• logo nu online
Home Warta Syiar Bahtsul Masail Keislaman Khutbah Teras Kiai Pernik Kiai Menjawab Pendidikan Opini Literasi Mitra Pemerintahan Ekonomi Tokoh Seni Budaya Lainnya
Jumat, 12 April 2024

Syiar

Berikut Ini 6 Keutamaan Malam Lailatul Qadar

Berikut Ini 6 Keutamaan Malam Lailatul Qadar
Keistimewaan malam Lailatul Qadar kwbuh baik dari seribu bulan (Ilustrasi: NU Online)
Keistimewaan malam Lailatul Qadar kwbuh baik dari seribu bulan (Ilustrasi: NU Online)

Lailatul Qadar adalah salah satu keistimewaan yang Allah swt berikan kepada umat Nabi Muhammad saw. Ibadah pada malam itu lebih utama daripada ibadah seribu bulan atau setara dengan 83 tahun 4 bulan.

 

Umat-umat Nabi terdahulu bisa beribadah di dunia ini dalam jangka waktu yang lama karena Allah menjadikan usia mereka sangat panjang. Sedangkan umat Nabi Muhammad meskipun usia mereka rata-rata hanyalah antara 60 hingga 70 an tahun, akan tetapi Allah menganugerahkan Lailatul Qadar.

 

Mendapatkan pahala ibadah seribu bulan dalam satu kali Ramadhan saja, bisa jadi sudah melampaui umur seseorang. Apalagi bila ia beribadah pada setiap malam Lailatul Qadar setiap tahunnya.

 

Melihat besarnya pahala beribadah tersebut, kiranya kita perlu mengetahui apa saja keutamaan malam Lailatul Qadar. Berikut ini enam keutamaan malam Lailatul Qadar.

 

Pertama, Lailatul Qadar adalah malam diturunkannya Al-Qur’an. Sebagaimana kita tahu bahwa proses turunnya Al-Qur’an terjadi dalam dua tahap:  Tahap pertama, turunnya Al-Qur’an dari lauh mahfuz ke baitul izzah (langit dunia). Pada tahap pertama ini, Al-Qur’an diturunkan semuanya dari awal hingga akhir secara lengkap. Hal itu terjadi pada malam Lailatul Qadar yang saat itu bertepatan dengan malam dua puluh empat Ramadhan.

 

Allah ta’ala berfirman:

 

إِنَّا أَنْزَلْنَاهُ فِي لَيْلَةِ الْقَدْرِ (القدر: ١)

 

Maknanya: Sesungguhnya Kami menurunkan Al-Qur’an itu pada malam Lailatul Qadar (QS al-Qadr: 1)

 

Rasullah Muhammad saw bersabda:

 

 أُنْزِلَتْ صُحُفُ إِبْرَاهِيْمَ عليه السلام في أَوَّلِ لَيْلَةٍ مِنْ رَمَضَانَ، وَأُنْزِلَتْ التوراةُ لِسِتٍّ مَضَيْنَ مِن رَمَضانَ، وأُنزِلَ الإنجيلُ لِثَلاثَ عشْرةَ خَلَتْ مِن رمضانَ، وأُنزِلَ الزَّبُورُ لِثَمانِ عَشْرَةَ خَلَتْ من رمضانَ، وأُنزلَ الفُرْقانُ لأَربعٍ وعِشْرينَ خَلَتْ من رمضانَ (رواه أحمد والطبراني والبيهقي وغيرهم)

 

Maknanya: Shuhuf Ibrahim diturunkan pada malam pertama Ramadhan, Taurat diturunkan pada malam keenam Ramadhan, Injil diturunkan pada malam tiga belas Ramadhan, Zabur diturunkan pada malam delapan belas Ramadhan dan Al-Qur’an diturunkan pada malam dua puluh empat Ramadhan (HR Ahmad, ath Thabarani, al-Baihaqi dan lainnya).

 

Tahap kedua, turunnya Al-Qur’an dari baitul izzah yang merupakan langit pertama kepada Nabi Muhammad saw. Dalam tahap kedua ini, Al-Qur’an diturunkan secara berangsur-angsur sesuai dengan sebab dan peristiwa tertentu selama kurang lebih dua puluh tiga tahun. Lima ayat pertama dari surat al-‘Alaq adalah yang pertama diturunkan kepada beliau di gua Hira’ dengan perantaraan malaikat Jibril. Dan hal itu menurut sebagian ulama terjadi pada malam 17 Ramadhan. Atas dasar inilah kemudian malam 17 Ramadhan diperingati umat Islam sebagai malam nuzul Al-Qur’an.

 

Kedua, Lailatul Qadar adalah malam yang penuh keberkahan. Allah ta’ala berfirman:

 إِنَّا أَنْزَلْنَاهُ فِي لَيْلَةٍ مُبَارَكَةٍ (الدخان: ٣)

 

Maknanya: Sesungguhnya kami turunkan Al-Qur’an itu pada malam yang penuh berkah (malam Lailatul Qadar) (QS ad Dukhan: 3).

