• logo nu online
Home Warta Syiar Bahtsul Masail Keislaman Khutbah Teras Kiai Pernik Kiai Menjawab Pendidikan Opini Literasi Mitra Pemerintahan Ekonomi Tokoh Seni Budaya Lainnya
Senin, 30 Januari 2023

Syiar

Sahur yang Penuh Keberkahan

Sahur yang Penuh Keberkahan


Oleh: Dian Ramadhan

SAHUR merupakan persiapan seseorang ketika akan menjalani puasa di pagi hari dengan makan dan minum sebelum waktu imsak. Hukum melaksanakan sahur ini adalah sunnah.

Sahur ini menjadi pembeda puasa antara umat muslim dengan umat-umat terdahulu. Serta di dalam sahur tersebut terdapat pula keberkahan yang banyak, sebagaimana Rasulullah SAW, bersabda.

عَنْ أَنَسَ بْنَ مَالِكٍ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُ، قَالَ: قَالَ النَّبِيُّ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ: تَسَحَّرُوا فَإِنَّ فِي السَّحُورِ بَرَكَةً (رواه البخاري)

Artinya: “Dari Anas bin Malik R.A. berkata, Nabi SAW., bersabda: bersahurlah, karena pada makan sahur itu terdapat keberkahan.”  (HR Bukhari)

Maksud dari hadis di atas adalah sahur tidak hanya menjadi ibadah ceremonial saja. Akan tetapi di dalamnya terdapat hikmah dan pelajaran yang didapat.

Hikmah tersebut, diantaranya,  pertama, makan sahur merupakan pondasi awal dalam ibadah puasa. Dengan makan sahur tubuh menjadi kuat dan fokus dalam menjalankan aktivitas sehari-hari. Sehingga terhindar dari rasa lapar yang dapat mengakibatkan hal-hal buruk, seperti: mudah emosi, tidak fokus dalam berkegiatan, dan malas-malasan.

Kedua, makanan ketika sahur pun dianjurkan agar makanan yang halalan thoyyiban (baik). Halal dan baik untuk dikonsumsi, maksudnya yaitu makanan yang memiliki karbohidrat serta protein yang cukup untuk ibadah puasa sehari penuh. Serta konsumsi air minum yang cukup agar tidak mudah dehidrasi.

Ketiga, waktu sahur merupakan waktu yang penuh keberkahan yaitu jika dapat memanfaatkannya dengan hal-hal yang positif, seperti shalat tahajud, membaca Al-Qur’an, dan beristighfar. Karena pada waktu sahur tersebut merupakan waktu mudah diijabahnya do’a serta memudahkan kita untuk shalat subuh di awal waktu jika mengakhirkan sahur.

Sebagaimana sabda Rasulullah SAW, 
عَنْ زَيْدِ بْنِ ثَابِتٍ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُ، قَالَ: تَسَحَّرْنَا مَعَ النَّبِيِّ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ، ثُمَّ قَامَ إِلَى الصَّلاَةِ»، قُلْتُ: كَمْ كَانَ بَيْنَ الأَذَانِ وَالسَّحُورِ؟ " قَالَ: «قَدْرُ خَمْسِينَ آيَةً (رواه البخاري)

Artinya: “Dari Zaid bin Tsabit R.A berkata: Kami bersahur bersama Rasulullah SAW, kemudian beliau pergi untuk shalat. Lantas saya bertanya kepada Nabi Saw, ‘Berapa lama antara adzan dan sahur? Nabi Saw mejawab: Sekitar 50 ayat.” (HR. Bukhari)

Keempat, orang yang makan sahur akan mendapatkan shalawat dari Allah dan para Malaikat. Maksud shalawat dari Allah adalah rahmat dan pujian kepada orang yang makan sahur di depan para Malaikat. Sedangkan shalawat dari Malaikat adalah doa dan permohonan ampunan kepada Allah untuk orang yang makan sahur.

Sebagaimana sabda Nabi SAW ,
عَنْ أَبِي سَعِيدٍ الْخُدْرِيِّ، قَالَ: قَالَ رَسُولُ اللهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ: " السَّحُورُ أَكْلُهُ بَرَكَةٌ، فَلَا تَدَعُوهُ، وَلَوْ أَنْ يَجْرَعَ أَحَدُكُمْ جُرْعَةً مِنْ مَاءٍ، فَإِنَّ اللهَ عَزَّ وَجَلَّ وَمَلَائِكَتَهُ يُصَلُّونَ عَلَى الْمُتَسَحِّرِينَ (رواه احمد)

Artinya: “Dari Abi Sa’id Al-Khudriy berkata, Rasulullah SAW bersabda: Sahur adalah makanan berkah, maka jangan kalian tinggalkan walaupun salah seorang dari kalian hanya meneguk seteguk air, karena Allah dan para malaikat-Nya bershalawat atas orang-orang yang makan sahur.” (HR. Ahmad)

Penulis adalah Mahasiswa Jurusan Hukum Keluarga Islam Pascasarjana UIN Raden Intan Lampung


Editor:

Syiar Terbaru