• logo nu online
Home Warta Syiar Bahtsul Masail Keislaman Khutbah Teras Kiai Pernik Kiai Menjawab Pendidikan Opini Literasi Mitra Pemerintahan Ekonomi Tokoh Seni Budaya Lainnya
Jumat, 9 Desember 2022

Warta

Peringati Harlah Ke-4, Santri Pecinta Alam Adakan Tadabur Alam

Peringati Harlah Ke-4, Santri Pecinta Alam Adakan Tadabur Alam
Harlah ke-4 Sapala (Foto: Istimewa)
Harlah ke-4 Sapala (Foto: Istimewa)

Bandar Lampung, NU Online Lampung

Santri Pecinta Alam (Sapala) melaksanakan tadabur alam di Pemandian Alam Way Jernih, Batu Putu, Bandar Lampung, Ahad (11/9/2022). Kegiatan ini diadakan dalam rangka memperingati hari lahir ke-4 Sapala.


Tadabur alam tersebut diikuti oleh enam orang anggota dari komunitas Sapala. Berangkat dari Pesantren Al-Hikmah Bandar Lampung, rombongan melakukan konvoi menyusuri kota Bandar Lampung menuju Pemandian Alam Way Jernih, Batu Putu, Bandar Lampung.


Salah satu anggota Sapala, Wahyu Agil Permana mengatakan, kegiatan ini sebagai pembelajaran agar selalu menjalin keharmonisan (cinta).


“Keharmonisan baik secara vertikal maupun horizontal (hablum minallah, hablum minannas, dan hablum minal alam),” ujarnya.


Lebih lanjut ia mengatakan kegiatan diawali dengan tadabur alam, dilanjutkan shalat maghrib berjamaah dan bedah buku dengan judul Membunuh Indonesia, Konspirasi Global Penghancuran Kretek. Kemudian ditutup dengan shalat isya berjamaah sekaligus doa bersama alam.


Ketua Umum Sapala, Yudi Prayoga mengharapkan, kegiatan ini sebagai sarana pembelajaran untuk dapat mengimplementasikan nilai-nilai trilogi Sapala, hablum minallah, hablum minannas, dan hablum minal alam.  


“Tadabur alam merupakan sarana pembelajaran agar kita tidak hanya ingat kepada Allah swt saja. Akan tetapi, juga harus ingat kepada seluruh yang diciptakan-Nya (gunung, sungai, dan seluruh semesta alam),” ungkapnya. 


Menurut founder Sapala ini, selain memperingati harlah, kegiatan tadabur alam ini juga diharapkan untuk selalu mensyukuri, menghormati, dan melestarikan alam. Sebagai wujud implementasi dari identitas organisasi ini yaitu Santri Pecinta Alam (Sapala).


Lokasi Pemandian Way Jernih ini berada di tengah hutan, medan yang dilalui pun cukup menantang. Tanjakan dan turunan curam menjadi hal yang sudah tidak diherankan, dan jalan masuk menuju lokasi cukup sempit serta licin. 


Terlebih di sampingnya terdapat jurang, yang membuat para anggota Sapala harus ekstra hati-hati dalam berkendara. Namun, hal tersebut tidak menyurutkan semangat para anggota, bahkan para angota tampak sangat menikmati panorama alam yang asri, dikelilingi gunung dan pepohonan hutan. (Azvagen)
 


Warta Terbaru