• logo nu online
Home Warta Syiar Bahtsul Masail Keislaman Khutbah Teras Kiai Pernik Kiai Menjawab Pendidikan Opini Literasi Mitra Pemerintahan Ekonomi Tokoh Seni Budaya Lainnya
Senin, 5 Desember 2022

Warta

Bupati Sujadi Minta Tradisi Pukul Bedug Sebelum Jumatan Dilestarikan

Bupati Sujadi Minta Tradisi Pukul Bedug Sebelum Jumatan Dilestarikan
Bupati Pringsewu KH Sujadi
Bupati Pringsewu KH Sujadi

Pringsewu, NU Online Lampung
Jumat (13/5/2022) menjadi hari pertama dimulainya shalat Jumat di Masjid Asmaul Husna Komplek Islamic Centre Pringsewu. Sebelumnya, masjid yang berada di kawasan Fajar Agung Barat Kecamatan Pringsewu ini belum difungsikan untuk kegiatan shalat Jumat setelah diresmikan pada tahun 2019 lalu.


Pada Jumatan perdana tersebut, Bupati Pringsewu KH Sujadi langsung bertindak selaku imam shalat Jumat dan Kepala Kantor Kementerian Agama Pringsewu H Ahmad Rifai sebagai khatib.


Pada kesempatan tersebut, Bupati Sujadi meminta tradisi-tradisi luhur terkait dengan pelaksanaan ibadah shalat Jumat terus dilestarikan. Di antaranya adalah pemukulan bedug dan kentongan ketika waktu shalat Jumat telah tiba. "Begitu masuk waktu, bedug dan ketongannya ditabuh, muadzin segera adzan. Insyaallah, bedug ditabuh, iman pun tumbuh," katanya.


Tradisi lain yang ia ingatkan agar terus dilestarikan adalah kesunahan para khatib, imam, dan muazin untuk mengenakan jubah saat menjalankan tugasnya. "Adzan pertama dan kedua juga dibedakan lagunya dan temponya agar jamaah bisa membedakan jika adzan yang dikumandangkan itu adzan pertama apa kedua," imbuhnya.


Selain itu, Bupati juga meminta agar masjid yang berada di depan komplek Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Pringsewu tersebut terus dimakmurkan dengan berbagai kegiatan keagamaan. Di antaranya dengan kegiatan pengajian, semaan Al-Qur'an, dan sejenisnya.


Misi utama manusia
Sementara H Ahmad Rifai dalam khutbahnya mengangkat materi tentang dua misi utama diciptakannya manusia ke dunia. Dua misi utama tersebut adalah sebagai abdullah (hamba Allah) yang diwujudkan dalam kewajiban untuk beribadah menyembah  Allah swt dan sebagai khalifah (pemimpin) yang diwujudkan dengan melaksanakan perintah-perintah-Nya, memakmurkan bumi serta memanfaatkan segala apa yang ada padanya dengan baik.


Dua misi utama tersebut telah disebutkan dalam firman Allah swt dalam Al-Qur’an surat Adz-Dzariyat ayat 56 dan Al-Baqarah ayat 30. “Kita perlu sadari, bahwa kewajiban kita menyembah Allah swt bukanlah karena Allah butuh untuk disembah. Justru sebaliknya, kita menyembah Allah karena kita butuh untuk menyembah-Nya. Kita perlu sadari lagi bahwa Allah lah dzat yang paling kuasa atas segala yang terjadi pada diri kita. Ketika kita menyembah Allah, maka akan tercipta hubungan harmonis antara kita dengan Allah sehingga Allah akan senantiasa sayang dan cinta kepada kita,” paparnya.


“Aktivitas ibadah kita juga merupakan wujud syukur kepada Allah yang telah menciptakan dan memelihara kita, serta memberikan kesempatan untuk menggunakan fasilitas yang ada di bumi untuk kebutuhan hidup. Keistiqamahan kita dalam beribadah menyembah Allah akan menjadi tolok ukur ketakwaan yang akan memberi dampak pada kehidupan di dunia dan akhirat,” imbuhnya. (Muhammad Faizin)


Editor:

Warta Terbaru