• logo nu online
Home Warta Syiar Bahtsul Masail Keislaman Khutbah Teras Kiai Pernik Kiai Menjawab Pendidikan Opini Literasi Mitra Pemerintahan Ekonomi Tokoh Seni Budaya Lainnya
Senin, 5 Desember 2022

Warta

Kakanwil Kemenag Lampung: Pesantren Benteng Kesalehan Generasi Muda

Kakanwil Kemenag Lampung: Pesantren Benteng Kesalehan Generasi Muda
Kakanwil Kemenag Lampung. (Foto: NU Online/Faizin)
Kakanwil Kemenag Lampung. (Foto: NU Online/Faizin)

Pesawaran, NU Online Lampung
Kepala Kantor Wilayah Kementerian Agama Provinsi Lampung Puji Raharjo menyebut bahwa pesantren merupakan kawah candradimuka para generasi penerus yang berkualitas serta memiliki kemapanan dalam keilmuan. Di pesantren lah para generasi muda mendapatkan pendidikan kesalehan yang menjadi penyeimbang peradaban masa datang.


"Pesantren adalah benteng keimanan dan kesolehan bagi para generasi muda yang akan meneruskan tongkat estafet kepemimpinan di masa yang akan datang," katanya saat kegiatan Haflah Khatmil Quran Pesantren Al Hidayat Gerning Tegineneng Pesawaran, Lampung, Kamis (16/6/2022).


Ia merasa terharu karena di tengah era disrupsi di mana modernisasi menjadikan masyarakat melupakan pendidikan agama dan kepribadian serta karakter, masih ada para generasi muda yang cinta dan menghafal Al-Qur'an.


"Saya yakin ini menjadi tanda bahwa masa depan umat Islam masih cerah dan mereka bisa membawa Islam lebih jaya. Mereka lah pemilik masa depan dan kita doakan mereka mampu meneruskan perjuangan para kiai dan ulama," harapnya.


Ia pun mengingatkan para santri untuk terus belajar dan belajar serta mempertahankan hafalan Al-Qur'annya. Sudah khatam menghafalkan Qur'an bukan akhir segalanya namun harus terus dipertahankan dan diamalkan dalam kehidupan sehari-hari.


Sementara Pengasuh Pesantren Al Hidayat KH A. Makshum Abror mengatakan bahwa pada tahun ini pesantren tersebut meluluskan 18 santri tahfidz 30 juz.


"Yang paling muda masih kelas 2 tsanawiyah sebanyak 2 orang. 11 orang lulus tsanawiyah tahun ini," katanya.


Dengan perjuangan dari santri dan bimbingan dari para ustadz mereka yang datang belum bisa apa-apa, saat ini sudah bisa menghafalkan Al-Quran 30 juz. Ia menegaskan bahwa tidak semua orang bisa memiliki tekad kuat untuk menghafalkan Al-Qur'an.


"Tak semua putra kiai dan ustadz diberi hidayah bisa menghafalkan Al-Qur'an. Mereka yang sudah menjadi hafidz ini akan menjadi kebanggaan orang tua dan akan mampu memberikan syafaat bagi keluarganya," ungkap A'wan Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) ini.


Acara tersebut dihadiri oleh para tokoh, ulama dan kiai dari berbagai penjuru Lampung dan diisi mauidzah hasanah oleh KH Ahsin Sakho dari Cirebon, Pengasuh Pesantren Darut Tauhid. (Muhammad Faizin)


Editor:

Warta Terbaru