• logo nu online
Home Warta Syiar Bahtsul Masail Keislaman Khutbah Teras Kiai Pernik Kiai Menjawab Pendidikan Opini Literasi Mitra Pemerintahan Ekonomi Tokoh Seni Budaya Lainnya
Jumat, 9 Desember 2022

Warta

Inilah Pahlawan Nasional Dari Kalangan Santri Nahdlatul Ulama

Inilah Pahlawan Nasional Dari Kalangan Santri Nahdlatul Ulama
Para Pahlawan dari Santri Nahdlatul Ulama
Para Pahlawan dari Santri Nahdlatul Ulama

Bandar Lampung, NU Online Lampung
Setiap tanggal 10 November diperingati sebagai hari pahlawan nasional. Hal ini untuk mengenang jasa pahlawan Indonesia yang telah gugur di medan perang dalam memperjuangkan bangsa Indonesia, serta juga sumbangsihnya yang besar kepada negeri ini.

 

Sebagaimana dijelaskan dalam Undang-undang No 20 Tahun 2009 tentang Gelar, Tanda Jasa, dan Tanda Kehormatan bahwa Pahlawan Nasional adalah gelar yang diberikan kepada warga negara Indonesia atau seseorang yang berjuang melawan penjajahan di wilayah yang sekarang menjadiwilayah Negara Kesatuan Republik Indonesia yang gugur atau meninggal dunia demi membela bangsa dan negara, atau yang semasa hidupnya melakukan tindakan kepahlawanan atau menghasilkan prestasi dan karya yang luar biasa bagi pembangunan dan kemajuan bangsa dan negara Republik Indonesia.

 

Selain dari kalangan militer, pahlawan nasional juga ada yang dari kalangan santri. Tak terkecuali pada Nahdlatul Ulama. Hal ini sebagaimana penelitian yang dilakukan oleh tim sejarah Nahdlatul Ulama yang dipimpin Wakil Sekjen Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU), H Abdul Mun'im Dz, bahwa Resolusi Jihad yang dilakukan oleh KH Hasyim Asy'ari yang diserukan PBNU pada 22 Oktober 1945 dan 29 Maret 1946 menggema ke seluruh Nusantara. 

 

Akibatnya, terjadi perang semesta melawan penjajah hingga tercapai kemerdekaan Republik Indonesia. "Semua ini menunjukkan bahwa kaum santri yang bergabung dalam NU berperan besar dalam memperjuangkan dan mempertahankan kemerdekaan," kata H Abdul Mun’im Dz dilansir dari NU Online. 

 

Ia juga mengungkapkan, perjuangan ini tidak hanya melahirkan para syahid, tetapi juga melahirkan pahlawan yang diakui secara nasional. Terbukti, hingga saat ini NU telah melahirkan beberapa Pahlawan Nasional, imbuh penulis buku Fragmen Sejarah NU ini.


Di antara pahlawan nasional dari kalangan Nahdlatul Ulama adalah :

Pertama, yaitu KH M Hasyim Asy’ari dari Suku Jawa. Ia adalah pendiri NU, Panglima Tertinggi Laskar Santri yang terdiri dari Barisan Kiai, Laskar Hisbullah, dan Laskar Sabilillah. Kiai Hasyim Asy’ari mendapat gelar Pahlawan Naisonal RI berdasarkan SK Presiden RI No 294 November 1964.  


Kedua, yakni KH A Wahid Hasyim, suku Jawa. Ia adalah Ketua Umum PBNU, berjuang melawan penjajah. Semasa hidupnya pernah menjadi anggota BPUPKI, perumus Pancasila hingga Menteri Agama RI. Kiai Wahid Hasyim mendapatkan gelar Pahalawan Nasional RI berdasarkan SK Presiden RI No. 206 Agustus 1964.   


Ketiga, yaitu KH Zainul Arifin Pohan, suku Batak. Ia adalah Komandan Hizbullah. Kiai Zainul Arifin pernah mengemban amabah sebagai Ketua PBNU dan Anggota Konstituante. Ia juga pernah menjadi Wakil Perdana Menteri RI. Berdasarkan SK Presiden RI No. 35, 4 Maret 1963 ia mendapatkan gelar Pahlawan Nasional RI.  

