• logo nu online
Home Warta Syiar Bahtsul Masail Keislaman Khutbah Teras Kiai Pernik Kiai Menjawab Pendidikan Opini Literasi Mitra Pemerintahan Ekonomi Tokoh Seni Budaya Lainnya
Sabtu, 18 Mei 2024

Khutbah

Khutbah Jumat: Dengan Menghindari Hoaks Kita Akan Menyelamatkan Umat

Khutbah Jumat: Dengan Menghindari Hoaks Kita Akan Menyelamatkan Umat
Ilustrasi hoaks (Foto: NU Online)
Ilustrasi hoaks (Foto: NU Online)

Hoaks atau berita bohong merupakan perbuatan yang tercela, karena akan menimbulkan kegaduhan di masyarakat. Sehingga dikhawatirkan akan melahirkan reaksi-reaksi buruk seperti anarkis, vandalis, provokasi bahkan pengeroyokan. 


Maka sudah sepatutnya kitab bisa menjadi filter dari berita bohong. Mulailah membaca dengan teliti, menelaah dengan saksama dan memahami sedalam-dalamnya, setelah itu berpikirlah apakah pantas untuk dibagikan atau tidak.


Khutbah I


الْحَمْدُ لِلّٰهِ رَبِّ الْعَالَمِيْنَ، وَبِهِ نَسْتَعِيْنُ عَلَى أُمُوْرِ الدُّنْيَا وَالدِّيْنِ، وَالصَّلَاةُ وَالسَّلَامُ عَلَى أَشْرَفِ اْلأَنْبِيَاءِ وَالْمُرْسَلِيْنَ، نَبِيِّنَا مُحَمَّدٍ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ وَعَلَى اٰلِهِ وَأَصْحَابِهِ وَالتَّابِعِيْنَ وَمَنْ تَبِعَهُمْ بِإِحْسَانٍ إِلىَ يَوْمِ الدِّيْنِ، أَشْهَدُ أَنْ لَا إِلٰهَ إِلَّا الله وَحْدَه لَاشَرِيْكَ لَهُ الْمَلِكُ الْحَقُّ اْلمُبِيْن. وَأَشْهَدُ أَنَّ سَيِّدَنَا مُحَـمَّدًا عَبْدُهُ وَرَسُوْلُهُ صادِقُ الْوَعْدِ اْلأَمِيْن. أَمَّا بَعْدُ فَيَا أَيُّهَا الْحَاضِرُوْنَ. اِتَّقُوا اللهَ حَقَّ تُقَاتِه وَلَا تَمُوْتُنَّ إِلَّا وَأَنْتُمْ مُسْلِمُوْنَ. فَقَالَ اللهُ تَعَالَى: الَّذِيْنَ يَسْتَمِعُوْنَ الْقَوْلَ فَيَتَّبِعُوْنَ اَحْسَنَهٗ ۗ اُولٰۤىِٕكَ الَّذِيْنَ هَدٰىهُمُ اللّٰهُ وَاُولٰۤىِٕكَ هُمْ اُولُوا الْاَلْبَابِ


Hadirin Rahimakumullah,

Pada hari yang mulia ini, Sayyidul ayyam. Di atas mimbar, khatib tidak akan pernah bosan mengingatkan kepada jamaah Jumat sekalian dan khususnya kepada diri khatib pribadi, untuk selalu berusaha meningkatkan keimanan dan ketakwaan kita kepada Allah swt, yakni dengan terus berusaha menjalankan segala perintah-Nya dan menjauhi segala larangan-Nya. Karena sesungguhnya Allah swt selalu bersama orang yang bertakwa. Sebagaimana difirmankan dalam Al-Qur’an surat Al-Baqarah ayat 194: 


وَاتَّقُوا اللّٰهَ وَاعْلَمُوْٓا اَنَّ اللّٰهَ مَعَ الْمُتَّقِيْنَ – ١٩٤


Artinya: Bertakwalah kepada Allah dan ketahuilah bahwa Allah beserta orang-orang yang bertakwa (QSAl Baqarah: 194).


