• logo nu online
Home Warta Syiar Bahtsul Masail Keislaman Khutbah Teras Kiai Pernik Kiai Menjawab Pendidikan Opini Literasi Mitra Pemerintahan Ekonomi Tokoh Seni Budaya Lainnya
Jumat, 9 Desember 2022

Ekonomi

Menjajaki Inisiasi Pendirian Bank Pesantren

Menjajaki Inisiasi Pendirian Bank Pesantren
Ketua Hebitren (Himpunan Ekonomi Bisnis Pesantren) KH Hasib Wahab Chasbullah ketika berkunjung ke Pondok Pesantren Al-Hikmah, Bandar Lampung, Rabu (15/9/2021)
Ketua Hebitren (Himpunan Ekonomi Bisnis Pesantren) KH Hasib Wahab Chasbullah ketika berkunjung ke Pondok Pesantren Al-Hikmah, Bandar Lampung, Rabu (15/9/2021)

Bandar Lampung, NU Online - Ketua Hebitren (Himpunan Ekonomi Bisnis Pesantren) KH Hasib Wahab Chasbullah menginisiasi pendirian Bank Pesantren ketika berkunjung ke Pondok Pesantren Al-Hikmah, Bandar Lampung, Rabu (15/9/2021) kemarin.

Selain silaturahim, putra dari pahlawan nasional Almaghfurlah KH Wahab Chasbullah tersebut juga memberikan motivasi kepada pesantren untuk terus menerus berikhtiar melakukan pemberdayaan ekonomi umat.

"Sehingga mencapai pesantren mandiri dan memiliki perekonomian yang kuat," ujar Kiai Hasib yang juga Ketua Majelis Pengasuh Pondok Pesantren Bahrul Ulum Tambak Beras, Jombang, Jawa Timur ini.

Dalam kesempatan tersebut juga Gus Hasib mengedukasi mengenai pengembangan bisnis pesantren, sinergi bisnis antar pesantren, holding company (perusahaan utama) pesantren, dan menjajaki inisiasi pendirian bank pesantren. Hebitren telah bekerjasama dengan Bank Indonesia tepatnya 11 November 2019 dan berhubungan langsung dengan Departemen Ekonomi dan Keuangan Syariah Bank Indonesia.

Diharapkan jika pesantren mandiri dalam perekonomiannya dan dapat mendirikan Bank Pesantren, maka pengelolaan ekonomi di pesantren bisa dilakukan secara makro. Jadi bukan sebatas UKM dan Koperasi yang menempel di Ponpes dan akan menambah kekuatan besar Bank Syariah.

Keberadaan pondok pesantren tidak hanya sebatas pendidikan formal dan non formal. Maka dari itu dalam cita – cita Hebitren mengharapkan keberadaan pesantren tidak saja berkutat pada koperasi dan UKM akan tetapi lebih pada pengembangan ekonomi makro.

Seperti 3 merger (penggabungan) Bank BUMN, yaitu BRI Syariah, BNI Syariah, dan Mandiri Syariah yang menjadi Bank Syariah Indonesia (BSI).

Pondasi awal dari bank pesantren yang sudah ada yaitu Koperasi Simpan Pinjam dan Pembiayaan Syariah (KSPPS) atau biasa disebut juga Baitul Mal wa Tamwil (BMT) dan ditopang oleh perekonomian lainnya seperti NU Mart.

(Dian Ramadhan)


Editor:

Ekonomi Terbaru