• logo nu online
Home Warta Syiar Bahtsul Masail Keislaman Khutbah Teras Kiai Pernik Kiai Menjawab Pendidikan Opini Literasi Mitra Pemerintahan Ekonomi Tokoh Seni Budaya Lainnya
Minggu, 27 November 2022

Tokoh

Gus Sholah, Ketokohan dan Teladan Seorang Kiai NU

Gus Sholah, Ketokohan dan Teladan Seorang Kiai NU

Gus Sholah, Ketokohan dan Teladan Seorang Kiai NU

Oleh : Ichwan Adji Wibowo

BANDAR LAMPUNG – Di saat Nahdlatul Ulama (NU) sedang memperingati Harlah yang ke 94 tahun dan menjelang pelaksanaan Muktamar yang ke 34, NU kehilangan putra terbaiknya. Beliau adalah salah satu cucu pendiri NU, yakni KH. Sholahuddin Wahid atau Gus Sholah bin KH. Wahid Hasyim bin KH. Hasyim Asyari, beliau adik kandung Gus Dur.

Gus Sholah di mata warga nahdliyin tidak saja dipahami sebagai kiai, karena almarhum memiliki nasab kiai dan merupakan pengasuh pondok pesantren (Ponpes) ternama di Indonesia. Lebih dari itu beliau juga dikenal sebagai tokoh bangsa, yang kiprahnya mampu merepresentasikan sebagai figur ulama NU.

Dalam banyak hal, sikap dan pandangannya selalu moderat, menempatkan kepentingan dan kemaslahatan bangsa di atas kepentingan yang lebih sempit. Beliau juga salah satu tokoh yang mampu berdialog dengan lintas keyakinan yang disegani dan dihormati banyak kalangan.

Gus Sholah juga layak menjadi tauladan bagi warga nahdliyin karena dalam kiprah politiknya selalu menempatkan etika dan kesantunan. Beliau juga sebagai zuriyah pendiri NU, tidak pernah menunjukan sikap jumawa. Terbukti di jamiyyyah NU, meski pernah dua kali kalah dalam kontestasi pemilihan tapuk pimpinan tanfidiyah, beliau tetap tidak menunjukan sikap ekstrim terhadap PBNU. Justru beliau kerap memberikan kritik yang konstruktif terhadap NU. Sikap yang proporsional inilah yang justru mencerminkan prilaku kiai NU.

Bagi Gus Sholah, tentu bukan perkara mudah untuk menunjukan eksistensi ketokohannya selama dibawah bayang-bayang figur sekelas Gus Dur.  Akan tetapi dengan corak dan karakter kepribadiannya sendiri, terbukti Gus Sholah mampu menunjukan ketokohannya sendiri 

Lagi-lagi warga NU kembali kehilangan tokoh panutan dan pengayom.

*) Penulis adalah Ketua PCNU Bandar Lampung


Editor:

Tokoh Terbaru