• logo nu online
Home Warta Syiar Bahtsul Masail Keislaman Khutbah Teras Kiai Pernik Kiai Menjawab Pendidikan Opini Literasi Mitra Pemerintahan Ekonomi Tokoh Seni Budaya Lainnya
Selasa, 23 April 2024

Warta

Jelang Pemilu, Muslimat NU Lampung Imbau Masyarakat Ikuti dengan Damai dan Ceria

Jelang Pemilu, Muslimat NU Lampung Imbau Masyarakat Ikuti dengan Damai dan Ceria
Ketua PW Muslimat NU Lampung, Fita Nahdia Assegaf. (Foto: Istimewa)
Ketua PW Muslimat NU Lampung, Fita Nahdia Assegaf. (Foto: Istimewa)

Bandar Lampung, NU Online Lampung

Pimpinan Wilayah (PW) Muslimat NU Lampung mengajak masyarakat agar dapat mengikuti pemilu pada 14 Februari mendatang dengan damai dan ceria. Masyarakat jangan sampai terpecah belah meski berbeda pilihan dan saling menghormati pilihan masing-masing.

 

Ketua PW Muslimat NU Lampung, Fita Nahdia Assegaf mengatakan, sebagai bangsa yang besar kita harus bisa mewujudkan pemilu yang damai, tidak terjadi perpecahan, dan tetap rukun.

 

“Semua pilihan itu bagus. Mari kita menggunakan hak pilih namun harus tetap saling menghargai,” kata Fita Nahdia kepada NU Online Lampung, Sabtu (3/2/2024).

 

Sedangkan yang dimaksud dengan ceria, lanjutnya, adalah penggunaan hak pilih sesuai pilihan masing-masing, hati nurani, tanpa tekanan atau paksaan dari siapapun.

 

“Kita memilih dengan ceria, tanpa paksaan. Ceria maksudnya bahagia, tidak usah pakai ribut, sama-sama senang. Pemilu itu ajang mencari pemimpin ke depan supaya bangsa dan negara menjadi lebih baik,” ujarnya.

 

Pengasuh Pondok Pesantren Darul Ma’arif itu mengatakan, pemilu damai dan ceria itu bukan hanya dalam konteks pemilihan presiden dan wakil presiden. Tapi juga pemilihan legislatif, baik pemilihan DPR, DPD, DPRD Provinsi maupun DPRD Kabupaten Kota.

 

“Jangan memilih karena tekanan. Dan saling menghargai pilihan masing-masing, tidak saling mempertentangkan. Siapa yang menang kita hormati, itulah esensi demokrasi,” tegas mantan anggota DPRD Provinsi Lampung itu.

 

Fita mengatakan, pemilih perempuan itu sangat banyak. Muslimat NU harus bisa memberi contoh supaya masyarakat lebih kondusif dan menghargai perbedaan pilihan. Ia juga mengajak warga Muslimat untuk datang ke TPS pada 14 Februari mendatang untuk memberikan suara, dan tidak boleh golput.

 

“Pemilih perempuan ini sangat penting perannya, dia bisa mengajak keluarganya terutama suami dan anak-anak untuk menggunakan hak pilih. Apalagi ibu-ibu yang aktif di organisasi, bisa saling mengajak untuk tidak golput,” katanya.

 

Berdasarkan data KPU Provinsi Lampung, jumlah pemilih perempuan pada pemilu 2024 Provinsi Lampung, jumlah pemilih sebanyak 6.539.128 jiwa. Dari jumlah tersebut pemilih perempuan sebanyak 3.212.794 jiwa, sedangkan laki-laki sebanyak 3.326.334 jiwa.

(Ila Fadilasari)


Warta Terbaru