M. Rifai Aly
Kontributor
Lampung Timur, NU Online Lampung
Barang siapa yang dapat istiqamah mengamalkan lima perkara maka akan bahagia hidup dan lancar rezekinya. Kelima perkara tersebut adalah istiqamah bersedekah meski sedikit, silaturrahim, jihad fi sabilillah, menjaga wudhu, dan istiqamah birrul walidain (berbakti kepada orang tua).
Hal tersebut disampaikan Pengasuh Pesantren Assyaāroniyah Lampung Timur, KH Muhtar Syaāroni Maksum mengutip kitab Nashoihul Ibad karya Syekh Imam An Nawawi Al Bantani yang pernah menjadi Imam Masjidil Haram dan karya-karyanya menjadi referensi di Universitas Al-Azhar, Kairo, Mesir.Ā
āPertama, istiqamah meski sedikit, perbuatan ini merupakan hubungan seseorang dengan yang lain atau hablu minannas. Terkadang seseorang diberi kenikmatan harta lupa bahwa segalanya hanyalah titipan dari Allah semata,ā ujarnya.Ā
Ia mengungkapkan begitu juga bagi yang belum diberi banyak harta, harus istiqamah bersedekah meskipun sedikit. Misalnya istiqamah untuk infak di masjid saat shalat Jumat meski hanya dua ribu atau lima ribu rupiah, yang utama adalah istiqamah.
āPerkara yang kedua, yaitu menjalin silaturahim. Ini merupakan amalan untuk menjaga hubungan baik kepada sesama. Seperti kegiatan reuni Kebangkitan Alumni Miftahul Falah (Kamilah), diusahakan untuk selalu bisa hadir apalagi hanya dua tahun sekali,ā ungkapnya.
Kemudian perkara yang ketiga, yaitu jihad fi sabilillah. Jihad dalam arti membela dan memperjuangkan agama Allah swt sesuai kadar kemampuan masing-masing.Ā
āKeempat, yaitu menjaga wudhu. Amalan yang satu ini amalan bagi seorang muslim untuk selalu terjaga dari maksiat dan godaan setan. Orang yang menjaga wudhu, hatinya akan dilindungi oleh Allah dari segala perbuatan yang membuat ia jauh dari Rabb-Nya,ā paparnya.Ā
Lebih lanjut ia mengatakan dirinya akan dijaga oleh malaikat, seperti saat hendak melakukan makan, jika diawali wudhu terlebih dahulu maka setiap butir nasi yang kita makan akan berdzikir kepada Allah.Ā
āPerkara yang kelima, yaitu istiqamah birrul walidain. Ada 3 kategori orang tua, yaitu orang tua biologis atau yang melahirkan yakni ayah ibu (abu jasad), guru (abu ruh), dan mertua (abu nikmat). Ketiga kategori orang tua ini harus dimuliakan dan dihormati atau istilah dalam Islam birrul walidain, karena merekalah kita semua bisa menjadi seperti ini,ā katanya.Ā
Kiai Syaāroni menjelaskan berkat jasa orang tua biologis (ibu bapak), bisa tumbuh besar. Berkat guru (abu ruh) bisa mengetahui dan mengenal hakikat hidup, bisa mengenal Allah swt. Kemudian berkat mertua (abu nikmat) kita bisa menjalani kehidupan dengan tenang dan bahagia karena sudah menjalani hidup berumah tangga.Ā
āSuatu ketika Nabi Muhammad saw ketika perjalanan Israā Miāraj, oleh Allah diperintahkan untuk memuliakan tiga orang, yakni pertama al-Alim (orang yang berilmu), kedua al-Walid (kedua orang tua), dan ketiga hamilul Qurāan (orang yang memahami dan mengamalkan Al-Qurāan),ā ujarnya.Ā
Ia berpesan bahwa jalinan ikatan batin (wusul) dengan guru itu dapat menjadikan ibadah seorang menjadi ringan.Ā
(Rifai Aly)
Terpopuler
1
Khutbah Jumat: Wajib Bahagia Menyambut Maulid Nabi Muhammad Saw
2
Khutbah Jumat: Meneladani Nabi Muhammad di Bulan Rabiāul Awal
3
Maulid Nabi 5 September 2025, Ini 5 Alasan Sunnah Merayakannya
4
4 Hikmah Nabi Dilahirkan pada Hari Senin Bulan Rabiul Awal
5
Khutbah Jumat: Merayakan Maulid Nabi, Momen Teladani Akhlak Terpuji
6
PBAK UIN Raden Intan Lampung 2025 Kukuhkan 4.174 Mahasiswa Baru
Terkini
Lihat Semua