Selain itu juga Allah swt akan memberikan jalan keluar dari setiap kesulitan. Hal ini disebutkan dalam Al-Qur’an surat At-Thalaq ayat 2:


وَمَنْ يَّتَّقِ اللّٰهَ يَجْعَلْ لَّهٗ مَخْرَجًا ۙ – ٢


Artinya: Barangsiapa bertakwa kepada Allah niscaya Dia akan membukakan jalan keluar baginya (QS At Thalaq: 2).


Semoga dengan bertakwa, Allah swt selalu memberikan bimbingan dan kekuatan kepada kita semua, sehingga kita selalu dalam lindungan iman dan Islam kepada-Nya.


Hadirin rahimakumullah,

Segala puji bagi Allah swt, Dzat yang memberikan kepada kita berjuta-juta kenikmatan, bahkan lebih dari itu, sehingga kita masih bisa berjalan mendekatkan diri kepada Allah swt, menuju masjid yang mulia ini, untuk melaksanakan shalat Jumat secara berjamaah.


Shalawat beserta salam, semoga tetap tercurahkan kepada junjungan kita Nabi Besar Muhammad saw, Nabi yang telah membimbing kita menuju zaman yang penuh keimanan, moderat dan saling memanusiakan manusia. Semoga kita selalu menjalankan syariatnya, mencintainya dan bershalawat kepadanya, sehingga kita akan diakui sebagai umatnya yang mendapatkan syafaatnya di hari akhir nanti. Aamin ya rabbal alamin.


Hadirin rahimakumullah,

Hoaks merupakan kata yang berasal dari bahasa Inggris yang memiliki makna olok-olokan, cerita bohong. Bahkan sepadan pula dengan kata كذب (kadzab) yang memiliki makna dusta. Menurut KBBI, hoaks mengandung makna berita bohong, berita tidak bersumber.


Berita bohong sangat meresahkan umat manusia, karena hanya akan melahirkan permasalahan-permasalahan yang lainnya secara beruntun. Karena sesuatu yang didasari dari satu kebohongan, maka seluruh penjabarannya akan bohong juga. Lebih parahnya lagi, berita bohong hanya akan menjadikan fitnah dan aniaya bagi yang lainnya. 


Contohnya pada masa Nabi Muhammad saw ketika perang Uhud sedang berkecamuk. Tiba-tiba terdengar berita bahwa Nabi Muhammad telah terbunuh. Sungguh berita ini mengejutkan para sahabat yang sedang berperang. Ini salah satu penyebab besar banyaknya korban umat Islam berjatuhan dalam Perang Uhud. 


Selain itu, ada juga berita bohong/hoaks yang disebarkan oleh orang-orang munafik memfitnah istri Nabi saw, yakni Siti Aisyah yang suci. Hal ini juga menjadikan kota Madinah menjadi penuh dengan ghibah, fitnah dan olok-olokan. Sampai-sampai Allah menurunkan wahyu yang membela kesucian Siti Aisyah ra.


Hadirin rahimakumullah,

Kita sebagai umat Islam sudah sepantasnya menyeleksi dan mengklarifikasi berita-berita yang hadir di kehidupan kita. Kita saring dulu sebelum sharing (dibagi). Jangan sampai kita menerima begitu saja apa yang masuk. Itu seperti kita memakan makanan tanpa diolah dan dicermati terlebih dahulu, mana yang baik dan benar, mana yang sudah basi mana yang segar, mana yang berbahaya bagi tubuh mana yang tidak. 


Mengenai berita-berita yang tidak jelas di kehidupan kita, Allah swt telah mewanti-wanti kepada kita melalui firman-Nya dalam Al-Qur’an surat Al-Hujurat ayat 6:


يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا إِنْ جَاءَكُمْ فَاسِقٌ بِنَبَإٍ فَتَبَيَّنُوا أَنْ تُصِيبُوا قَوْمًا بِجَهَالَةٍ فَتُصْبِحُوا عَلَى مَا فَعَلْتُمْ نَادِمِينَ


Artinya: Hai orang-orang yang beriman, jika datang kepadamu orang fasik membawa suatu berita, maka periksalah dengan teliti agar kamu tidak menimpakan suatu musibah kepada suatu kaum tanpa mengetahui keadaannya yang menyebabkan kamu menyesal atas perbuatanmu itu (QS al-Hujurat: 6).


