Ila Fadilasari
Penulis
Muhasabah sangat dianjurkan sebagai sarana introspeksi diri, terutama pada akhir tahun seperti ini. Muhasabah dapat diartikan sebagai mengevaluasi atau mengoreksi perbuatan, perilaku, sikap, kelemahan, kesalahan, yang telah dilakukan.Ā
Imam Al-Ghazali mengutip Surat Al-Hasyr ayat 18,Ā yang mengandung keutamaan muhasabah. Menurutnya, surat tersebut mengisyaratkan manusia untuk melakukan muhasabah atas perbuatan yang telah dilakukan.Ā
Ā
ŁŁŲ§ Ų£ŁŁŁŁŁŁŲ§ Ų§ŁŁŁŲ°ŁŁŁŁ Ų¢Ł ŁŁŁŁŲ§ Ų§ŲŖŁŁŁŁŁŲ§ Ų§ŁŁŁŁŁŁ ŁŁŁŁŲŖŁŁŁŲøŁŲ±Ł ŁŁŁŁŲ³Ł Ł ŁŲ§ ŁŁŲÆŁŁŁ ŁŲŖŁ ŁŁŲŗŁŲÆŁ Ū ŁŁŲ§ŲŖŁŁŁŁŁŲ§ Ų§ŁŁŁŁŁŁ Ū Ų„ŁŁŁŁ Ų§ŁŁŁŁŁŁ Ų®ŁŲØŁŁŲ±Ł ŲØŁŁ ŁŲ§ ŲŖŁŲ¹ŁŁ ŁŁŁŁŁŁĀ
Ā
Artinya: Wahai orang-orang yang beriman, bertakwalah kepada Allah. Hendaklah setiap orang memperhatikan apa yang telah diperbuatnya untuk hari esok. Bertakwalah kepada Allah. Sungguh, Allah Maha Mengetahui apa yang kamu kerjakan (Surat Al-Hasyr ayat 18).Ā
Sayyidina Umar raĀ juga menganjurkan kita untuk melakukan muhasabah, dengan mengatakan, āHendaklah kalian lakukan muhasabah atas diri kalian sebelum kalian dihisab. Timbanglah perbuatan kalian sebelum ia kelak ditimbangā (Imam Al-Ghazali, Ihya Ulumiddin, [Beirut, Darul Fikr: 2018 M], juz IV, halaman 419).Ā
Imam Al-Ghazali mengaitkan muhasabah dan tobat. Keduanya tidak dapat dipisahkan karena tobat adalah peninjauan atau koreksi terhadap perbuatan atau sikap diri sendiri yang sudah dilakukan dengan rasa penyesalan.Ā
Imam Al-Ghazali dalam kaitan dengan muhasabah dan tobat mengutip Surat An-Nur ayat 31 dan Surat Al-Aāraf ayat 201.Ā
Ā
ŁŁŲŖŁŁŲØŁŁŁŲ§Ū Ų„ŁŁŁŁ Ł±ŁŁŁŁŁŁ Ų¬ŁŁ ŁŁŲ¹ŁŲ§ Ų£ŁŁŁŁŁŁŲ§ Ł±ŁŁŁ ŁŲ¤ŁŁ ŁŁŁŁŁŁ ŁŁŲ¹ŁŁŁŁŁŁŁ Ł ŲŖŁŁŁŁŁŲŁŁŁŁĀ
Ā
Artinya: Bertobatlah kalian kepada Allah, wahai orang-orang yang beriman, agar kalian beruntung (Surat An-Nur ayat 31).Ā
Ā
Ų„ŁŁŁŁ Ų§ŁŁŁŲ°ŁŁŁŁ Ų§ŲŖŁŁŁŁŁŁŲ§ Ų„ŁŲ°ŁŲ§ Ł ŁŲ³ŁŁŁŁŁ Ł Ų·ŁŲ§Ų¦ŁŁŁ Ł ŁŁŁ Ų§ŁŲ“ŁŁŁŁŲ·ŁŲ§ŁŁ ŲŖŁŲ°ŁŁŁŁŲ±ŁŁŲ§ ŁŁŲ„ŁŲ°ŁŲ§ ŁŁŁ Ł Ł ŁŲØŁŲµŁŲ±ŁŁŁŁĀ
Ā
Artinya: Sungguh, orang-orang yang bertakwa bila ditimpa was-was dari setan, mereka ingat kepada Allah, lalu ketika itu juga mereka melihat (kesalahan-kesalahannya) (Surat Al-Aāraf ayat 201).Ā
Dilansir dari NU Online, Imam Ghazali yang dikenal sebagai ahli dan pakar dalam bidang tasawuf Kitab Ihya Ulumiddin, menjelaskan bahwa tujuan dari muhasabah adalah untuk mengetahui kelebihan dan kekurangan diri sendiri. Dengan menyadari kekurangan diri, seseorang akan termotivasi untuk memperbaiki diri dengan meningkatkan amal kebaikan dan memperbaiki hubungan dengan Tuhan.Ā
