• logo nu online
Home Warta Syiar Bahtsul Masail Keislaman Khutbah Teras Kiai Pernik Kiai Menjawab Pendidikan Opini Literasi Mitra Pemerintahan Ekonomi Tokoh Seni Budaya Lainnya
Minggu, 5 Februari 2023

Syiar

4 Hal yang Membuat Kita Lalai Shalat Tahajud

4 Hal yang Membuat Kita Lalai Shalat Tahajud
ilustrasi orang melakukan shalat tahajud
ilustrasi orang melakukan shalat tahajud

Kebanyakan kita sudah mengetahui keutamaan shalat Tahajud, yang dilakukan pada sepertiga malam. Kita tentunya ingin selalu mengamalkannya, namun apa daya keinginan itu sering terlewatkan begitu saja.

 

Ada beberapa sebab kita tidak melaksanakan shalat Tahajud itu. Seperti tidak terbangun pada malam hari,  atau bila pun terbangun,  terasa berat melaksanakannya, hingga kemudian memilih terus melanjutkan tidur.

 

Ulama menyebutkan empat hal yang menghalangi atau mencegah kita untuk mengamalkan shalat malam. Syekh Zainuddin Al-Malibari, seperti dilansir dari Ini Empat Penghalang Shalat Tahajud, menyebutkan empat hal tersebut dalam syairnya berikut ini:


ويفوت هذا بالكثير من اهتما*مك واشتغالك بالدنا متغافلا


وحديث دنيا ثم لغو واللغط*كذا بإتعاب الجوارح وامتلا


Artinya: Luput ini (shalat Tahajjud) kebanyakan karena kebimbanganmu  dan kesibukanmu pada dunia sehingga dr lalai, bicara dunia lalu sia-sia dan berkicau,  begitu juga meletihkan fisik dan memenuhi perut (Zainuddin Al-Malibari, Hidayatul Adzkiya ila Thariqil Auliya pada Syarah Kifayatul Atqiya, [Indonesia, Al-Haramain Jaya: tanpa tahun], halaman 100).


Sayyid Bakri dalam syarah atas syair ini melalui karyanya Kitab Kifayatul Atqiya wa Minhajul Ashfiya menyebutkan faktor-faktor yang dapat mencegah kita untuk melakukan shalat tahajud yakni:


1. Kebimbangan kita atas kehidupan dunia disertai kelalaian dalam mengingat kehidupan akhirat.

 

2. Terlalu asyik membahas dunia, tenggelam dalam membicarakan hal yang batil/sia-sia, dan berbicara dengan suara tinggi.

 

3. Terlalu membuat badan letih dengan kerja-kerja berat pada siang hari.

 

4. Terlalu banyak makan yang membuat tidur lelap dan mengantuk berat.

 

Sayyid Bakri menambahkan, salah satu hal yang menghalangi kita untuk mengamalkan shalat tahajud adalah meninggalkan qailulah (tidur siang sejenak) dan melakukan dosa karena itu dapat mengeraskan hati dan menghalanginya dari rahmat Allah.


Demikian disebutkan oleh Sayyid Bakri bin Sayyid Muhammad Syatha Ad-Dimyathi dalam Kitab Kifayatul Atqiya, (Indonesia, Al-Haramain Jaya: tanpa tahun), halaman 101.


Adapun waktu malam adalah waktu lalu-lalang para hamba Allah (mi’raj) ke langit melalui zikir dan terutama shalat tahajud yang begitu mulia. Shalat tahajud dianjurkan dalam Al-Qur’an untuk Rasulullah saw (Surat Al-Muzzammil ayat 1-3) dan para sahabatnya (Surat Al-Muzzammil ayat 20).


Shalat Tahajud dianjurkan dalam Al-Qur’an untuk Rasulullah SAW pada Surat Al-Isra ayat 79. Shalat tahajud pada ayat ini dapat menjadi sebab atas peningkatan derajat para hamba Allah di sisi-Nya. Karena itu sudah selayaknyalah kita menguatkan niat dan menjadikan Tahajud sebagai ibadah yang rutin.


Syiar Terbaru