• logo nu online
Home Warta Syiar Bahtsul Masail Keislaman Khutbah Teras Kiai Pernik Kiai Menjawab Pendidikan Opini Literasi Mitra Pemerintahan Ekonomi Tokoh Seni Budaya Lainnya
Senin, 4 Juli 2022

Opini

Bersatu Untuk Mewujudkan Nilai-Nilai Pancasila

Bersatu Untuk Mewujudkan Nilai-Nilai Pancasila
foto Yobi Aprizal
foto Yobi Aprizal

Melalui Keputusan Presiden (Keppres) Nomor 24 tahun 2016, pemerintah menetapkan tanggal 1 Juni 1945 sebagai hari lahir Pancasila. Karena dalam Keppres tersebut disebutkan bahwa pemerintah bersama seluruh komponen bangsa dan masyarakat Indonesia memperingati hari lahir Pancasila setiap tanggal 1 Juni.

 

Negara Indonesia yang terdiri dari beragam suku, agama, ras dan budaya sesungguhnya merupakan kekayaan bangsa yang harus dipelihara, dirawat, dan dijaga, dalam taman Bhineka Tunggal Ika. demikian juga dalam pandangan hidup, Pancasila harus menjadi alat pemersatu bangsa, karena dalam setiap sila sudah mengatur perilaku masyarakat Indonesia secara umum. Semua itu dilakukan agar semua kekayaan dan keragaman Indonesia tidak terpecah.

 

Pancasila sendiri berasal dari kata “panca” yang berarti lima, dan ‘sila’ yang berarti asas. Kemudian disatukan menjadi Pancasila. Sebuah dasar negara, serta ideologi, menjadikan Pancasila sebagai pandangan hidup berbangsa dan bernegara. Oleh karena itu, kita sebagai warga negara harus menjadikan Pancasila sebagai patokan kita dalam berbangsa dan bernegara. Serta menjadikan butir-butir Pancasila sebagai cermin dari perilaku kita. 

 

Maka, memperingati hari lahir pancasila 1 Juni dengan keterbukaan dan perdamaian, merupakan momentum dari implementasi sila-sila dalam pancasila itu sendiri. Dengan keterbukaan dan kedewasaan fikiran kita dalam mengimplementasikan Pancasila, maka akan menjadikan Indonesia menjadi negara yang maju dan moderat.

 

Butir-butir Pancasila yang harus kita ketahui bahwa, sila pertama Ketuhanan Yang Maha Esa terbukti mampu mengayomi berbagai agama terdiri dari agama Hindu, Budha, Kristen Katolik, Kristen Protestan, Islam dan aliran kepercayaan lainya. Nilai yang dapat dikembangkan dan diwujudkan dalam kehidupan sehari hari yakni, pertama percaya akan adanya Tuhan Yang Maha Esa serta menjalankan perintah dan menjauhi larangan-Nya sesuai dengan kepercayaan masing-masing. Kedua saling menghormati pemeluk agama lain dan tidak memaksakan kehendak antar umat beragama.

 

Semua rakyat Indonesia memiliki hak yang sama di mata hukum, agama, masyarakat dan lainnya. Tidak ada perbedaan antara ras satu dengan yang lainnya. Sikap tenggang rasa dan saling tolong menolong harus diutamakan.dengan nilai kemanusiaan yang dijunjung tinggi, dan saling menghargai pendapat masing-masing. Nilai tersebut ada pada sila kedua kemanusiaan yang adil dan beradab.

 

Sila ketiga persatuan Indonesia. Dalam sila ini terdapat beberapa nilai yang dapat diwujudkan dalam kehidupan sehari-hari seperti menggunakan bahasa persatuan Indonesia ketika berkomunikasi dengan berbeda suku.

 

Sila keempat, kerakyatan yang dipimpin oleh hikmat kebijaksanaan dalam permusyawaratan perwakilan. Dengan sila ini, mengajarkan kepada kita untuk bijaksana dalam memimpin. Keputusan yang diambil harus berdasarkan musyawarah sampai mencapai kesepakatan bersama dan tidak memaksakan kehendak orang lain. 

 

Sila terakhir pancasila yakni keadilan sosial bagi seluruh rakyat Indonesia. Nilai-nilai dari sila ini dapat diwujudkan melalui perilaku yang adil di dalam setiap aspek kehidupan, baik di bidang ekonomi, sosial dan politik. Serta memberikan hak dan kewajiban kepada setiap orang. 

 

 (Yobi Aprizal, Ketua PC PMII Pringsewu)
 


Opini Terbaru