• logo nu online
Home Warta Syiar Bahtsul Masail Keislaman Khutbah Teras Kiai Pernik Kiai Menjawab Pendidikan Opini Literasi Mitra Pemerintahan Ekonomi Tokoh Seni Budaya Lainnya
Kamis, 20 Juni 2024

Syiar

Amalan pada Sepuluh Hari Awal Bulan Dzulhijjah dan Dalilnya

Amalan pada Sepuluh Hari Awal Bulan Dzulhijjah dan Dalilnya
Ilustrasi bulan dzulhijjah (Foto: NU Online)
Ilustrasi bulan dzulhijjah (Foto: NU Online)

Memasuki bulan Dzulhijjah ini ada baiknya kita sebagai umat Islam memperbanyak amalan karena banyaknya keutamaan pada bulan mulia ini. Sebagaimana kita ketahui, pada bulan Dzulhijjah ada amalan yang dianjurkan, di antaranya adalah berkurban bagi yang mampu dan melaksanakan shalat Idul Adha.


Selain itu, masih banyak amalan yang dapat dilakukan pada bulan ini, terutama pada sepuluh hari pertama. Di antaranya adalah melaksanakan puasa dan memperbanyak dzikir. Hal itu sebagaimana dinyatakan Imam An-Nawawi dalam Al-Adzkar berikut:


واعلم أنه يستحب إكثار من الأذكار في هذا العشر زيادة على غيره ويستحب من ذلك في يوم عرفة أكثر من باقى العشر  


Artinya: Ketahuilah bahwa disunnahkan memperbanyak dzikir pada sepuluh awal Dzulhijjah dibanding hari lainnya. Dan di antara sepuluh awal itu memperbanyak dzikir pada hari Arafah sangat disunnahkan.


Dalil anjuran memperbanyak dzikir di sepuluh awal Dzulhijjah ini adalah:  


وَيَذْكُرُوا اسْمَ اللَّهِ فِي أَيَّامٍ مَعْلُومَاتٍ   


Artinya: Dan supaya mereka menyebut nama Allah pada hari yang telah ditentukan ….. (QS Al-An’am: 28).   


Sebagaimana dikutip Imam An-Nawawi, Ibnu Abbas, As-Syafi’i, dan jumhur ulama memahami bahwa kata ayyamam ma’lumat di sini adalah sepuluh pertama Dzulhijjah. 


Kemudian dalam hadits riwayat Ahmad disebutkan:


مَا مِنْ أَيَّامٍ أَعْظَمُ عِنْدَ اللَّهِ وَلَا أَحَبُّ إِلَيْهِ الْعَمَلُ فِيهِنَّ مِنْ هَذِهِ الْأَيَّامِ الْعَشْرِ فَأَكْثِرُوا فِيهِنَّ مِنْ التَّهْلِيلِ وَالتَّكْبِيرِ وَالتَّحْمِيدِ   


Artinya: Tidak ada hari-hari yang lebih agung di sisi Allah dan amal saleh di dalamnya lebih dicintai oleh-Nya daripada hari yang sepuluh (sepuluh hari pertama dari Dzulhijjah). Karenanya perbanyaklah tahlil, takbir, dan tahmid di dalamnya (HR Ahmad).  


Berdasarkan penjelasan di atas, sebagaimana dilansir dari NU Online, dianjurkan memperbanyak dzikir pada sepuluh pertama Dzulhijjah. Memperbanyak dzikir lebih diutamakan lagi pada hari Arafah, yaitu tanggal sembilan Dzulhijah, apalagi bagi jamaah haji. Di antara lafal dzikir yang perlu diperbanyak adalah tahlil, takbir, dan tahmid.
 


Syiar Terbaru