• logo nu online
Home Warta Syiar Bahtsul Masail Keislaman Khutbah Teras Kiai Pernik Kiai Menjawab Pendidikan Opini Literasi Mitra Pemerintahan Ekonomi Tokoh Seni Budaya Lainnya
Minggu, 25 September 2022

Syiar

Dalil Keutamaan Membaca Surat al-Kahfi di Malam Jumat

Dalil Keutamaan Membaca Surat al-Kahfi di Malam Jumat
https://kalam.sindonews.com/reasumber: d/549744/68/bolehkah-membaca-al-kahfi-dicicil-1632456546
https://kalam.sindonews.com/reasumber: d/549744/68/bolehkah-membaca-al-kahfi-dicicil-1632456546

Pada hari Jumat, sebagai hari yang istimewa dan penuh keutamaan, sebaiknya jangan dilewatkan begitu saja. Sudah selayaknyalah kita meningkatkan dan memperbanyak amal ibadah pada hari tersebut.

 

Diantara amalan yang perlu kita perbanyak adalah membaca shalawat kepada Rasulullah saw, bersedekah, dan melaksanakan kebaikan lainnya. Imam Syafi’i, menjelaskan anjuran untuk memperbanyak membaca shalawat dan membaca surat al-Kahfi pada hari Jumat.

 

DIlansir dari Hikmah Membaca Surat al-Kahfi di Malam Jumat ,  Imam Syafi’I menyatakan:

 

(قَالَ الشَّافِعِيُّ) أَخْبَرَنَا إبْرَاهِيمُ بْنُ مُحَمَّدٍ قَالَ حَدَثَنِي
عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ أَكْثِرُوا الصَّلَاةَ عَلَيَّ يَوْمَ الْجُمُعَةِ ( قال الشَّافِعِيُّ ) وَبَلَغَنَا أَنَّ مَنْ قَرَأَ سُورَةَ الْكَهْفِ وُقِيَ فِتْنَةَ الدَّجَّالِ. ( قال الشَّافِعِيُّ ) وَأُحِبُّ كَثْرَةَ الصَّلَاةِ عَلَى النَّبِيِّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ فِي كُلِّ حَالٍ وَأَنَا فِي يَوْمِ الْجُمُعَةِ وَلَيْلَتِهَا أَشَدُّ اسْتِحْبَابًا وَأُحِبُّ قِرَاءَةَ الْكَهْفِ لَيْلَةَ الْجُمُعَةِ وَيَوْمَهَا لِمَا جَاءَ فِيهَا 

 

Artinya: Imam Syafi’i berkata, telah mengkhabarkan kepadaku Ibrahim bin Muhammad, ia berkata telah menceritakan kepadaku Abdullah bin Abdurrahman bin Ma’mar bahwa Nabi saw bersabda, “Perbanyaklah membaca shalawat kepadaku pada hari Jumat”. Beliau juga berkata, dan telah sampai kepadaku riwayat yang mengatakan bahwa barang siapa yang membaca surat al-Kahf maka ia dilindungi dari fitnahnya Dajjal. Selanjutnya beliau mengatakan, bahwa saya menyukai banyak-banyak membaca shalawat kepada Nabi saw dalam setiap keadaan, sedang pada hari Jumat saya lebih menyukainya (dengan memperbanyak lagi membaca shalawat), begitu juga saya suka membaca surat al-Kahf pada malam Jumat dan siangnya karena adanya riwayat dalam hal ini” (Muhammad Idris asy-Syafi’i, al-Umm, Bairut-Dar al-Ma’rifah, 1393 H, juz, 1, halaman 207).

 

Berdasarkan dari penjelasan tersebut, maka hukum membaca surat al-Kahfi pada hari Jumat itu adalah sunnah. Sebab, terdapat riwayat yang mengatakan bahwa barang siapa yang membaca surat al-Kahfi maka akan dilindungi dari fitnahnya Dajjal.   

 

Lantas, apa hikmah yang dapat kita ambil, atau hubungannya membaca surat al-Kahfi dengan hari Jumat? Membaca surat al-Kahfi bisa melindungi kita dari fitnah Dajjal sebagaimana riwayat yang dikemukan oleh imam Syafi’i di atas.  