 

Ketiga, pada malam Lailatul Qadar, Allah memberitahukan kepada para malaikat mengenai apa yang terjadi di kalangan para hamba sampai datangnya Lailatul Qadar pada tahun berikutnya. Allah memberitahukan kepada mereka siapa saja yang lahir, mati, ditimpa musibah, sakit, sehat, dilapangkan rezekinya, disempitkan rezekinya dan lain sebagainya dalam kurun satu tahun ke depan.

 

Tafsir al-Qurthubi, an-Nasafi, dan lainnya menjelaskan bahwa itulah makna dari ayat:

 

 فِيْهَا يُفْرَقُ كُلُّ اَمْرٍ حَكِيْمٍ (الدخان: ٤)

 

Maknanya: Pada malam itu dijelaskan segala urusan yang penuh hikmah (QS ad Dukhan: 4).

Keempat, amal shaleh pada Lailatul Qadar lebih baik daripada amal shaleh yang dilakukan selama seribu bulan sebagaimana ditegaskan oleh Allah:

 

لَيْلَةُ الْقَدْرِ خَيْرٌ مِنْ أَلْفِ شَهْرٍ (القدر: ٣)

 

Maknanya: Malam kemuliaan itu lebih baik daripada seribu bulan (QS al-Qadr: 3).

 

Kelima, para malaikat dari setiap langit turun memenuhi lapisan bumi mendoakan dan mengucapkan salam kepada setiap orang yang menghidupkan malam itu dengan berbagai ibadah. Allah berfirman:

تَنَزَّلُ الْمَلَائِكَةُ وَالرُّوحُ فِيهَا بِإِذْنِ رَبِّهِمْ مِنْ كُلِّ أَمْرٍ (القدر: ٤

)

Maknanya:  Pada malam itu turun para malaikat dan Ruh (Jibril) dengan izin Tuhannya untuk mengatur semua urusan (QS al-Qadr: 4)

 

Rasulullah saw bersabda:

 إذا كانتْ لَيْلَةُ القدْرِ نَزَلَ جِبريلُ فى كَبْكَبَةٍ من الملائكةِ يُصَلُّون وَيُسَلِّمُوْنَ على كلِّ عبدٍ قائمٍ أو قاعدٍ يَذْكُرُ اللهَ عَزَّ وَجَلَّ فَيَنْزِلُونَ مِن لَدُنْ غُروبِ الشمسِ إلى طلوعِ الفَجْرِ (رواه البيهقى فى شعب الإيمان والسيوطىّ فى الجامع الكبير)

 

Maknanya: Jika tiba Lailatul Qadar, malaikat Jibril turun dengan serombongan malaikat lalu mendoakan dan mengucapkan salam kepada setiap hamba yang berdiri atau duduk berdzikir mengingat Allah. Mereka turun dari terbenamnya matahari hingga terbit fajar (HR al-Baihaqi dalam Syu’ab al-Iman dan as Suyuthi dalam al-Jami’ al-Kabir).

 

Keenam, Lailatul Qadar adalah malam keselamatan dan keberkahan bagi para wali dan orang-orang yang melakukan ketaatan. Pada malam itu, setan tidak dapat berbuat buruk kepada orang-orang yang melakukan kebaikan. Allah ta’ala berfirman:

 

سَلَامٌ هِيَ حَتَّى مَطْلَعِ الْفَجْرِ (القدر: ٥)

 

Maknanya: Sejahteralah (malam itu) sampai terbit fajar (QS al-Qadr: 5).

 

Itulah enam keutamaan malam Lailatul Qadar dilansir dari NU Online.  Lailatul Qadar sendiri terjadi satu kali dalam satu tahun di bulan Ramadhan. Kita tidak tahu pasti kapan malam yang mulia itu datang, akan tetapi kemungkinan besar ia terjadi pada salah satu dari sepuluh malam terakhir di bulan Ramadhan. Sebagaimana sabda Rasulullah saw:

الْتَمِسُوهَا في العَشْرِ الأَوَاخِرِ مِنْ رَمَضَانَ (رواه البخاري)

 

Maknanya: Carilah Lailatul Qadar itu di sepuluh malam terakhir dari bulan Ramadhan (HR al-Bukhari).

 

Salah satu hikmah dari dirahasiakannya oleh Allah malam Lailatul Qadar adalah, agar kita dapat menghidupkan setiap malam Ramadhan, dengan berbagai amalan seperti shalat malam, membaca Al-Qur’an, berdzikir dan berdoa. Serta makin meningkatkan berbagai amalan tersebut pada sepuluh malam akhir Ramadhan. Semoga kita mendapatkan berkah beribadah yang lebih baik dari seribu bulan tersebut


Syiar Terbaru