Imam Ghazali menyatakan:Ā
Ā
Ų§Ų¹ŁŁ أ٠اŁŲ¹ŲØŲÆ ŁŁ Ų§ [ŁŁŲØŲŗŁ Ų£Ł] ŁŁŁŁ ŁŁ ŁŁŲŖ ŁŁ Ų£ŁŁ Ų§ŁŁŁŲ§Ų± ŁŲ“Ų§Ų±Ų· ŁŁŁ ŁŁŲ³Ł Ų¹ŁŁ Ų³ŲØŁŁ Ų§ŁŲŖŁŲµŁŲ© ŲØŲ§ŁŲŁŲ ŁŁŁŲØŲŗŁ Ų£Ł ŁŁŁŁ ŁŁ ŁŁ Ų¢Ų®Ų± Ų§ŁŁŁŲ§Ų± Ų³Ų§Ų¹Ų© ŁŲ·Ų§ŁŲØ ŁŁŁŲ§ Ų§ŁŁŁŲ³ ŁŁŲŲ§Ų³ŲØŁŲ§ Ų¹ŁŁ ج٠ŁŲ¹ ŲŲ±ŁŲ§ŲŖŁŲ§ ŁŲ³ŁŁŲ§ŲŖŁŲ§Ų ŁŁ Ų§ ŁŁŲ¹Ł Ų§ŁŲŖŲ¬Ų§Ų± ŁŁ Ų§ŁŲÆŁŁŲ§ Ł Ų¹ Ų§ŁŲ“Ų±ŁŲ§Ų” ŁŁ Ų¢Ų®Ų± ŁŁ Ų³ŁŲ© أ٠ؓŁŲ± Ų£Ł ŁŁŁ ŲŲ±ŲµŲ§ Ł ŁŁŁ Ų¹ŁŁ Ų§ŁŲÆŁŁŲ§Ų ŁŲ®ŁŁŲ§ Ł Ł Ų£Ł ŁŁŁŲŖŁŁ Ł ŁŁŲ§ Ł Ų§ ŁŁ ŁŲ§ŲŖŁŁ ŁŁŲ§ŁŲŖ Ų§ŁŲ®ŁŲ±Ų© ŁŁŁ ŁŁ ŁŁŲ§ŲŖŁĀ
Ā
Artinya: Ketahuilah bahwa hamba, sebagaimana seharusnya memiliki waktu di awal hari untuk berjanji kepada dirinya sendiri untuk berpegang teguh pada kebenaran, maka seharusnya ia juga memiliki waktu di akhir hari untuk menuntut jiwanya dan memperhitungkannya atas semua gerak-geriknya dan diamnya, sebagaimana yang dilakukan oleh para pedagang di dunia dengan para mitra mereka di akhir setiap tahun, bulan, atau hari, karena kegigihan mereka terhadap dunia, dan karena takut jika mereka kehilangan sesuatu dari dunia yang jika mereka kehilangannya, itu akan lebih baik bagi mereka jika hilang.
Berdasarkan penjelasan Imam Ghazali ini, setidaknya 3 manfaat dari muhasabah bagi seorang Muslim. Pertama, muhasabah dapat membantu untuk memperbaiki diri dan menjauhi perbuatan dosa. Hal ini karena muhasabah adalah proses introspeksi diri, di mana kita merenungkan dan mengevaluasi perbuatan, sikap, dan kebiasaan sendiri. Muhasabah dapat dilakukan setiap hari, di awal dan di akhir hari.Ā
Hal ini senada dengan hadits Nabi Muhammad saw berikut:Ā
Ā
Ł Ł ŁŲ§Ł ŁŁŁ Ł Ų®ŁŲ±Ų§ Ł Ł Ų§Ł Ų³Ł ŁŁŁ Ų±Ų§ŲØŲ. ŁŁ Ł ŁŲ§Ł ŁŁŁ Ł Ł Ų«Ł Ų§Ł Ų³Ł ŁŁŁ Ł ŲŗŲØŁŁ. ŁŁ Ł ŁŲ§Ł ŁŁŁ Ł Ų“Ų±Ų§ Ł Ł Ų§Ł Ų³Ł ŁŁŁ Ł ŁŲ¹ŁŁ.( Ų±ŁŲ§Ł Ų§ŁŲŲ§ŁŁ )Ā
Ā
Artinya: Barangsiapa hari ini lebih baik dari kemarin, maka ia beruntung. Barangsiapa hari ini sama dengan kemarin, maka ia merugi. Barangsiapa hari ini lebih buruk dari kemarin, maka ia terlaknat (HR Al-Hakim).Ā Ā
Kedua, muhasabah akan menumbuhkan rasa tanggung jawab. Kita sadar akan kewajiban di hadapan Allah, sesama manusia, dan diri sendiri yang terikat akan aturan agama. Melalui muhasabah, manusia mengerti bahwa hidup ini bermakna dan kelak kembali kepada Allah.Ā
