• logo nu online
Home Warta Syiar Bahtsul Masail Keislaman Khutbah Teras Kiai Pernik Kiai Menjawab Pendidikan Opini Literasi Mitra Pemerintahan Ekonomi Tokoh Seni Budaya Lainnya
Selasa, 23 April 2024

Warta

Jelang Hari Santri Nasional, PCNU Way Kanan Instruksikan Nahdliyin Baca Shalawat Nariyah

Jelang Hari Santri Nasional, PCNU Way Kanan Instruksikan Nahdliyin Baca Shalawat Nariyah
Rapat koordinasi persiapan hari santri nasional 2023 PCNU Way Kanan, Senin (18/10/2023). (Foto: Istimewa).
Rapat koordinasi persiapan hari santri nasional 2023 PCNU Way Kanan, Senin (18/10/2023). (Foto: Istimewa).

Way Kanan, NU Online Lampung

Menjelang Hari Santri Nasional (HSN) 2023, Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) Kabupaten Way Kanan melaksanakan rapat koordinasi di Gedung PCNU Kabupaten Way Kanan, Kecamatan Baradatu, Rabu (18/10/2023).


Pada kesempatan tersebut, kepengurusan PCNU Kabupaten Way Kanan bersama Badan Otonom (Banom) dan Lembaga di bawah PCNU Way Kanan merumuskan rangkaian kegiatan memperingati Hari Santri Nasional. 


Ketua PCNU Kabupaten Way Kanan, KH Nurhuda mengatakan, rangkaian kegiatan HSN diawali dengan kegiatan pembacaan shalawat nariyah di setiap Majelis Wakil Cabang Cabang Nahdlatul Ulama (MWCNU) se-Kabupaten Way Kanan dan Banom.


“Pembacaan shalawat nariyah ini merupakan bagian instruksi yang digaungkan oleh Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU). Pada HSN 2023 ini, PBNU menyerukan untuk membaca 1 Miliar shalawat nariyah bagi Nahdliyin se-Indonesia,” ujarnya. 


Ia mengatakan, adapun puncak acara HSN 2023 akan dilaksanakan pada 22 Oktober mendatang dengan apel di Kecamatan Bumi Agung yang diikuti oleh seluruh pengurus, banom, dan lembaga NU se-Kabupaten Way Kanan.


“Saya meminta seluruh jajaran kepengurusan PCNU Kabupaten Way Kanan, banom, serta lembaga untuk ikut aktif dan terlibat dalam menyemarakkan HSN 2023,” katanya. 


Ia melanjutkan, peringatan HSN juga bertujuan untuk meneladani semangat jihad para santri dalam merebut serta mempertahankan kemerdekaan Indonesia yang digelorakan para ulama dan kiai.


“Bulan Oktober dipilh sebagai Hari Santri merujuk kepada sejarah bangsa. Tepatnya 22 Oktober ditetapkan pemerintah sebagai Hari Santri Nasional,” katanya.


Hal ini ditujukan untuk mengingat jasa besar dan peran ulama serta kiai pondok pesantren dalam memperjuangkan kemerdekaan bangsa Indonesia.

(Teddy Heriyanto)
 


Warta Terbaru