• logo nu online
Home Warta Syiar Bahtsul Masail Keislaman Khutbah Teras Kiai Pernik Kiai Menjawab Pendidikan Opini Literasi Mitra Pemerintahan Ekonomi Tokoh Seni Budaya Lainnya
Senin, 30 Januari 2023

Keislaman

10 Keutamaan Memandang Langit

10 Keutamaan Memandang Langit
Ilustrasi langit dari gunung
Ilustrasi langit dari gunung

Langit merupakan makhluk Allah yang dihadirkan ke alam dunia. Setiap hari manusia pasti akan melihat langit, terutama di pedesaan, pantai dan pegunungan.

 

Dengan melihat langit yang terhampar, manusia selalu kagum atas keindahannya. Pikiran menjadi tenang dan menjadikan semacam obat dari jiwa dan pikiran. 

 

Tidak sedikit di zaman sekarang justru banyak pendaki gunung yang tujuannya bisa melihat langit yang begitu indah dengan matahari terbit (sun rise) atau terbenam (sun set), sehingga cahaya mataharinya memantul ke langit dengan panorama yang sangat indah. Ada juga yang rela menunggu di pinggir pantai demi melihat panorama langit ketika mata hari tenggelam 

 

Lalu sebenarnya apa sih langit itu?

 

Langit adalah bagian atas dari permukaan bumi, dan digolongkan sebagai lapisan tersendiri yang disebut atmosfer. Langit terdiri dari banyak gas dan udara, dengan komposisi berbeda di tiap lapisannya, sehingga membuat langit menjadi indah. 

 

Lalu kenapa langit berwarna?

 

Dikutip dari laman resmi NASA, warna biru langit seperti yang terlihat mata manusia berasal dari sinar matahari yang mencapai atmosfer bumi dan tersebar ke segala arah oleh semua gas dan partikel di udara. Cahaya biru tersebar ke segala arah oleh molekul-molekul kecil udara di atmosfer bumi. 

 

Warna biru tersebar lebih banyak dari warna lain karena bergerak sebagai gelombang yang lebih pendek dan lebih kecil. Hal Itulah yang menyebabkan mengapa langit sering terlihat berwarna biru.

 

Sebelum para pendaki dan pecinta alam menjadikan langit sebagai wahana untuk obat jiwa dan pikiran, jauh sebelum itu Hujjatul Islam Imam Al-Ghazali ra telah mengatakan di dalam kitabnya, Al-Hikmatu fi Makhluqatillah halaman 17,  bahwa memandang langit itu memiliki 10 faedah, yaitu: 

 

وقليل: في النظر إلى السماء عشر فواءد: تنقص الهم، وتقلل السواس، وتزيل وهم الخوف، وتذكر بالله، وتنشر في القلب التعظيم الله، وتزيل الفكر الردئة، وتنفع لمرض السوداء، وتسلي المشتاق، وتوءنس المحبين، وهي قبلة دعاء الداعين (الحكمة في مخلوقات الله. دار احياء العلوم - بيروت). 

 

1. Mengurangi kesedihan
2. Meminimalisir rasa was-was
3. Menghilangkan perasaan takut
4. Membuat ingat kepada Allah
5. Dapat mengembangkan pengagungan terhadap Allah swt dalam hati
6. Menghilangkan pikiran rendah
7. Bermanfaat untuk menyembuhkan penyakit melankolia (depresi berat)
8. Bisa menghibur orang yang sedang rindu
9. Menyenangkan orang-orang yang mencintai
10. Sebagai kiblat bagi orang-orang yang berdoa.


Segala sesuatu yang telah Allah ciptakan di alam dunia adalah bermanfaat, tidak ada yang sia-sia. Tinggal bagaimana manusianya yang mengelola dan memanfaatkan apa yang telah Allah ciptakan secara kemaslahatn dan kebaikan. 

 

Allah swt sendiri telah berfirman dalam QS. Ali Imran ayat 190-191, QS. Ad Dukhan ayat 38, QS. Al Jatsiyah ayat 3, dan QS. Al Jatsiyah ayat 13, bahwa penciptaan langit dan bumi serta pergantian siang dan malam adalah tanda-tanda kebesaran dan kekuasan Allah. Dalam Al-Qur'an disebutkan bahwa Allah swt menundukkan apa yang ada di langit dan apa yang ada di bumi untuk manusia sebagai rahmat dari-Nya.

 

Pertama, Ali Imran ayat 190-191 

 

إِنَّ فِي خَلْقِ السَّمَاوَاتِ وَالْأَرْضِ وَاخْتِلَافِ اللَّيْلِ وَالنَّهَارِ لَآيَاتٍ لِأُولِي الْأَلْبَابِ الَّذِينَ يَذْكُرُونَ اللَّهَ قِيَامًا وَقُعُودًا وَعَلَىٰ جُنُوبِهِمْ وَيَتَفَكَّرُونَ فِي خَلْقِ السَّمَاوَاتِ وَالْأَرْضِ رَبَّنَا مَا خَلَقْتَ هَٰذَا بَاطِلًا سُبْحَانَكَ فَقِنَا عَذَابَ النَّارِ

 

Artinya: Sesungguhnya dalam penciptaan langit dan bumi serta pergantian malam dan siang terdapat tanda-tanda (kebesaran Allah) bagi orang yang berakal, (yaitu) orang-orang yang mengingat Allah sambil berdiri, duduk, atau dalam keadaan berbaring, dan memikirkan tentang penciptaan langit dan bumi (seraya berkata), “Ya Tuhan kami, tidaklah Engkau menciptakan semua ini sia-sia. Mahasuci Engkau. Lindungilah kami dari azab neraka.” 

 

Kedua, Ad Dukhan ayat 38 

 

وَمَا خَلَقْنَا السَّمَاوَاتِ وَالْأَرْضَ وَمَا بَيْنَهُمَا لَاعِبِينَ 

 

Artinya: Tidaklah Kami ciptakan langit, bumi, dan apa yang ada di antara keduanya secara main-main. 

 

Ketiga, Al Jatsiyah ayat 3  

 

إِنَّ فِي السَّمَاوَاتِ وَالْأَرْضِ لَآيَاتٍ لِلْمُؤْمِنِينَ 

 

Artinya: Sesungguhnya di langit dan bumi benar-benar terdapat tanda-tanda (kebesaran Allah) bagi orang-orang mukmin.


Keempat, Al Jatsiyah ayat 13

 

وَسَخَّرَ لَكُمْ مَا فِي السَّمَاوَاتِ وَمَا فِي الْأَرْضِ جَمِيعًا مِنْهُ ۚ إِنَّ فِي ذَٰلِكَ لَآيَاتٍ لِقَوْمٍ يَتَفَكَّرُونَ

 

Artinya: Dia telah menundukkan (pula) untukmu apa yang ada di langit dan apa yang ada di bumi semuanya (sebagai rahmat) dari-Nya. Sesungguhnya pada yang demikian itu benar-benar terdapat tanda-tanda (kebesaran Allah) bagi kaum yang berpikir.

 

Itulah kenapa ketika manusia memandang langit jiwanya menjadi tentram dan pikirannya menjadi tenang. Ketika Allah swt memberikan wisata yang gratis berupa hamparan langit yang indah, kenapa tidak kita gunakan dengan rasa syukur yang mendalam. Jadikanlah langit yang Allah ciptakan sebagai rekreasi dan wasilah untuk selalu mengingat dan dekat kepada-Nya. 

 

(Yudi Prayoga, Sekretaris MWCNU Kedaton, Bandar Lampung)


Keislaman Terbaru