• logo nu online
Home Warta Syiar Bahtsul Masail Keislaman Khutbah Teras Kiai Pernik Kiai Menjawab Pendidikan Opini Literasi Mitra Pemerintahan Ekonomi Tokoh Seni Budaya Lainnya
Minggu, 27 November 2022

Syiar

Manfaatkanlah Waktu Sahurmu untuk Selalu Beristighfar

Manfaatkanlah Waktu Sahurmu untuk Selalu Beristighfar
foto ustadz Abdul Syukur
foto ustadz Abdul Syukur

Oleh: Dr. Abdul Syukur, M.Ag

 

Waktu sahur bukan hanya dimanfaatkan untuk makan dan minum bagi orang yang mengambil sunnah untuk melaksanakan puasa wajib di bulan Ramadhan. Akan tetapi, waktu sahur juga merupakan waktu yang mustajab bagi orang yang berdoa.

 

Maka manfaatkanlah waktu setelah kita makan dan minum di waktu sahur, untuk memperbanyak berdzikir, mendekatkan diri kepada Allah, serta memohon ampunan (maghfirah) dengan memperbanyak istighfar.

 

Jika waktu sebelum makan sahur sangat longgar alangkah baiknya kita memanfaatkan waktu tersebut untuk shalat malam, memperbanyak istighfar, dan membaca Al-Qur’an sambil menunggu hidangan sahur yang siap disantap. Dan apabila setelah makan sahur juga masih longgar, maka alangkah baiknya juga kita manfaatkan untuk beri’tikaf di masjid, memperbanyak dzikir, dan beristighfar kepada Allah swt. 

 

Kebiasaan buruk yang sering kita lakukan yakni setelah makan sahur justru malah tidur kembali. Lalu bangun ketika waktu Subuh sudah akan selesai. Padahal lebih baik waktu tersebut dimanfaatkan untuk selalu berdzikir. Tidur di waktu tersebut kurang baik bagi kesehatan, karena apa yang telah kita makan menuntut kerja keras fungsi pangkreas dan fungsi lambung.

 

Apa rahasia bagi orang yang beristighfar di waktu sahur?

 

Allah swt berfirman di dalam QS. Adz-Dzariyat ayat 18:


وَبِالۡاَسۡحَارِ هُمۡ يَسۡتَغۡفِرُوۡنَ

 

"Dan selalu memohonkan ampunan di waktu pagi sebelum fajar." 

 

Ayat di atas mengandung penjelasan, yaitu:


Pertama, waktu sahur terjadi pada waktu fajar sadik yaitu sepertiga malam (di bulan Ramadhan 1443 H, mulai sekitar pukul 03.00 WIB hingga datang imsak sekitar pukul 04.30 WIB), dan pukul 04.30 an itu batas imsak, habisnya waktu sahur. Alangkah begitu singkatnya durasi waktu sahur itu. 

 

Kedua, keutamaan sahur adalah waktu yang baik (mustajabah) untuk beristighfar dan memohon ampun kepada Allah swt. 

 

Ketiga, memanfaatkan waktu luang sahur untuk memperbanyak istighfar. Orang yang berdzikir membaca istighfar (mustaghfirin) tergolong orang yang mudah masuk ke dalam surganya Allah, sebagaimana kelompok lainnya yaitu: orang sabar, jujur, taat ibadah, dermawan, dan mustaghfirin. Hal ini tertulis di dalam QS. Ali Imran ayat 17:

 

الصّٰبِرِيْنَ وَالصّٰدِقِيْنَ وَالْقٰنِتِيْنَ وَالْمُنْفِقِيْنَ وَالْمُسْتَغْفِرِيْنَ بِالْاَسْحَار


"(Yaitu) orang-orang yang sabar, yang benar, yang tetap taat, yang menafkahkan hartanya (di jalan Allah), dan yang memohon ampun di waktu sahur." (QS. ali-Imran: 17).

 

Ayat 17 di atas memiliki beberapa penjelasan sebagai berikut:


Pertama, ada lima kelompok yang dimudahkan masuk ke surga Allah, yakni orang yang sabar, jujur, taat beribadah, suka berderma, dan suka beristighfar (memohon ampun), terutama di waktu-waktu sahur yang merupakan waktu paling mustajab, dan waktu paling istimewa di setiap malam Ramadhan. 

 

Kedua, jika kita belum mampu menjadi orang yang sabar, maka jadilah orang yang benar atau jujur. Dan jika belum bisa menjadi orang yang jujur, maka jadilah orang yang tetap taat beribadah kepada Allah. Andai kata kita juga belum bisa taat sepenuhnya, maka jadilah orang yang suka berinfaq kepada sesama manusia. Jika belum bisa semuanya, maka jadilah orang suka beristighfar kepada Allah. Karena menjadi baik butuh proses dan tahapan sebaik mungkin yang sesuai dengan mental dan jiwa kita. Dan Allah merupakan Dzat yang selalu memberikan maaf setiap kesalahan serta menghargai setiap proses-proses ibadah hamba-hamba-Nya. (wallahu’alam).

 

Penulis adalah Dekan Fakultas Dakwah dan Ilmu Komunikasi UIN Raden Intan Lampung.
 
 


Syiar Terbaru