• logo nu online
Home Warta Syiar Bahtsul Masail Keislaman Khutbah Teras Kiai Pernik Kiai Menjawab Pendidikan Opini Literasi Mitra Pemerintahan Ekonomi Tokoh Seni Budaya Lainnya
Senin, 4 Juli 2022

Keislaman

3 Hal yang Membuat Orang Beriman Bahagia  

3 Hal yang Membuat Orang Beriman Bahagia  
foto orang bahagia
foto orang bahagia

Semua orang pasti menginginkan kebahagiaan, kapan pun dan dimanapun berada. Bahkan untuk mendapatkan kebahagiaan, banyak orang yang rela mengeluarkan biaya yang tidak sedikit.

 

Namun berbeda dengan orang yang beriman. Dengan keimanannya tersebut, mereka bisa mendapatkan kebahagiaan. Mereka dapat mengejar kebahagiaan dengan cara yang sederhana sebagaimana dikatakan oleh Syekh M Nawawi Banten berikut ini:

 

المقالة السابعة عشرة (قيل: أسعد الناس من له قلب) بأن الله تعالى معه في أي موضع كان 

 

Artinya, “Pernyataan ke-17 (ada ulama mengatakan, orang paling bahagia adalah orang yang merasa) bahwa Allah selalu bersamanya di mana pun ia berada,” (Syekh M Nawawi Banten, Nashaihul Ibad, [Indonesia, Daru Ihyail Kutubil Arabiyyah: tanpa tahun], halaman 11). 

 

Syekh M Nawawi Banten menyebutkan tiga orang yang sangat berbahagia: 

 

Pertama, orang yang merasa bahwa Allah selalu bersamanya di mana pun ia berada. Surat Al-Baqarah ayat 186 mengisyaratkan bahwa Allah begitu dekat dengan hamba-Nya: 

 

وَإِذَا سَأَلَكَ عِبَادِي عَنِّي فَإِنِّي قَرِيبٌ  

 

Artinya, “Jika hamba-hamba-Ku bertanya kepadamu tentang-Ku, maka (jawablah), ‘Aku dekat.’” 

 

Kedua, orang yang bertahan atau bersabar dalam menjalankan ibadah dan tahan dalam menanggung musibah.


Surat Al-Baqarah ayat 153 menunjukkan betapa bahagianya orang-orang yang bersabar karena mereka mendapat pertolongan, bimbingan, dan pendampingan Allah: 

 

يَٰٓأَيُّهَا ٱلَّذِينَ ءَامَنُوا۟ ٱسْتَعِينُوا۟ بِٱلصَّبْرِ وَٱلصَّلَوٰةِ ۚ إِنَّ ٱللَّهَ مَعَ ٱلصَّٰبِرِينَ  

 

Artinya, “Wahai orang-orang yang beriman, jadikan sabar dan shalat sebagai penolongmu. Sungguh Allah bersama orang-orang yang sabar.” 

 

Ketiga, orang yang rela dengan rezeki pemberian Allah yang ada di tangannya dan merasa tenteram ketika tidak ada tumpukan harta. Rasulullah saw bersabda dalam riwayat Bukhari dan Muslim : bahwa kekayaan yang membuat bahagia orang tidak melulu terwujud melalui kekayaan harta, tetapi juga kekayaan batin dan jalur-jalur kebahagiaan lainnya.

 

 عَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ قَالَ قَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ لَيْسَ الْغِنَى عَنْ كَثْرَةِ الْعَرَضِ وَلَكِنَّ الْغِنَى غِنَى النَّفْسِ 

 

Artinya, “Dari Abu Hurairah ra, ia bercerita. Rasulullah saw bersabda, ‘Kekayaan itu bukan karena kebanyakan harta, tetapi kekayaan batin,’” (HR Bukhari dan Muslim).

 

Tiga hal yang disebutkan Syekh M Nawawi Banten ini memberikan jalan yang dapat mengantarkan seseorang pada kebahagiaan, tanpa harus bergantung pada materi semata. 

  

Ketiganya dapat membuka mata batin serta meringankan langkah dalam memandang dan menjalani kenyataan hidup. Semoga kita bisa termasuk dalam orang-orang beriman yang berbahagia ini.


Keislaman Terbaru