• logo nu online
Home Warta Syiar Bahtsul Masail Keislaman Khutbah Teras Kiai Pernik Kiai Menjawab Pendidikan Opini Literasi Mitra Pemerintahan Ekonomi Tokoh Seni Budaya Lainnya
Jumat, 9 Desember 2022

Syiar

10 Penyebab Doa Tak Terkabul

10 Penyebab Doa Tak Terkabul
Ilustrasu berdoa
Ilustrasu berdoa

Sebagai manusia, kita tentunya ingin semua doa yang kita panjatkan dikabulkan oleh Tuhan. Namun tak jarang kita kecewa, karena doa tersebut tidak atau belum dikabulkan. Padahal kita dianjurkan untuk selalu berdoa dan meminta kepada-Nya. Allah pun sudah berjanji akan mengabulkan seluruh doa, sebagaimana yang termaktub di dalam Surat Al-Baqarah ayat 186.  


Ketua Lembaga Dakwah Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (LD PBNU) KH Abdullah Syamsul Arifin (Gus Aab) seperti dikutip dari NU Online dalam artikel berjudul Gus Aab Ungkap 10 Penyebab Doa Tak Terkabul, paling tidak ada 10 hal yang menjadikan hati orang mukmin mati, sehingga ketika berdoa kepada Allah, dia belum siap untuk dikabulkan, belum bisa untuk mendapatkan ijabah dari Allah atas doa-doa yang dipanjatkan.


Pertama, tahu bahwa Allah adalah satu-satunya Dzat yang berhak disembah, lalu berikrar tiada tuhan kecuali Allah, tetapi justru tidak tahu cara bertuhan. Dengan kata lain, orang ini tidak mampu untuk memenuhi hak-hak Allah dan tidak beribadah dengan sepenuhnya kepada Allah. 


Kedua, banyak membaca Al-Qur’an tetapi tidak mengamalkan isinya. Gus Aab mengatakan bahwa umat Islam, terutama di bulan Ramadhan, sangat semangat untuk membaca Al-Qur’an. Namun, bacaan-bacaan dilakukan masih sekadar tilawah, belum dengan qira’ah yaitu dengan merenungi dan memahami. 


Ketiga, mengakui bahwa iblis atau setan adalah musuh yang nyata. Tetapi pada saat yang sama, bisikan dan rayuannya masih selalu diikuti,  bahkan tidak pernah menolak ajakan setan.


Keempat, mengaku mencintai Rasulullah. Bahkan mengaku sebagai orang-orang yang membela Rasulullah dan mendeklarasikan menjadi bagian dari barisan Rasulullah. Namun pada saat yang sama, tidak konsisten dalam mengikuti sunnah yang telah dipraktikkan Rasulullah. 


Kelima, banyak memakan rezeki yang telah dikaruniakan Allah tetapi tidak mensyukurinya dengan baik. Yang dimaksud adalah syukur di sini adalah menggunakan nikmat yang diberikan Allah sesuai dengan tujuan penciptaannya. 


Keenam, mengaku ingin masuk surga, tetapi ketika ditunjukkan jalan menuju surga, tidak dicari dan tidak dikerjakan. Padahal, Islam sudah menjelaskan secara benderang, mana jalan yang mengarah kepada surga dan neraka.  


Ketujuh, mengaku takut neraka tetapi tidak mau menghindarkan hal-hal yang bisa menjerumuskan ke neraka.  Kadang-kadang jalan yang menuju surga tidak dilalui, malah yang sering kita kerjakan adalah jalan yang menuju ke neraka. 


Kedelapan, tahu bahwa kematian adalah akan terjadi, tetapi tidak mempersiapkan diri untuk menghadapi kematian. Padahal sesuai hadits Rasulullah, orang yang cerdas adalah mereka yang paling banyak ingat mati dan akan mencari bekal untuk kehidupan setelah kematian.


Kesembilan, sering mengebumikan orang mati tetapi tidak mengambil ibarah dari peristiwa tersebut. 


Kesepuluh, selalu sibuk dengan kesalahan orang lain dan mengoreksi kekurangan orang lain. Namun pada saat yang sama, melupakan kesalahan dan kekurangan diri sendiri.


Gus Aab pun mengingatkan, agar umat Islam, apalagi di bulan Ramadhan ini,  mampu menghindari sepuluh hal yang menyebabkan matinya hatinya seorang manusia sehingga doa yang dipanjatkan dapat dikabulkan oleh Allah swt. Hal ini penting, sehingga kita tidak berburuk sangka kepada Tuhan, bila doa tidak atau belum dikabulkan. Sebagai manusia, kita harus banyak-banyak berintrospeksi diri.

(Dian Ramadhan)
 


Syiar Terbaru