• logo nu online
Home Warta Syiar Bahtsul Masail Keislaman Khutbah Teras Kiai Pernik Kiai Menjawab Pendidikan Opini Literasi Mitra Pemerintahan Ekonomi Tokoh Seni Budaya Lainnya
Jumat, 9 Desember 2022

Warta

Belajar Agama yang Benar, Bertanyalah pada Ahlinya

Belajar Agama yang Benar, Bertanyalah pada Ahlinya
Silaturahim MUI Kabupaten Pringsewu di Kecamatan Gadingrejo, Ahad (20/2/2022). (Foto: NU Online/Faizin)
Silaturahim MUI Kabupaten Pringsewu di Kecamatan Gadingrejo, Ahad (20/2/2022). (Foto: NU Online/Faizin)

Pringsewu, NU Online Lampung
Perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi informasi memudahkan berbagai sisi aspek kehidupan. Berbagai ilmu dan informasi pun bisa diakses melalui internet dengan mudahnya. Bukan hanya ilmu-ilmu umum, ilmu agama pun dengan mudahnya didapatkan tanpa batas waktu dan tempat.


Bukan efek positif, berupa kemudahan saja yang bisa dinikmati di tengah kondisi ini, namun efek negatif pun bermunculan seiring banjir informasi dan konten di dunia maya. Kondisi ini diperburuk dengan kebiasaan masyarakat yang cenderung tidak selektif dalam memilah dan memilih konten-konten di internet khususnya terkait agama.


Literasi digital yang dimiliki masyarakat banyak yang masih rendah sehingga mempelajari ilmu agama bukan pada ahlinya di internet. Padahal dalam Islam, sudah diingatkan agar umat Islam bertanya kepada ahli agama jika mereka memiliki hal-hal yang tidak diketahui dan dipahami.


"Fas'aluu ahla dzikri in kuntum laa ta'lamuun. Maka tanyakanlah kepada orang yang berilmu, jika kamu tidak mengetahui," kata Ketua Komisi Fatwa Majelis Ulama Indonesia (MUI) Kabupaten Pringsewu, Lampung KH Mubalighin Adnan mengutip ayat Qur'an surat al-Anbiya’ ayat 7.


Gus Balighin pun mengingatkan agar umat Islam benar-benar belajar agama dengan cara baik terutama ketika mengambilnya dari dunia maya. "Berbicara tentang mesin mobil, ya bengkel tempatnya. Belajar tentang kesehatan, ya dokter gurunya. Begitu juga belajar agama, ya ulama rujukannya," jelas Pengasuh Pesantren Mathlaul Huda Ambarawa ini saat Silaturahim MUI Kabupaten Pringsewu di Kecamatan Gadingrejo, Ahad (20/2/2022).


Terkait dengan kriteria ulama yang patut untuk dijadikan rujukan dalam belajar agama, ia mengingatkan masyarakat untuk belajar agama dari ulama yang memegang prinsip wasathiyah atau moderat. Masyarakat juga harus tahu silsilah atau sanad keilmuan agamanya dan sepak terjang atau jejak kepribadian yang bersangkutan. Sebab di dunia maya khususnya di media sosial, marak bermunculan orang yang tidak jelas dari mana belajar agama namun sudah berani mengeluarkan fatwa agama.


Ulama yang moderat juga bisa terlihat dari cara menyampaikan ceramah dan jenis materi yang disampaikan dalam ceramah-ceramahnya “Kalau lihat ada yang ceramah atau khutbah sambil marah-marah, menyalahkan pandangan orang lain, merasa paling benar sendiri, maka itu menunjukkan orang tersebut tidak moderat. Padahal dakwah itu mengajak dengan hikmah dan cara yang baik,” jelasnya sembari mengutip Al-Qur’an Surat An-Nahl Ayat 125.


Adapun arti selengkapnya dari ayat tersebut adalah: “Serulah (manusia) kepada jalan Tuhan-mu dengan hikmah dan pelajaran yang baik dan bantahlah mereka dengan cara yang baik. Sesungguhnya Tuhanmu Dialah yang lebih mengetahui tentang siapa yang tersesat dari jalan-Nya dan Dialah yang lebih mengetahui orang-orang yang mendapat petunjuk”.


Warta Terbaru