• logo nu online
Home Warta Syiar Bahtsul Masail Keislaman Khutbah Teras Kiai Pernik Kiai Menjawab Pendidikan Opini Literasi Mitra Pemerintahan Ekonomi Tokoh Seni Budaya Lainnya
Sabtu, 18 Mei 2024

Pemerintahan

Ramaikan Pasar Burung, Pemprov Gelar Lomba Burung Berkicau

Ramaikan Pasar Burung, Pemprov Gelar Lomba Burung Berkicau
Suasana lomba Burung Berkicau piala Gubernur Lampung Cup di halaman Kantor Gubernur Lampung, Ahad (12/05/2024).
Suasana lomba Burung Berkicau piala Gubernur Lampung Cup di halaman Kantor Gubernur Lampung, Ahad (12/05/2024).

Bandar Lampung, NU Online Lampung

Gubernur Lampung Arinal Djunaidi membuka Pameran dan Lomba Burung Berkicau Gubernur Lampung Cup Tahun 2024, bertempat di halaman Kantor Gubernur Lampung, Ahad (12/05/2024).

 

Dalam sambutannya Gubernur menyebutkan bahwa memelihara burung merupakan salah satu hobi yang saat ini banyak ditekuni oleh masyarakat Indonesia. Berangkat dari banyaknya masyarakat yang memelihara burung, maka banyak diadakan perlombaan burung di Indonesia.

 

"Di belahan Barat, orang lebih fokus pada pencarian dan identifikasi burung untuk menentukan jenis burung, kemudian menghitung populasi burung tersebut. Sementara di Indonesia, penggemar burung yang dikenal dengan sebutan Kicau Mania lebih memperhatikan estetika suara yang dikeluarkan burung, serta bentuk atau postur tubuh burung," katanya.

 

Menurut Arinal, kebiasaan masyarakat Indonesia memelihara burung sudah ada sejak lama. Saat itu, burung kicau hanya dijadikan sebagai klangenan, di mana burung dipelihara untuk kebutuhan hiasan rumah saja.

 

Bahkan di tahun 1973, terbentuklah PBI (Pelestarian Burung Indonesia). PBI merupakan cikal bakal terselenggaranya lomba, hingga organisasi perburungan. Tiga tahun kemudian, kontes burung berkicau pertama kali diadakan, yaitu pada 1976.

 

Saat itu, tujuan dilakukannya kontes adalah untuk meramaikan pasar burung, merangsang penggemar baru, hingga meningkatkan penjualan burung yang dipasarkan.

 

"Kini habitat ratusan burung di Indonesia, khususnya di Provinsi Lampung terancam punah. Penyebab utamanya antara lain ekosistem dan kelestarian mulai terganggu. Hal tersebut menyebabkan populasi burung tidak dapat bereproduksi secara wajar. Padahal dengan melestarikan burung maka diperoleh manfaat yang tidak kecil," tuturnya.

 

"Lomba burung yang dilaksanakan hari ini saya harapkan bukan hanya menjadi ajang penyalur hobi semata, tapi juga menjadi aktivitas ekonomi yang bisa diandalkan. Namun, semangatnya tetap semangat pelestarian," sambung Gubernur

 

Kegemaran atau hobby untuk memelihara burung berkicau dari waktu ke waktu terus meningkat peminatnya. Hal ini disebabkan kegemaran dan hobby terhadap satwa, tumbuh dan berkembang mulai dari masyarakat biasa hingga pejabat, tidak hanya di tingkat kabupaten/kota tetapi juga di tingkat nasional.

 

"Sehingga tidaklah mengherankan apabila dukungan serta semangat untuk mengadakan perlombaan, terhadap Burung Kicauan sangat tinggi di kalangan masyarakat, khususnya lomba jenis burung seperti Burung Murai Batu, Kacer, Lovebird, Kenari, cucak ijo dan Konin," kata Arinal.

 

Ia melanjutkan, Lampung sebagai Provinsi dengan luas hutan yang cukup luas, tentu memiliki ragam flora dan fauna yang harus tetap dijaga. Namun, pengelolaan dan pemeliharaan yang bernilai ekonomis juga tetap bisa dijalankan. Harapannya itu bisa seiring sejalan dengan upaya meningkatkan kesejahteraan masyarakat menuju Lampung Berjaya." tegasnya. 


.
Dalam kesempatan yang sama, Gubernur juga menyerahkan piagam penghargaan kepada 12 pihak, atas partisipasi serta dedikasi dalam upaya konservasi menjaga pelestarian burung berkicau di dalam peningkatan ekonomi kreatif menuju masyarakat Lampung Berjaya.


Pemerintahan Terbaru