Dari ayat di atas sangat jelas, bahwa Islam melarang menyebarkan berita yang belum terbukti kebenarannya karena akan menimbulkan fitnah di mana-mana. Dan lebih parahnya hoaks akan menjadikan musibah bagi umat itu sendiri, karena bukan hanya merugikan satu orang, melainkan yang lainnya juga.


Hadirin rahimakumullah,

Di zaman sekarang, ketika kita mendengar berita dari orang lain, terutama dari media sosial yang mudah sekali viral, baik tiktok, Instagram, facebook, whatsapp, maka wajib kita menyimak terlebih dahulu, dibaca pelan-pelan, dan dipahami kabar tersebut sebelum kita sebar kepada orang lain. Kita harus meluangkan waktu untuk memastikan bahwa kabar tersebut adalah kabar yang benar. 


Akan tetapi kebanyakan masyarakat kita malas untuk membaca dan menelaah bacaan, sehingga sikap tersebut menjadikan bencana bagi orang lain. Ada yang hanya membaca judul berita yang bombastis atau menarik, langsung dishare, padahal kadang isinya tidak sama dengan judulnya.


Ketika hoaks tersebut dibagikan dan memiliki muatan yang kontroversi, bahkan mengajak kepada kemunkaran. Maka hal-hal anarkis dan vandalis bisa terjadi. Allah swt telah mengingatkan kita dalam firman-Nya, surat Al-Baqarah ayat 191 tentang bahaya fitnah (hoaks):


… وَالۡفِتۡنَةُ اَشَدُّ مِنَ الۡقَتۡلِۚ ….


Artinya:… Dan fitnah itu lebih kejam daripada pembunuhan.… (QS Al-Baqarah: 191).


Hadirin rahimakumullah,

Selain menjadi kegaduhan pada umat, hoaks juga berbahaya bagi pelakunya, karena segala sesuatu akan kembali pada apa yang ia perbuat, kecuali orang tersebut bertobat dan meminta ampun kepada Allah swt, serta meminta maaf kepada umat yang ditelah dizalimi dengan berita bohong tersebut. 


Karena bahaya bagi orang yang menyebarkan berita bohong kepada masyarakat, Allah swt akan memberikan balasan yang setimpal dengan apa yang ia perbuat. Hal ini telah difirmankan oleh-Nya dalam Al-Qur’an surat An-Nur ayat 19:


اِنَّ الَّذِيْنَ يُحِبُّوْنَ اَنْ تَشِيْعَ الْفَاحِشَةُ فِى الَّذِيْنَ اٰمَنُوْا لَهُمْ عَذَابٌ اَلِيْمٌۙ فِى الدُّنْيَا وَالْاٰخِرَةِۗ وَاللّٰهُ يَعْلَمُ وَاَنْتُمْ لَا تَعْلَمُوْنَ


Artinya: Sesungguhnya orang-orang yang ingin agar perbuatan yang sangat keji itu (berita bohong) tersiar di kalangan orang-orang yang beriman, mereka mendapat azab yang pedih di dunia dan di akhirat. Dan Allah mengetahui, sedang kamu tidak mengetahui (QS An-Nur: 19).


Hadirin rahimakumullah,

Demikianlah khutbah singkat yang dapat kami sampaikan, mudah-mudahan bermanfaat bagi kita semua, baik yang mendengar maupun yang membaca. 


Dan semoga, kita juga bisa terhindar dari bahaya-bahaya berita hoaks, fitnah, adu domba dan provokasi terhadap umat. Sehingga kita tidak mudah menyebarkan maksiat tersebut. Amiin ya rabbal alamin.


بَارَكَ اللَّهُ لِىْ وَلَكُمْ فِى الْقُرْآنِ الْعَظِيْمِ. وَنَفَعَنِيْ وَاِيَّكُمْ بِمَا فِيْهِ مِنَ اْلاَيَاتِ وَالذِّكْرِ الْحَكِيْمِ. وَتَقَبَّلَ مِنِّى وَاِيَّاكُمْ تِلاَ وَتَهُ اِنَّهُ هُوَ السَّمِيْعُ الْعَلِيْمِ.


