• logo nu online
Home Warta Syiar Bahtsul Masail Keislaman Khutbah Teras Kiai Pernik Kiai Menjawab Pendidikan Opini Literasi Mitra Pemerintahan Ekonomi Tokoh Seni Budaya Lainnya
Sabtu, 18 Mei 2024

Warta

Pengasuh Pesantren Lirboyo 16 Mesuji: Halal bi Halal, Budaya NU yang Harus Dilestarikan

Pengasuh Pesantren Lirboyo 16 Mesuji: Halal bi Halal, Budaya NU yang Harus Dilestarikan
Halal bi halal PCNU Mesuji, Ahad (21/4/2024) (Foto: Istimewa)
Halal bi halal PCNU Mesuji, Ahad (21/4/2024) (Foto: Istimewa)

Mesuji, NU Online Lampung

Pengasuh Pondok Pesantren Lirboyo 16 Cabang Mesuji, Kiai Muhammad Mirfaqo menyampaikan, secara historis ataupun sejarah halal bi halal patut kita lestarikan patut kita jaga. 


Hal tersebut disampaikan pada halal bi halal bersama ulama dan kiai se-Kabupaten Mesuji di Pondok Pesantren Lirboyo 16 Cabang Mesuji, Ahad (21/04/2024). Kegiatan itu digelar oleh Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) Mesuji dalam rangka mempererat silaturahim.


“Karena selama ini kita juga kadang lupa, atau bahkan memang tidak tahu istilah halal bi halal ini adalah pencetus pertama kali ini adalah dari Nahdlatul Ulama. Di mana pada waktu itu pada tahun 1948 pasca kemerdekaan Indonesia,” ujarnya. 


Ia melanjutkan, saat keadaan Indonesia sedang goncang ganjing dengan perpolitikan yang sangat panas para pemimpin elit politik ini sama berseteru pada waktu itu. 


Hingga Presiden Soekarno, presiden yang pertama kali ini minta saran kepada KH Wahab Hasbullah, bagaimana caranya untuk menyatukan para pimpinan elit politik negara Indonesia yang satu dengan yang lainnya saling bermusuhan.


“Akhirnya atas inisiatif saran dari KH Wahab Hasbullah pada waktu itu bertepatan dengan Hari Raya Idul Fitri 1948 dicetuskanlah sebuah momen sebuah acara yang dinamakan acara halal bi halal,” paparnya. 


Sehingga para pemimpin elit politik yang berseteru pada Pemilu, setelahnya dengan halal bi halal duduk satu meja saling maaf-memaafkan, dan menjadi cairlah suasana menjadi kuat.


“Hingga dalam satu forum halal bi halal pertama kali 1948 ini sepakat para pemimpin pemimpin negara ini untuk bersatu padu untuk membangun bangsa Indonesia,” katanya. 


Sementara itu, Ketua Panitia Halal bi Halal, Kiai Ahmadi Hidayat mengatakan, kegiatan ini diinisiasi oleh PCNU Kabupaten Mesuji, beserta beberapa banom dan lembaga yang ada di PCNU Mesuji. 


Ketua PCNU Mesuji, KH Abdul Karim Mahfudz mengatakan, secara organisasi dalam rangka memimpin membawa organisasi besar Nahdlatul Ulama di Kabupaten Mesuji ini jika ada kekhilafan dan kekurangan.


“Maka saya pribadi mewakili keluarga besar PCNU Kabupaten Mesuji mohon maaf yang sebesar-besarnya kepada seluruh yang hadir. Juga kepada struktural, banom, dan lembaga di lingkungan PCNU Kabupaten Mesuji,” ujarnya. 

(Agus Santoso)


Warta Terbaru