Hal ini ditegaskan dalam firman Allah dalam Q.S al-Hasyr [59] ayat 18:Ā
Ā
ŁŁ°ŁŲ§ŁŁŁŁŁŁŲ§ Ų§ŁŁŁŲ°ŁŁŁŁŁ Ų§Ł°Ł ŁŁŁŁŲ§ Ų§ŲŖŁŁŁŁŁŲ§ Ų§ŁŁŁŁ°ŁŁ ŁŁŁŁŲŖŁŁŁŲøŁŲ±Ł ŁŁŁŁŲ³Ł Ł ŁŁŲ§ ŁŁŲÆŁŁŁ ŁŲŖŁ ŁŁŲŗŁŲÆŁŪ ŁŁŲ§ŲŖŁŁŁŁŁŲ§ Ų§ŁŁŁŁ°ŁŁ ŪŲ§ŁŁŁŁ Ų§ŁŁŁŁ°ŁŁ Ų®ŁŲØŁŁŁŲ±Ł Ū¢ŲØŁŁ ŁŲ§ ŲŖŁŲ¹ŁŁ ŁŁŁŁŁŁŁĀ
Ā
Artinya: Wahai orang-orang yang beriman, bertakwalah kepada Allah dan hendaklah setiap orang memperhatikan apa yang telah diperbuatnya untuk hari esok (akhirat). Bertakwalah kepada Allah. Sesungguhnya Allah Maha Teliti terhadap apa yang kamu kerjakan.
Ketiga, muhasabah menjaga diri dari perbuatan maksiat. Orang-orang yangĀ selalu berintrospeksi, maka ia akan menjaga diri dari godaan dosa, yang kelak akan membahayakan diri di hari kiamat. Orang yang selalu bermuhasabah diri akan siap menjawab pertanyaan Allah swt dan akan mendapatkan akhirat yang baik. Sebaliknya, orang yang tidak introspeksi diri akan menyesal dan akan berdiri lama di padang mahsyar.
Ā ŁŁ
Ł ŲŲ§Ų³ŲØ ŁŁŲ³Ł ŁŲØŁ أ٠ŁŲŲ§Ų³ŲØ Ų®Ł ŁŁ Ų§ŁŁŁŲ§Ł
Ų© ŲŲ³Ų§ŲØŁ Ų ŁŲŲ¶Ų± Ų¹ŁŲÆ Ų§ŁŲ³Ų¤Ų§Ł Ų¬ŁŲ§ŲØŁ Ų ŁŲس٠Ł
ŁŁŁŲØŁ ŁŁ
Ų¢ŲØŁ Ų ŁŁ
Ł ŁŁ
ŁŲŲ§Ų³ŲØ ŁŁŲ³Ł ŲÆŲ§Ł
ŲŖ ŲŲ³Ų±Ų§ŲŖŁ Ų ŁŲ·Ų§ŁŲŖ ŁŁ Ų¹Ų±ŲµŲ§ŲŖ Ų§ŁŁŁŲ§Ł
Ų©Ā
Ā
Artinya: Siapa pun yang introspeksi diri sebelum dihakimi, maka perhitungannya di hari kiamat akan menjadi lebih ringan, jawabannya akan siap ketika ditanya, dan akhir dan kembalinya akan menjadi baik. Siapa pun yang tidak introspeksi diri, maka penyesalan akan terus ada dalam dirinya, dan ia akan berdiri lama di padang mahsyarĀ [Muhammad Jamaluddin al-Qassimi, Mau'izatul Mukminin min Ihya 'Ulumiddin, Jilid I, [Beirut; dar Kutub al-Ilmiyah, 1995], halaman 305].Ā Ā
Dengan demikian, penting sekali kita melakukan muhasabah, untuk memperbaiki diri dan meningkatkan kualitas keimanan dan ketakwaan. Muhasabah dapat dilakukan setiap hari, atau setidak-tidaknya pada momen pergantian tahun.
Terpopuler
1
Khutbah Jumat: Meneladani Nabi Muhammad di Bulan Rabiāul Awal
2
Prihatin pada Meninggalnya Affan Kurniawan, Ini Seruan Ketua PWNU Lampung
3
Jurnalis Muda Madrasah Ini Sabet Juara 1 Photo Competition 2025 Provinsi Lampung
4
Belasungkawa Wafatnya Affan Kurniawan, Ketum MUI Lampung Ajak Masyarakat Tetap Jaga Kondusifitas
5
Amnesty Sebut Tindakan Polisi Lindas Ojol hingga Tewas adalah Brutal dan Langgar HAM
6
Pelantikan PC GP Ansor Periode 2025-2029, Ketua PCNU Pringsewu: Mari Perkuat 3 Konsolidasi Ini
Terkini
Lihat Semua