Khutbah II


الْحَمْدُ لِلّٰهِ وَالْحَمْدُ لِلّٰهِ ثُمَّ الْحَمْدُ لِلّٰهِ. أَشْهَدُ أَنْ لَا إلٰهَ إِلَّا اللهُ وَحْدَهُ لَا شَرِيكَ لَهُ، وَأَشْهَدُ أنَّ سَيِّدَنَا مُحَمَّدًا عَبْدُهُ وَرَسُوْلُهُ الَّذِيْ لَا نَبِيَّ بَعْدَهُ.

اَللَّهُمَّ صَلِّ  وَسَلِّمْ عَلَى نَبِيِّنَا مُحَمَّدٍ وَعَلى ألِهِ وَأَصْحَابِهِ وَمَنْ تَبِعَهُمْ بِإِحْسَانٍ إِلَى يَوْمِ القِيَامَةِ. أَمَّا بَعْدُ،

فَيَا أَيُّهَا النَّاسُ أُوْصِيْكُمْ وَنَفْسِيْ بِتَقْوَى اللهِ فَقَدْ فَازَ الْمُتَّقُوْنَ. فَقَالَ اللهُ تَعَالَى: إِنَّ اللهَ وَمَلَائِكَتَه يُصَلُّوْنَ عَلَى النَّبِيِّ، يٰأَ يُّها الَّذِيْنَ اٰمَنُوْا صَلُّوْا عَلَيْهِ وَسَلِّمُوْا تَسْلِيْمًا.  اَللّٰهُمَّ صَلِّ عَلَى سَيِّدَنَا مُحَمَّدٍ وَعَلى ألِ سَيِّدَنَا مُحَمَّدٍ .

اَللّٰهُمَّ اغْفِرْ لِلْمُؤْمِنِيْنَ وَاْلمُؤْمِنَاتِ وَاْلمُسْلِمِيْنَ وَاْلمُسْلِمَاتِ، اَلْأَحْياءِ مِنْهُمْ وَاْلاَمْوَاتِ. اَللّٰهُمَّ ادْفَعْ عَنَّا اْلبَلَاءَ وَاْلوَبَاءَ والقُرُوْنَ وَالزَّلَازِلَ وَاْلمِحَنَ وَسُوْءَ اْلفِتَنِ وَاْلمِحَنَ مَا ظَهَرَ مِنْهَا وَمَا بَطَنَ عَنْ بَلَدِنَا إِنْدُونِيْسِيَّا خآصَّةً وَسَائِرِ بُلْدَانِ اْلمُسْلِمِيْنَ عامَّةً يَا رَبَّ اْلعَالَمِيْنَ. اَللّٰهُمَّ أَرِنَا الْحَقَّ حَقًّا وَارْزُقْنَا اتِّبَاعَهُ وَأَرِنَا الْبَاطِلَ بَاطِلًا وَارْزُقْنَا اجْتِنَابَهُ. رَبَّنَا آتِناَ فِى الدُّنْيَا حَسَنَةً وَفِى اْلآخِرَةِ حَسَنَةً وَقِنَا عَذَابَ النَّارِ. وَاَلْحَمْدُ لِلّٰهِ رَبِّ الْعٰلَمِيْنَ  عٍبَادَ اللهِ، إِنَّ اللهَ يَأْمُرُ بِاْلعَدْلِ وَاْلإِحْسَانِ وَإِيْتاءِ ذِي اْلقُرْبى وَيَنْهى عَنِ اْلفَحْشاءِ وَاْلمُنْكَرِ وَاْلبَغْيِ يَعِظُكُمْ لَعَلَّكُمْ تَذَكَّرُوْنَ، وَاذْكُرُوا اللهَ اْلعَظِيْمَ يَذْكُرْكُمْ، وَاشْكُرُوْهُ عَلىَ نِعَمِهِ يَزِدْكُمْ، وَلَذِكْرُ اللهِ أَكْبَرُ


Yudi Prayoga, Sekretaris MWCNU Kedaton Bandar Lampung
 


Khutbah Terbaru