• logo nu online
Home Warta Syiar Bahtsul Masail Keislaman Khutbah Teras Kiai Pernik Kiai Menjawab Pendidikan Opini Literasi Mitra Pemerintahan Ekonomi Tokoh Seni Budaya Lainnya
Minggu, 27 November 2022

Warta

Jadi Khatib Khutbah Arafah, Plh Ketua PWNU Lampung Sampaikan 3 Pesan Suci Rasulullah

Jadi Khatib Khutbah Arafah, Plh Ketua PWNU Lampung Sampaikan 3 Pesan Suci Rasulullah
Prof Alamsyah saat memberikan Khutbah di Arafah (Foto: Istimewa)
Prof Alamsyah saat memberikan Khutbah di Arafah (Foto: Istimewa)

Makkah, NU Online Lampung

Pelaksana Harian (Plh) Ketua Pengurus Wilayah Nahdlatul Ulama (PWNU) Lampung, Prof Alamsyah mengutip tiga pesan Rasulullah saw, saat di padang Arafah dalam menyampaikan khutbahnya. 


Adapun pesan tersebut adalah, pertama, memelihara jiwa, harta, dan kehormatan orang lain. Pesan Rasulullah saw, agar umat Islam tidak saling menumpahkan darah, dan tidak mengambil harta saudaranya dengan jalan yang tidak dibenarkan, tidak memotong dan merampas sesuatu yang tidak menjadi haknya, tidak saling iri, dengki, caci maki, dan memata-matai, serta tidak mencemarkan nama baik orang lain. 


Pesan kedua, yaitu kaum wanita adalah amanat bagimu. Pesan ini akan sangat berarti bila diperhatikan dengan seksama. Kita banyak saksikan dalam berbagai kasus bahwa keberadaan wanita sering kali disalahgunakan. Pelecehan terhadap mereka telah marak di mana-mana. Kita sangat prihatin dengan realita ini.


“Mengapa membiarkan mereka lepas dari kesucian, sehingga kehilangan rasa malunya? Kehormatan dan harga diri mereka diperdagangkan, karena kita kurang peduli terhadap mereka,” ujarnya. 


Sedangkan pesan ketiga, yakni kesetaraan derajat manusia. Wukuf di Arafah ini merupakan muktamar umat Islam sedunia, yang tentunya terdiri dari banyak suku bangsa, dengan ragam budaya, dan adat istiadatnya. Dalam Islam, derajat setiap manusia adalah sama. Hanya dengan ketakwaan seseorang akan mulia derajatnya di sisi Allah swt. 


“Keragaman suku bangsa dan budaya ini bertujuan agar kita bisa saling mengenal, bertukar informasi, dan saling mengasihi. Lebih dari itu, diharapkan agar kita dapat saling memberikan jalan keluar dalam memecahkan berbagai masalah demi kepentingan bangsa dan negaranya masing-masing,” ujar Prof Alam. 


Maka wukuf di Arafah ini saling memahami antar sesama, dengan dilandasi ukhuwah Islamiyah (persaudaraan atas dasar keislaman), ukhuwah Wathaniyah (persaudaraan atas dasar kebangsaan) dan ukhuwah Basyariyah (persaudaraan atas dasar kemanusiaan).


Wukuf di Arafah ini adalah suasana yang paling berkesan untuk menggambarkan persatuan umat. Sudah seharusnya kita selalu mengedepankan agenda persatuan dan kebersamaan ketimbang konsentrasi pada perbedaan, lebih mengupayakan saling mendekati dari pada menjauh yang biasanya hanya dikarenakan beda pendapat, apalagi beda pendapatan. (Dian Ramadhan)


Editor:

Warta Terbaru