• logo nu online
Home Warta Syiar Bahtsul Masail Keislaman Khutbah Teras Kiai Pernik Kiai Menjawab Pendidikan Opini Literasi Mitra Pemerintahan Ekonomi Tokoh Seni Budaya Lainnya
Senin, 30 Januari 2023

Warta

Ketua FKUB Pringsewu: Kapan Keras, Kapan Lunak, Ada Waktunya

Ketua FKUB Pringsewu: Kapan Keras, Kapan Lunak, Ada Waktunya
Olahraga bersama lintas agama di Pringsewu yang diinisiasi FKUB dan Kementerian Agama Kabupaten Pringsewu. (Foto: Istimewa)
Olahraga bersama lintas agama di Pringsewu yang diinisiasi FKUB dan Kementerian Agama Kabupaten Pringsewu. (Foto: Istimewa)

Pringsewu, NU Online Lampung
Indonesia ditakdirkan oleh Allah swt sebagai negara yang sarat dengan keragaman. Berbagai agama, budaya, suku, dan bahasa ada di negara katulistiwa ini. Kebinekaan yang telah menjadi takdir Allah ini harus dirawat dengan baik agar kedamaian dan kerukunan tetap terjaga.


Terkait dengan hal ini, Ketua Forum Kerukunan Umat Beragama (FKUB) Kabupaten Pringsewu KH Mahfudz Ali mengatakan bahwa anugerah Allah swt ini harus disyukuri dengan wujud menjaganya dengan baik. Jika tidak bisa menjaga dengan baik maka akan membahayakan dan mengancam persatuan dan kesatuan bangsa.


Oleh karenanya ia mengajak seluruh umat beragama untuk mengedepankan sikap moderat atau luwes dalam beragama. Ada kalanya tegas namun adakalanya harus lunak dalam menyikapi hal-hal yang terjadi di tengah-tengah masyarakat.


"Kapan keras, kapan lunak, ada waktunya. Kalau tidak tepat waktunya dan tidak menyesuaikan situasi dan kondisi maka bisa berbahaya," katanya pada kegiatan olahraga bersama lintas agama di Pringsewu yang diinisiasi FKUB dan Kementerian Agama Kabupaten Pringsewu, Rabu (9/3/2022).


Sehingga FKUB dalam hal ini terus melakukan upaya agar keragaman dalam beragama tetap terjaga kerukunannya dengan meningkatkan komunikasi dan koordinasi para tokoh lintas agama.


Di antaranya dengan berbagai program seperti menggelar kegiatan olahraga bersama para tokoh agama. Walau terlihat kegiatan tersebut berskala kecil, namun akan memberi dampak besar bagi kerukunan antar umat beragama. "Kalau pentolnya (para tokoh) nya rukun, bisa dipastikan pentilnya (jamaah/umatnya) akan ikut rukun," jelasnya.


Hal yang terlihat kecil ini juga lanjutnya merupakan wujud menjalankan tugas negara dalam mencintai NKRI. "Hubbul wathan minal iman. Cinta tanah air merupakan bagian dari iman. Nggak cinta tanah air, keimanannya dipertanyakan," sambungnya.


Ia menambahkan pula bahwa dengan kerukunan yang selama ini mampu terjaga dengan baik, berbagai aktivitas kehidupan pun dapat berjalan dengan aman dan lancar. "Bekerja jadi gampang, aktivitas ekonomi lancar, dan ibadah pun khusyuk," ungkapnya.


Sementara Kepala Kantor Kementerian Agama Kabupaten Pringsewu H Ahmad Rifai yang membuka acara tersebut berharap kegiatan tersebut terus dilestarikan untuk menjaga komunikasi dan kerukunan. Ia berharap kerukunan dalam kegiatan tersebut bisa menular ke tengah-tengah masyarakat.


"Mari jaga keragaman. Saling menjaga dan menghormati agama satu dengan agama lain," harapnya pada olahraga yang mempertandingkan olahraga bulu tangkis dan tenis meja ini. (Muhammad Faizin)


Warta Terbaru