• logo nu online
Home Warta Syiar Bahtsul Masail Keislaman Khutbah Teras Kiai Pernik Kiai Menjawab Pendidikan Opini Literasi Mitra Pemerintahan Ekonomi Tokoh Seni Budaya Lainnya
Minggu, 27 November 2022

Warta

PBNU : Empat Titik Lihat Hilal, Idul Fitri 1443 H Jatuh pada 2 Mei 2022

PBNU :  Empat Titik Lihat Hilal, Idul Fitri 1443 H Jatuh pada 2 Mei 2022
KH Yahya Cholil Staquf umumkan awal syawal
KH Yahya Cholil Staquf umumkan awal syawal

Jakarta, NU Online Lampung

Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) mengumumkan hasil rukyatul hilal yang menentukan bahwa awal Syawal jatuh pada 2 Mei 2022 atau hari Senin esok. Hal ini berdasarkan pengamatan hilal di 55 titik di Indonesia. 


Ketua Umum PBNU, KH Yahya Cholil Staquf mengatakan, sesuai dengan perkiraan para ulama yang telah melakukan hisab. 


“Setelah Ramadhan kemarin diistikmalkan. Awal Syawal ini dilakukan rukyat di beberapa titik. Maka diketahui hari ini adalah hari terakhir bulan Ramadhan, dan besok adalah awal Syawal 1443 H,” ujarnya. 


Atas rukyatul hilal tersebut maka PBNU mengikhbarkan (memberitahukan) awal syawal jatuh pada hari Senin tanggal 2 Mei 2022.


“Kepada warga NU dan umat Islam pada umumnya, PBNU sampaikan selamat merayakan Idul Fitri 1 Syawal 1443 H dengan penuh suka cita dan tetap mematuhi protokol kesehatan, mohon maaf lahir dan batin. Semoga ibadah puasa kita dan rangkaian ibadah lainnya selama ramadhan diterima Allah swt. Serta semoga amaliyah bulan ramadhan dapat berlanjut pada bulan-bulan berikutnya,” kata Gus Yahya. 


Ada empat tempat yang dapat melihat hilal, pertama, Gresik yang dilaksanakan Balai rukyat Condrodipo melaporkan bahwa hilal terlihat 17.25 dengan mata telanjang selama 2 menit. Perukyat yang melihat hilal pun di sumpah oleh Pengadilan Agama setempat yang kemudian hasilnya dilaporkan kepada Kementerian Agama Republik Indonesia. Kemudian hilal terlihat di tiga titik yaitu Lamongan, Mojokerto, Denanyar Jombang. 


Adapun beberapa lokasi yang tidak terlihat hilal di antaranya adalah Lumajang, Pantai Wot Galih, Ponorogo tidak terlihat karena hujan, Kudus sudah ghurub dan hilal tidak terlihat karena terhalang cuaca, Semarang tidak terlihat hilal karena berawan, Pangandaran mendung sehingga hilal tidak terlihat, dan Bojonegoro tidak terlihat hilal karena mendung. 


Sebelumnya Kementerian Agama juga telah melaksanakan hisab mengenai ketinggian hilal, Dirjen Bimas Islam, Kamaruddin Amin mengatakan, secara hisab posisi hilal di Indonesia saat sidang isbat awal Syawal 1443 H sudah memenuhi kriteria baru Menteri Agama Brunei, Indonesia, Malaysia, dan Singapura (MABIMS).


Di Indonesia, pada 29 Ramadhan 1443 H yang bertepatan dengan 1 Mei 2022 tinggi hilal antara 4 derajat 0,59 menit sampai 5 derajat 33,57 menit dengan sudut elongasi antara 4,89 derajat sampai 6,4 derajat,

(Dian Ramadhan)
 


Warta Terbaru