ اَكْبَرْ. وَاللهُ يَعْلَمُ ماَ تَصْنَعُوْنَ 

 

Ustadz Yudi Prayoga, M Ag, Sekretaris MWCNU Kedaton Bandar Lampung


Khutbah Terbaru