 

Keempat, yaitu KH Zainal Mustofa berasal dari Sunda. Ia pernah mengemban amanah sebagai Ketua PCNU Singaparna. Kiai Zainal Mustofa gugur sebagai syahid dalam perjuangan melawan penjajah Jepang. Ia mendapatkan gelar Pahlawan Nasional RI berdasarkan SK Presiden RI No. 064, November 1972.  

 

Kelima, yaitu H Andi Mappanyukki dari Suku Bugis. Ia adalah Raja Bone dan pendiri NU Sulawesi Selatan. H Andi Mappanyukki berjuang melawan penjajah Belanda dan Jepang pada tahun 1945-1949. Ia mendapatkan gelar Pahlawan Nasional RI berdasarkan (SK. Presisen RI No. 089, 5 November 2004).

 

Keenam, yaitu H Andi Djemma berasal dari Suku Luwu dan pernah menjadi Raja Luwu. H Andi Djemma adalah pendiri NU Sulawesi Selatan. Ia berjuang melawan penjajah Belanda 1946-1948. Ia mendapatkan gelar Pahkawan Nasional RI berdasarkan SK. Pres RI No. 073, 6 November 2002. 


Ketujuh, yaitu KH Wahab Chasbullah dari Suku Jawa. Kiai Wahab adalah seorang pendiri NU pernah menjadi Komandan Barisan Kiai yang berjuang melawan penjajah pada1926-1949. Kiai Wahab pernah menjadi Anggota Konstituante RI, lalu Anggota DPA RI dan komandan melawan PKI 1965. (SK Presiden RI, November 2014), Kiai Wahab mendapatkan gelar Pahlawan Nasional RI.   


Kedelapan, KH As’ad Syamsul Arifin. Berasal dari Suku Madura, Kiai As’ad juga salah seorang pendiri NU. Kiai As’ad berperang melawan penjajah pada 1945-1949, menjadi anggota Konstituante RI. Kiai As’ad mendapatkan Gelar Pahlawan Nasional RI berdasarkan (SK Presiden RI No 91, November 2016). 

 

Kesembilan, yaitu KH Idham Chalid dari Suku Banjar adalah Ketua Umum PBNU 1956-1984, termasuk Pejuang Kemerdekaan. Ia menjadi Wakil Perdana Menteri RI dan Ketua MPR RI. Kiai Idham Chalid mendapatkan gelar Pahlawan Nasional RI berdasarkan SK Presiden No 113 tertanggal 7 November 2011.

 

Kesepuluh, KH Sam’un, asal Suku Banten. Ia pernah mengemban Amanah sebagai Ketua PCNU Serang. Kiai Sam’un adalah seorang pejuang yang turut melawan penjajah 1945-1949. Kiai Sam’un mendapatkan gelar Pahlawan Nasional RI berdasarkan (SK. Presiden RI, 8 November 2018).  

 

Kesebelas, yaitu KH Masykur berasal dari Suku Jawa, adalah seorang Komandan Laskar Sabilillah. Ia pernah mengemban amanah Ketua Umum PBNU, Anggota BPUPKI, Perumus Dasar Negara, Anggota Konstituante RI hingga menjadi Menteri Agama RI. Kiai Masykur meendapatkan gelar Pahlawan Nasional RI berdasarkan SK Presiden  pada 8 November 2019.  


Keduabelas, yaitu KH Usmar Ismail (Minang), Ketua I PBNU 1964-1970, pendiri Lembaga Seniman Budayawan Muslimin Indinesia (Lesbumi) PBNU. Ia juga dikenal sebagai Bapak Perfilman Nasional berdasarkan SK Presiden RI No. 109 TK. 5 November 2021.


Data tersebut, kata Mun’im, selain menunjukkan peran besar Kaum Santri dalam memperjuangkan dan mempertahaknan kemerdekaan RI, juga menunjukkan kebesaran NU. "Bahwa NU tidak hanya berkembang di Jawa. Akan tetapi, juga berkembang di seluruh bumi Nusantara. Terbukti para tokoh dan pahlawannya terdiri dari  berbagai suku yang ada di Indonesia,” ujarnya.   


Menurutnya, masih banyak lagi tokoh yang akan mendapatkan gelar Pahlawan Nasional sesuai dengan perjuangan yang mereka perankan dalam memperjuangkan berdirinya Republik Ini. 

 

(Dian Ramadhan)


Warta Terbaru