• logo nu online
Home Warta Syiar Bahtsul Masail Keislaman Khutbah Teras Kiai Pernik Kiai Menjawab Pendidikan Opini Literasi Mitra Pemerintahan Ekonomi Tokoh Seni Budaya Lainnya
Senin, 4 Juli 2022

Literasi

Buku Sejarah NU Lampung, Menjawab Keprihatinan Minimnya Informasi NU Masa Lampau

Buku Sejarah NU Lampung, Menjawab Keprihatinan Minimnya Informasi NU Masa Lampau
PMII Universitas Lampung menggelar bedah buku Sejarah dan Pertumbuhan NU di Lampung
PMII Universitas Lampung menggelar bedah buku Sejarah dan Pertumbuhan NU di Lampung

Bandar Lampung, NU Online Lampung:

Keprihatinan minimnya informasi tentang sejarah berdirinya NU di Lampung terjawab sudah, dengan terbitnya buku Sejarah dan Pertumbuhan NU di Lampung. Sebelumnya, selalu menjadi pembahasan di internal NU Lampung, bagaimana sesungguhnya kisah dan awal mula NU di Lampung dan siapa tokoh yang berperan dalam pendirian jamiyah NU di Lampung.

 

Demikian disampaikan oleh Ketua PCNU Kota Bandar Lampung, Ustadz Ichwan Adji WIbowo, dalam bedah buku Sejarah dan Pertumbuhan NU di Lampung, yang digelar oleh PMII Komisariat Universitas Lampung (Unila), Sabtu (12/1/2022).

 

Bedah buku yang laksanakan di Lamban (Sekretariat) Pergerakan PMII Komisarat Unila itu juga menghadirkan penulis buku Ila Fadilasari,  dan Direktur Pascasarjana Universitas Sang Bumi Ruwa Jurai (USBRJ) Idham Manaf. 

 

Ustad Adji mengatakan, dengan terbitnya buku tersebut, telah menguak tabir yang menjadi tanda tanya bagi warga maupun pengurus NU, di tengah minimnya informasi bahkan belum adanya publikasi tertulis tentang sejarah NU di Lampung.

 

 “Buku ini bisa menjadi renungan kita, bagaimana dahulu tokoh-tokoh pendiri NU telah berjuang dan bekerja keras dalam keterbatasan, namun mereka bisa mewujudkan berdirinya jam'iyyah yang sekarang kita rasakan kebesarannya,” katanya.

 

Dia mengakui, penulisan dan riset buku itu adalah sebuah proses kerja keras yang panjang dan tentunya butuh keuletan dan kesabaran yang luar biasa. "Sebelumnya saya mengenal Ila memang sebagai seorang jurnalis yang kerap melakukan peliputan investigasi. Maka ketika dalam prosesnya kami mendengar banyak kendala, kami yakin buku itu pasti terbit" katanya. 

 

Ustadz Adji mengajak kader muda NU untuk meneladani dan menziarahi para tokoh yang sudah diungkap Ila fadilasari dalam bukunya itu. 

 

NU itu, kata dia, sangat dekat sekali dengan budaya ziarah dan juga sejarah. Maka membaca buku ini membuat kita menjadi tahu sejarah, dan berikutnya mari kita menziarahi tokoh-tokoh pendiri NU. 

 

"Ada nama KH Fadlil Amin yang mendapat mandat dari Hadratus Syekh mendirikan NU di Lampung dan KH Ahmad Asrori asal Menes Banten, yang terlibat dalam mendirikan dan membesarkan NU di Tanjung raja, yang merupakan NU cabang pertama di Lampung, " kata Adji yang juga Camat Teluk Betung Selatan itu. 

 

Sementara itu, Direktur pascasarjana USBRJ Idham Manaf, turut mengapresiasi terbitnya buku tersebut. Menurutnya, buku sejarah itu bisa menjadi motivasi kader-kader muda NU, dalam hal ini PMII, untuk membuat tulisan serupa. Misalnya, buku tentang berdirinya PMII d Lampung, atau minimal PMII di Unila. 

 

"Ini penting sekali, bukankah PMII di Lampung telah melahirkan orang-orang penting di daerah ini, baik di bidang politik, jurnalistik, pendidikan, dan lainnya, " tegasnya. 

 

Penulis buku, Ila Fadilasari, mengatakan, penulisan buku sejarah NU ini memang tantangan tersendiri. Meski sebelumnya sudah menulis buku-buku yang berbasis riset, namun menulis sejarah NU penuh dengan dinamika yang menarik. “Mulai dari minimnya dokumentasi tertulis, sulitnya mencari narasumber yang mengetahui informasi berdirinya NU di era awal, hingganya kuatnya unsur konflik dalam sejarah dan pertumbuhan NU di Lampung," katanya.

 

Sebelumnya, Ketua Cabang PMII Bandar Lampung, Muhammad Julianto, mengatakan, kegiatan yang bernuasa literasi dan cendekia ini perlu dibudayakan di kalangan PMII. “Acara bedah buku ini merupakan sarana kader PMII untuk menimba ilmu di bidang literasi. Bukan hanya diskusi yang tanpa hasil,” katanya. (Sunarto)


Literasi Terbaru