• logo nu online
Home Warta Syiar Bahtsul Masail Keislaman Khutbah Teras Kiai Pernik Kiai Menjawab Pendidikan Opini Literasi Mitra Pemerintahan Ekonomi Tokoh Seni Budaya Lainnya
Selasa, 16 Agustus 2022

Warta

Kajian Fiqih NU Yosodadi, Lebih Dahulu Kurban atau Aqiqah?

Kajian Fiqih NU Yosodadi, Lebih Dahulu Kurban atau Aqiqah?
Kajian Fiqh Kurban NU Yosodadi (Foto: Istimewa)
Kajian Fiqh Kurban NU Yosodadi (Foto: Istimewa)

Metro, NU Online Lampung

Pengurus Ranting Nahdlatul Ulama (PRNU) Yosodadi mengupas tuntas tentang fiqih berkurban. Kegiatan ini dilaksanakan di Masjid Hidayaturrahman Yosodadi, Kecamatan Metro Timur, Kota Metro (2/7/2022). Menjelang Hari Raya Idul Adha banyak pertanyaan tentang berkurban, seperti kurban atau aqiqah terlebih dahulu.


Dalam kegiatan ini PRNU Yosodadi berkolaborasi dengan Ittihadul Mutakharijin Al-Falah Ploso (IMAP) Kota Metro, PRNU Yosodadi menghadirkan forum interaktif antara pemantik dan masyarakat. Kajian dimulai ba’da Maghrib oleh Ketua Tanfidziyah PRNU Yosodadi, Ustadz Fatah Yasin.


Sebagai pemantik dalam kegiatan ini Ketua IMAP Metro, Ustadz Syaibani mengatakan, menjelang hari raya idul adha timbul berbagai pertanyaan tentang fiqih seperti lebih baik kurban atau aqiqah dahulu dan apakah dibolehkan membagi daging kurban kepada non muslim.


“Setelah anak telah baligh, kemudian ia mengaqiqahkan dirinya sendiri, maka secara tidak langsung ia menolong orang tuanya. Jadi, bila anak belum aqiqah, alangkah lebih baiknya aqiqah dulu sebelum berkurban,” ujarnya. 


Menurut Alumnus Pesantren Al-Falah Ploso, Kediri ini menjawab tentang apakah dibolehkan membagi daging kurban kepada non muslim. Pada hakikatnya, mentasyarufkan daging kurban tidak ada ketentan secara khusus. 


Artinya, daging kurban boleh dibagikan baik kepada kalangan miskin maupun kaya, termasuk kepada orang muslim atau non muslim. Bahkan hal itu menjadi syiar Islam. Dengan membagi daging kurban kepada nonmuslim, justru benar-benar mencerminkan ajaran Islam yang peduli sesama manusia.


Selain itu, pemantik kegiatan Kajian Fiqih Berkurban ini juga menjawab pertanyaan tentang teknis penyembelihan sesuai fiqih, doa saat menyembelih, batas-batas kebolehan panitia kurban serta berbagai persoalan yang kerap terjadi ketika momen Idul Adha. 


Kegiatan ini juga dihadiri pengurus Majelis Wakil Cabang Nahdlatul Ulama (MWCNU) Metro Timur, serta tamu undangan dari PRNU kelurahan di Kota Metro. Kegiatan ini ditutup dengan doa oleh Ustadz Syaibani sebagai pemantik Kajian Fiqih Berkurban. (Febi Akbar Rizki


  
 


Warta Terbaru