• logo nu online
Home Warta Syiar Bahtsul Masail Keislaman Khutbah Teras Kiai Pernik Kiai Menjawab Pendidikan Opini Literasi Mitra Pemerintahan Ekonomi Tokoh Seni Budaya Lainnya
Senin, 30 Januari 2023

Warta

Mau Belajar Agama? Jangan Terkecoh dengan ‘Bungkusnya’ Saja

Mau Belajar Agama? Jangan Terkecoh dengan ‘Bungkusnya’ Saja
Mau Belajar Agama? Jangan Terkecoh dengan ‘Bungkusnya’ Saja
Mau Belajar Agama? Jangan Terkecoh dengan ‘Bungkusnya’ Saja

Pringsewu, NU Online Lampung
Di era modern saat ini, di mana arus informasi tidak bisa terbendung lagi, banyak paham dan pergerakan baru yang dibungkus atas nama agama melancarkan pengaruhnya di internet, khususnya media sosial. Jika tidak berhati-hati, maka masyarakat akan mudah terpengaruh dengan paham baru yang membawa misi ekstremis-teroris.


“Saat ini banyak ditemui fenomena masyarakat yang mudah terpengaruh dan terkecoh paham-paham baru karena bungkusnya saja. Masyarakat tidak melihat secara mendalam dan tidak bertanya kepada tokoh yang memang paham pergerakan. Karena teman-temannya pada ramai ikutan, mereka juga ikut-ikutan,” kata Wakil Ketua PCNU Pringsewu H Munawir, Kamis (4/11/2021).


Oleh karenanya, Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) Kabupaten Pringsewu mengimbau umat Islam untuk belajar agama dari guru yang memiliki silsilah keilmuan yang jelas atau bersanad sampai dengan Rasulullah saw. Hal ini untuk menghindarkan diri dan keluarga dari paham agama yang tidak jelas, tidak moderat atau radikal ekstrem terlebih paham yang mengarah pada aksi terorisme.


Ia mengungkapkan bahwa banyak paham ekstremis yang berafiliasi dengan terorisme, membungkus aksinya dengan nama agama. Mereka juga mudah berganti-ganti nama dan ‘kemasan’ sehingga menarik perhatian masyarakat khususnya umat Islam. 

 

“Hal-hal yang aslinya sudah biasa diajarkan dan dilakukan di NU, mereka kemas sedemikian rupa sehingga terkesan baru dan membuat masyarakat mudah terpengaruh,” ungkapnya.


Bukan hanya masyarakat biasa yang terpengaruh dengan hal ini, masyarakat dengan latar belakang pendidikan menengah ke atas juga dengan gampangnya ikut terbawa. Mereka dengan mudah dan bisa jadi tidak menyadari menjadi pendukung pendanaan, pergerakan, dan ikut melakukan rekrutmen yang mengarah pada terorisme.

 

“Kalau para tokoh berpendidikan saja bisa terpengaruh, bagaimana dengan masyarakat biasa?. Ini harus menjadi perhatian kita semua. Mari kita lebih berhati-hati,” ajaknya.


Pemerintah juga harus lebih peka dengan fenomena ini dengan memberikan pemahaman yang baik kepada masyarakat. Jangan sampai abdi negara seperti ASN atau aparat pemerintahan malah ikut-ikut paham ini.

 

“Kita harus dukung aparat kepolisian yang terus melakukan pengamanan terhadap stabilitas daerah dengan penindakan paham-paham yang mengarah pada terorisme,” ajaknya. (Muhammad Faizin)


Editor:

Warta Terbaru