 

Di samping itu hari Jumat merupakan hari yang luar biasa karena ada beberapa peristiwa penting terjadi pada hari Jumat. Diantaranya, diciptakannya Nabi Adam as, di masukkannya Nabi Adam dan dikeluarkannya dari surga, dan yang paling menggetarkan adalah kelak hari kiamat jatuh pada hari Jumat.

 

Sebagaimana riwayat yang terdapat dalam kitab Shahih Muslim.

 

خَيْرُ يَوْمٍ طَلَعَتْ عَلَيْهِ الشَّمْسُ يَوْمُ الْجُمُعَةِ فِيهِ خُلِقَ آدَمُ وَفِيهِ أُدْخِلَ الْجَنَّةَ وَفِيهِ أُخْرِجَ مِنْهَا وَلَا تَقُومُ السَّاعَةُ إِلَّا فِي يَوْمِ الْجُمُعَةِ 

 

Artinya: Sebaik-baiknya hari di mana sang surya menyinarinya adalah hari Jumat. Pada hari Jumat Nabi Adam  as dimasukkan ke dalam surga, dan dikeluarkan darinya. Dan kiamat tidak terjadi kecuali pada hari Jumat (HR Muslim).  

 

Dari penjelasan itu, kiranya kita  bisa memahami hubungan antara membaca surat a-Kahfi dengan hari Jumat, berikut hikmahnya. Intinya adalah kiamat jatuh pada hari Jumat, demikian sebagaimana bunyi riwayatnya. Karena itu, hari Jumat diidentikkan  dengan hari kiamat, sebab, hari Jumat itu sendiri mengandung pengertian berkumpulnya makhluk seperti kiamat di mana seluruh makhluk dikumpulkan. 

 

Sedang dalam surat al-Kahfi terdapat gambaran mengenai menakutkannya hari kiamat (ahwal al-qiyamah). Misalnya pada ayat berikut ini: 

 

   وَيَوْمَ نُسَيِّرُ الْجِبَالَ وَتَرَى الْأَرْضَ بَارِزَةً وَحَشَرْنَاهُمْ فَلَمْ نُغَادِرْ مِنْهُمْ أَحَدًا 

 

Artinya: Dan (ingatlah) pada hari (ketika) Kami perjalankan gunung-gunung dan engkau melihat bumi rata dan Kami kumpulkan mereka (seluruh manusia), dan tidak Kami tinggalkan seorang pun dari mereka” (Q.S. Al-Kahfi: 47). 

 

Simak juga penjelasan berikut:

 

 وَالْحِكْمَةُ مِنْ قِرَاءَتِهَا أَنَّ السَّاعَةَ تَقُومُ يَوْمَ الْجُمُعَةِ، كَمَا ثَبَتَ فِي صَحِيحِ مُسْلِمٍ، وَالْجُمُعَةُ مُشَبَّهَةٌ بِهَا لِمَا فِيهَا مِنِ اجْتِمَاعِ الْخَلْقِ، وَفِي الْكَهْفِ ذِكْرُ أَهْوَالِ الْقِيَامَةِ 

 

Artinya:  Hikmah membaca surat al-Kahfi adalah bahwa hari kiamat jatuh pada hari Jumat sebagaimana riwayat yang terdalam dalam kitab Shahih Muslim. Dan hari Jumat itu diserupakan dengan hari kiamat karena di dalamnya terdapat perkumpulan makhluk, sedang di dalam surat al-Kahfi digambarkan mengenai pelbagai keadaan kiamat yang sangat menyeramkan. (Wahbah az-Zuhaili, al-Fiqh al-Islami wa Adillatuhu, Damaskus-Dar al-Fikr, cet ke-12, juz, 4, halaman 461).

 

Berdasarkan penjelasan tersebut, kiranya penting bagi kita membanyak dzikir, shalawat, dan kebajikan, terutama pada hari Jumat.  Semoga kita dapat memanfaatkan hari Jumat dengan amalan-amalan yang dapat menambah pahala kita di akhirat kelak.


Syiar Terbaru