• logo nu online
Home Warta Syiar Bahtsul Masail Keislaman Khutbah Teras Kiai Pernik Kiai Menjawab Pendidikan Opini Literasi Mitra Pemerintahan Ekonomi Tokoh Seni Budaya Lainnya
Rabu, 24 April 2024

Syiar

10 Adab Berdoa, Salah Satunya Manfaatkan Waktu Istimewa

10 Adab Berdoa, Salah Satunya Manfaatkan Waktu Istimewa
Ada 10 ada dalam berdoa yabg harus kita oerhatikan (Ilustrasi Foto: NU Online)
Ada 10 ada dalam berdoa yabg harus kita oerhatikan (Ilustrasi Foto: NU Online)


Sebagai manusia kita pasti sering menghadapi masalah, baik kecil maupun besar, sehingga kita perlu memanjat doa memohon pertolongan Allah swt. Doa adalah harapan, permintaan, sekaligus pujian kepada Allah swt.  Berdoa merupakan ikhtiar batin yang harus dilakukan, tentu dengan tidak meninggalkan usaha lahir.


Dalam Islam, doa itu sendiri merupakan salah satu ibadah yang dianjurkan agama. Sebagian ulama memaknai doa sebagai bentuk eskpresi kefaqiran atau kebutuhan hamba-Nya kepada Allah swt. Saat berdoa menunjukkan betapa kecilnya kita di hadapan Allah swt, sang penguasa alam semesta.


Ketika berdoa kita pastinya berharap agar doa yang dipanjatkan dapat dikabulkan. Karena itu, sebagaimana ibadah lain, Islam juga mengatur adab yang meliputi tata cara dan etika dalam berdoa. Doa merupakan komunikasi langsung hamba dan Sang Pencipta. 


Mengutip Ihya Ulumiddin karya Imam Al-Ghazali, Imam An-Nawawi dalam karyanya Al-Adzkarul Muntakhabah min Kalami Sayyidil Abrar menyebutkan 10 adab berdoa. Berikut 10 adab berdoa tersebut, seperti dilansir dari NU Online.


Pertama, dapat dilakukan pada waktu-waktu mulia seperti hari Arafah, bulan Ramadhan, hari Jumat, sepertiga terakhir dalam setiap malam, dan waktu sahur. 


Kedua, kita memanfaatkan kondisi-kondisi istimewa untuk berdoa seperti saat sujud, saat dua pasukan berhadap-hadapan siap tempur, ketika turun hujan, dan ketika iqamah shalat dan sesudahnya. 


Ketiga, menghadap kiblat, mengangkat kedua tangan, dan mengusap wajah sesudah berdoa. 


Keempat, mengatur volume suara agar tidak terlalu keras tetapi juga tidak terlalu rendah. 


Kelima, menghindari kalimat bersajak dalam doa karena dikhawatirkan justru melewati batas dalam berdoa. Prinsipnya tidak berlebihan dalam penggunaan kata-kata saat berdoa. 


Keenam, berdoa dengan penuh ketundukkan, kekhusyukan, dan ketakutan kepada Allah swt. 


Ketujuh, mantap hati dalam berdoa, meyakini dikabulkannya doa, dan menaruh harapan besar dalam berdoa. Sufyan bin Uyaynah mengatakan, sadar akan kondisi dirimu jangan sampai menghalangimu untuk berdoa kepada-Nya. Allah, kata Sufyan, tetap menerima permohonan Iblis yang tidak lain adalah makhluk-Nya yang paling buruk. 


Kedelapan, meminta terus menerus dalam berdoa. 


Kesembilan, membuka doa dengan lafal zikir. Kita dianjurkan untuk membuka doa dengan pujian dan shalawat. Demikian pula ketika mengakhiri doa. 


Kesepuluh, tobat, mengembalikan benda-benda kepada mereka yang teraniaya, dan “menghadap” Allah swt dengan cara mematuhi segala aturan agama.

 

Pasal sepuluh ini yang sangat penting. 


العاشر : وهو أهمها والأصل في الإجابة ، وهو التوبة ، ورد المظالم ، والإقبال على الله تعالى 


Artinya: Pasal kesepuluh, ini pasal terpenting dan cukup mendasar dalam pengabulan doa, yaitu tobat, mengembalikan benda-benda kepada mereka yang teraniaya, dan “menghadap” Allah swt  dengan cara mematuhi segala aturan agama.

 


Itulah 10 adab dalam berdoa yang harus kita perhatikan. Semoga dengan memperhatikan adab atau etika itu dapat menjadi wasilah kita mendekatkan diri kepada Allah swt dan dikabulkannya doa. 


Syiar Terbaru