• logo nu online
Home Warta Syiar Bahtsul Masail Keislaman Khutbah Teras Kiai Pernik Kiai Menjawab Pendidikan Opini Literasi Mitra Pemerintahan Ekonomi Tokoh Seni Budaya Lainnya
Minggu, 27 November 2022

Seni Budaya

Mahluk itu Bernama Corona (Kumpulan Puisi)

Mahluk itu Bernama Corona (Kumpulan Puisi)

Mahluk itu Bernama Corona

Mahluk itu bernama Corona

Mahluk kecil tak kasat mata. Ciptaan Tuhan sebagai reminder ingatan

Meski kecil. Janganlah kau acuhkan

Kecil-kecil cabai rawit

Negeriku berduka. Negeri terluka

Tak hanya Negeriku Bumi Pertiwi

Seluruh penjuru dunia pun ikut berduka

Karena hadirnya semua porak-poranda

Semua takut. Semua panik.

Ulahnya semakin menjadi-jadi

Korban berjatuhan

Isolasi dan lockdown kian menjadi

Negeri bagai tak berpenghuni

Corona oh Corona

Karenamu aktivitas terhambat

Sebabmu ekonomi melemah, ketersediaan barang menjadi langka, pekerja tak tetap menjadi angan semata

Corona, nyata tak banyak yang takut padamu

Justru mereka memanfaatkan hadirmu

Berita bohong tentangmu banyak tersebar di media

Banyak pula para petopeng menyusup masuk sebagai kemanusiaan mencari iuran kecil-kecilan

Lampung, 28 Maret 2020

Negeriku Mendadak Sepi

Bumi mendadak sepi

Kota-kota mati bagai tak penghuni

Aktivitas lengang. Lockdown dimana-mana

Semua mendadak takut

Perdetik berita menyebar luas. Gempar menjadi halilintar

Bagai petir disiang bolong

Maafkan kami Tuhan

Kami lalai. Bahwa kuasamu begitu besar

Maafkan kami yang lupa

Bahwa semua kaulah sang pencipta

Lampung, 28 Maret 2020

Semua Panik

Diawal tahun unik

Dua angka sama saling berturutan

Datanglah kuasa tuhan

Menggetarkan alam semesta

Semua panik, semua takut

Akan mahkuk tuhan yang paling kecil tak kasat mata

Lampung, 28 Maret 2020

Selamat Datang

Rinai hujan terus mendera

Membasahi bumi bahtera

Selamat datang rintihan cinta yang dinantikan

Bawalah pulang segenap luka nestapa

Sya'ban berakhir Ramadhan hadir Bahagiapun turut mengalir

Bandar Jaya, 28 Maret 2020

(Senja Jingga Purnama alias Disisi Saidi Fatah adalah penulis muda yang kini menjabat sebagai Bendahara Umum Ikatan Pelajar Nahdlatul Ulama (IPNU) Pimpinan Cabang Kabupaten Way Kanan, Lampung. Pria berdarah Lampung itu merupakan kelahiran Gedung Harta, Lampung Tengah. Memiliki hobi menulis sejak tahun 2015, dan menekuni ketika ia patah hati. Baginya menulis adalah suatu kebebasan dalam menyampaikan aspirasi, unek-unek, dan pikiran yang tak mampu tertuang melalui perkataan)


Editor:

Seni Budaya Terbaru